Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Pendidikan Sebelum Penyelewengan

0 Pendapat 00.0 / 5

Pesan tidak langsung yang sangat kuat dalam wasiat ini adalah pentingnya islah (pembenahan) sebelum inhiraf (penyimpangan). Imam Ali as seakan berkata: jangan menunggu hati ternoda baru membersihkannya. Karena dosa yang menumpuk akan mematikan sensitivitas moral.

Rasulullah saw bersabda:

“Jika seorang hamba melakukan dosa, maka dititikkan noda hitam di hatinya. Jika ia bertobat, noda itu dihapus. Jika ia mengulangi, noda itu bertambah hingga menutupi hatinya.” (HR. at-Tirmidzi, Sunan, no. 3334)

Inilah mengapa Imam Ali as bersegera: sebelum noda itu menutup hati.

Penutup: Wasiat yang Hidup Sepanjang Zaman

Wasiat Imam Ali as bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi pedoman hidup yang terus relevan. Ia mengajarkan bahwa pendidikan sejati adalah mendahului, bukan menunggu; membina, bukan menghakimi; dan menanam, bukan sekadar memerintah.

Dengan bahasa seorang ayah yang penuh kasih, Imam Ali as mengingatkan bahwa masa muda adalah ladang masa depan. Siapa yang menanam kebenaran hari ini, akan memetik keselamatan esok hari. Dan siapa yang menunda, akan berhadapan dengan penyesalan yang tak lagi dapat diperbaiki.