Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Riwayat Panjang Tentang Keutamaan dan Kedahsyatan Hari Al-Ghadir Yang Jarang Diketahui 1

0 Pendapat 00.0 / 5

Hari al-Ghadir adalah hari kesempurnaan, hari kehinaan bagi setan, dan hari diterimanya amal-amal para pengikut dan pecinta keluarga Nabi Muhammad. Pada hari itulah Allah menyempurnakan agama. Pada hari itu Allah menjadikan seluruh amal orang-orang yang menentang-Nya seperti debu yang berterbangan. 

Hari itu juga merupakan hari ketika Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk menegakkan Kursi (singgasana) kemuliaan Allah di hadapan Baitul Ma’mur. Jibril naik ke atasnya, lalu para malaikat dari seluruh langit berkumpul di sekitarnya. Mereka memuji Nabi Muhammad dan memohonkan ampunan untuk para pengikut Amirul Mu’minin, para imam, serta para pecinta mereka dari keturunan Adam. 

Hari Ghadir adalah hari ketika Allah memerintahkan para malaikat pencatat amal untuk mengangkat pena dari para pecinta Ahlul Bait dan para pengikut mereka selama tiga hari, sejak hari al-Ghadir. Para malaikat tidal mencatat kesalahan-kesalahan mereka sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad, ‘Ali, dan para imam.

Hari itu merupakan hari yang Allah khususkan bagi Nabi Muhammad, keluarganya, dan orang-orang yang memiliki hubungan kasih dengan mereka. Pada hari itu Allah menambah karunia bagi orang yang beribadah, melapangkan rezeki keluarganya, dirinya, dan saudara-saudaranya, serta membebaskannya dari api neraka.

Hari Al-Ghadir adalah hari ketika usaha para pengikut Ahlul Bait disyukuri, dosa-dosa mereka diampuni, dan amal-amal mereka diterima. Ia adalah hari pelepasan kesusahan, hari diringankannya beban-beban, hari pemberian dan anugerah, hari penyebaran ilmu, hari kabar gembira, dan hari raya terbesar. Ia adalah hari dikabulkannya doa, hari peristiwa agung, hari mengenakan pakaian indah dan menanggalkan pakaian hitam (pakaian berkabung), hari pemenuhan perjanjian, hari dihilangkannya kegundahan, dan hari pengampunan bagi para pendosa dari kalangan pengikut Amirul Mu’minin.