Wasiat Maksum untuk Semua Manusia
Sebagian orang mungkin bertanya: apakah seorang maksum memerlukan wasiat seperti ini? Jawabannya terletak pada tujuan wasiat itu sendiri. Imam Ali as tidak menyampaikan wasiat ini dalam kapasitas kemaksuman, tetapi sebagai ayah. Dengan demikian, beliau menjadikan dirinya dan putranya sebagai “peraga” agar setiap ayah dan anak dapat bercermin.
Imam Ja‘far ash-Shadiq as menegaskan:
“Sesungguhnya ucapan kami memiliki wajah lahir dan batin. Lahirnya untuk manusia, dan batinnya untuk para kekasih Allah.” (al-Kafi, jilid 1, hlm. 374)
Wasiat ini adalah pendidikan publik yang dibungkus dalam relasi privat.

