Kelahiran Imam Mahdi dan Awal Kegaiban
Dalam situasi yang sangat berbahaya itulah Imam Mahdi as dilahirkan. Allah SWT menjaga kelahiran ini dalam kerahasiaan mutlak. Tidak seorang pun mengetahui kehamilan ibunda beliau selain Imam Hasan al-Askari dan seorang perempuan suci dari keluarga Ahlulbait. Bahkan setelah kelahiran, keberadaan Imam Mahdi hanya diberitahukan kepada murid-murid khusus yang terpercaya.
Penguasa Abbasiyah mengirim mata-mata dan algojo. Rumah Imam dikepung, diselidiki, bahkan dijarah. Namun kehendak Allah mengalahkan segala rencana. Imam Mahdi as diselamatkan, dijaga, dan pada akhirnya memasuki fase kegaiban—bukan karena takut, melainkan sebagai strategi ilahi untuk menjaga hujjah-Nya dari pembantaian.
Kegaiban bukanlah pelarian, melainkan bentuk penjagaan. Sebagaimana Allah menjaga Nabi Ibrahim dari api, Nabi Musa dari Fir‘aun, Ashabul Kahfi di dalam gua, dan Nabi Isa dari pembunuhan, demikian pula Allah menjaga Imam Mahdi as untuk sebuah misi besar di akhir zaman.

