Bukan karena beliau sibuk membahas identitas mazhab
Tetapi karena seluruh perjalanan spiritual yang beliau bangun selalu bergerak dari penyucian jiwa menuju makrifat, dan dari makrifat menuju akhlak yang semakin menyerupai teladan Rasulullah dan Ahlulbait. Yang dicari bukan kemenangan dalam perdebatan, melainkan kemenangan atas hawa nafsu sendiri. Dan kemenangan terbesar itu tidak pernah terjadi di luar diri manusia.
Ia selalu dimulai dari hati

