Tasawuf dimulai dari qalb
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menerjemahkan qalb sebagai hati. Namun Kang Jalal menjelaskan bahwa dalam khazanah tasawuf, qalb mempunyai dua pengertian. Pertama adalah jantung sebagai organ fisik yang memompa darah ke seluruh tubuh. Kedua adalah hati dalam pengertian ruhani, yaitu pusat kesadaran manusia, tempat lahirnya cinta, keikhlasan, ketakutan, harapan, dan seluruh keputusan moral. Hati inilah yang menentukan baik buruknya seluruh perilaku manusia. Karena itu Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila segumpal daging itu baik, baiklah seluruh tubuh, dan apabila ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Kang Jalal mengajak pembaca memahami hadis ini bukan hanya secara biologis, tetapi terutama secara spiritual.
Dari sinilah tasawuf mulai menemukan maknanya.
Selama ini manusia begitu sibuk memperbaiki penampilannya.
Ia belajar berbicara.
Belajar memimpin.
Belajar mencari harta.
Belajar mengumpulkan ilmu.
Tetapi berapa banyak yang sungguh-sungguh belajar membersihkan hati?
Padahal, menurut Kang Jalal, hati adalah tempat pertama yang dipandang Allah.

