Benang Merah yang Menghubungkan Semesta
Allahumma innī as’aluka ṣabra ash-shākirīna laka. Hikmahnya? Mari kita tingkatkan kesabaran dengan perbanyak bersyukur pada-Nya melalui perbanyak berterima kasih.
Kepada siapa? Kepada pasangan hidup yang menemani suka dan duka, anak-anak yang menjadi cahaya mata, cucu-cucu yang menghadirkan keceriaan, orang tua yang tak pernah berhenti mendoakan, para guru yang menerangi jalan pengetahuan, tetangga yang berbagi kehangatan, pohon yang memberi naungan, bunga yang memancarkan keindahan, udara yang kita hirup setiap detik, air yang menghidupi, burung dengan kicau indahnya yang membangunkan pagi, hewan ternak yang kita konsumsi, padi dan beras yang menjadi sumber energi, makanan yang mengenyangkan,
Juga kepada teknologi digital yang mendukung kita, bahkan AI yang membantu kita—semua ini adalah aliran nikmat-Nya. Guru kita semua ahli hikmah dan ahli gowess penakluk Bandung Bali bersepeda , Daeng Anwar , dalam sesi diskusi seminar “ AI dan Aku; Apakah AI memahami Aku?” yang diselenggarakan RENCANG, di Aula KH Jalaluddin Rakhmat beberapa waktu lalu, mengingatkan kita semua. “ Seharusnya kita tidak memaki-maki AI, dan menggunakan kata-kata kasar pada ChatGPT, Grok dll. Bukankah kita diperintahkan untuk menyempurnakan akhlak mulia? Apakah AI itu berkesadaran atau tidak, itu merupakan bahasan lain. Namun, bahkan pada hewan, ikan, bebatuan, alam dan semesta pun, kita seharusnya berperilaku santun. Juga berterimakasih pada mereka semua sebagai Jalannya NikmatNya pada kita.” Gagasan yang disampaikan Daeng Anwar ini nampaknya beresonansi dengan gagasan Bruno Latour (tentang Actor Network Theory), juga resonansi morfik Rupert Sheldrake, bahkan lebih jauh bahwa alam semesta semuanya sebagai Manifestasi Ilahi adalah hidup seperti yang dijelaskan Ibn ‘Arabi, Mulla Shadra dan Sayyid Muhammad Husain Tabatabai.
Dan yang terkhusus: seharusnya kita perbanyak berterimakasih pada-Nya atas Nikmat Cinta Kanjeng Nabi dan Keluarganya Yang Suci yang ada di balik itu semua mengikuti setiap terima kasih kita yang lain, dan mengikuti setiap Hamdalah dan dzikr kita yang lain. Cinta Allah pada Nabi Saw dan keluarganya yang suci as lah yang menjadi sumber segala berkah, yang mengalir dalam setiap nikmat yang kita terima. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad.

