Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Kepribadian Imam Al-Husain as dalam Iman, Akhlak, dan Perlawanan (2)

0 Pendapat 00.0 / 5

Diriwayatkan bahwa suatu hari Imam Al-Husain bertemu dengan sekelompok fakir miskin yang sedang makan roti sederhana. Beliau memberi salam dan duduk bersama mereka. Setelah itu, beliau mengajak mereka ke rumahnya, menjamu mereka, serta memberikan pakaian dan bantuan yang mencukupi. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa kemuliaan Imam Al-Husain tidak melahirkan jarak, melainkan kedekatan yang tulus dengan kaum papa.

Padahal, secara sosial dan keagamaan, kedudukan Imam Al-Husain berada di puncak. Beliau adalah rujukan umat dalam ilmu dan kepemimpinan. Bahkan Ibnu Abbas pernah menahan untanya agar Imam Al-Husain lewat lebih dahulu sebagai bentuk penghormatan. Dalam perjalanan haji, banyak orang turun dari kendaraan mereka untuk berjalan kaki bersama beliau. Semua ini menunjukkan wibawa moral yang lahir dari kesucian jiwa, bukan dari kekuasaan formal.

Perhatian Imam Al-Husain kepada kaum lemah juga tampak secara nyata setelah wafatnya. Diriwayatkan adanya bekas luka di punggung beliau. Ketika ditanyakan, Imam Zainal Abidin as menjelaskan bahwa bekas itu berasal dari kebiasaan ayahnya memanggul air dan makanan untuk para janda, anak yatim, dan orang miskin, dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.

Sifat pemaaf Imam Al-Husain as pun berada di puncak keluhuran akhlak. Ketika seorang pembantunya melakukan kesalahan, lalu mengutip ayat-ayat Al-Qur’an tentang menahan amarah, memaafkan, dan berbuat ihsan, Imam Al-Husain tidak hanya memaafkan, tetapi juga memerdekakan pembantunya serta memberinya hadiah tambahan. Akhlak Al-Qur’an hidup dan bergerak dalam diri beliau.