Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 2

0 Pendapat 00.0 / 5

Bagian 2.2. Penguasaan Diri sebagai Syarat Keteladanan

Inti karakter al-Husain adalah penguasaan diri. Khamenei mengajak pembaca memilih teladan yang tepat.

“Orang yang paling cerdas hanya memilih para wali Allah sebagai panutan mereka. Salah satu ciri terpenting mereka adalah bahwa mereka berada pada tingkat keberanian, kekuatan, dan keberdayaan yang menjadikan mereka tuan, bukan budak, atas diri mereka sendiri.”⁸

Ciri utama teladan sejati adalah menjadi tuan atas dirinya. Sebuah kisah lama dipakai untuk menegaskannya.

“Jangan marah, sebab engkau adalah budak hasrat dan amarahmu. Adapun aku, aku menundukkan hasrat dan amarahku hingga keduanya menjadi budakku.”⁹

Penguasaan diri ini bukan urusan pribadi semata. Ia menjadi syarat untuk menyelamatkan orang lain. Hanya orang yang merdeka dari hawa nafsunya yang sanggup berkorban. Catatan ini penting. Pada Bab 3 kita akan melihat bahwa penyelamat haruslah orang yang tanpa pamrih. Pada Bab 4 kita akan melihat bahwa cinta dunia justru menggelincirkan para elite. Penguasaan diri al-Husain adalah lawan langsung dari penyakit itu. Lebih jauh, kedudukannya melampaui manusia.

“Cahaya Imam al-Husain bersinar bukan hanya atas kita yang hina dari tanah liat, tetapi juga atas seluruh alam wujud, atas ruh para wali Allah dan orang-orang agung, atas para malaikat yang didekatkan kepada Allah.”¹⁰