Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 3

0 Pendapat 00.0 / 5

Bagian 2.3. Pertempuran Melawan Satu Dunia

Pada masa al-Husain, ancaman terbesar bukanlah pedang, melainkan distorsi.

“Distorsi, pada masa itu, adalah ancaman moral terbesar bagi Islam. Ia bagaikan banjir kerusakan dan kekotoran yang menyapu lalu mengendap di benak kaum Muslim.”¹¹

Menghadapi distorsi menuntut inisiatif. Khamenei menarik prinsip yang berlaku lintas zaman.

“Cara terbaik menggagalkan serangan musuh dan merusak persiapannya adalah dengan menyerang lebih dulu.”¹²

Musuh itu kemudian ia namai secara terbuka. “Musuh itu adalah arogansi Barat, dengan budayanya yang jahil, hina, dan otoriter. Kini ia menghadapi tantangan serius dari Islam yang sejati, bukan Islam propaganda.”¹³ Maka pertempuran Karbala harus dibaca pada dimensi ruhaninya, bukan pada dimensi materialnya.

“Pertempuran al-Husain yang sebenarnya adalah melawan satu dunia penyimpangan dan kegelapan; inilah yang penting. Pihak yang menentangnya memiliki segalanya: uang, emas, kekuasaan, para penulis, penyair, perawi hadis, dan para juru bicara.”¹⁴

Karena dimensi yang menentukan adalah ruhani, maka jumlah pendukung tidak relevan.

“Seandainya tujuh puluh dua sahabatnya itu berjumlah tujuh puluh dua ribu, hal itu pun tidak akan mengurangi keagungannya. Keagungan Imam al-Husain terletak pada keteguhan dan keyakinannya saat menghadapi dunia yang menentangnya dan merampas haknya.”¹⁵

Prinsip ruhani mengatasi material ini akan menjadi salah satu tiang benang merah. Kita akan mengujinya pada Bab 5. Prinsip inilah yang membuat kesyahidan tetap dihitung sebagai keberhasilan.