Di Balik Pesona Gagasan dan Pemikiran: Antara Tajassumul A’mal dengan Keadilan Ilahi 1
Ketika seseorang menganut suatu pendapat, ideologi dan pemikiran, kemudian hal itu disampaikan atau diajarkan kepada orang lain dan akhirnya pendapat itu diikuti atau berpengaruh besar dalam kehidupan orang lain, sebenarnya yang terjadi bukan hanya transfer pengetahuan, bukan hanya sebagai aktivitas intelektual dan wacana keilmuan, tetapi juga memiliki implikasi pada kebahagiaan dan keselamatan seseorang di alam barzakh dan akhirat. Setiap pemikiran yang diyakini, diajarkan, dan diwariskan memiliki dimensi batin. Aktivitas berpikir dan menyampaikan teori tidak berhenti pada ranah intelektual, melainkan menjadi bagian dari pertanggungjawaban eksistensial manusia di hadapan Allah. Jika kandungannya benar, maka akan menjadi pahala jariyah selama orang-orang mengikuti pendapat itu. Namun jika kandungannya salah atau menyesatkan, maka akan menjadi dosa jariyah selama orang-orang mengikuti pendapat itu.
Hal ini berdasarkan hadis dari Imam Ja’far al-Shadiq as:
لا يتكلم الرجل بكلمة حق يؤخذ بها إلا كان له مثل أجر من أخذ بها، ولا يتكلم بكلمة ضلال يؤخذ بها إلا كان عليه مثل وزر من أخذ بها.
Jika seseorang mengucapkan suatu perkataan yang benar, lalu perkataan itu diterima dan diamalkan orang lain, maka ia memperoleh pahala yang sama seperti pahala orang yang menerima dan mengamalkannya. Dan jika seseorang mengucapkan suatu perkataan yang sesat, lalu perkataan itu diterima dan diikuti, maka ia menanggung dosa yang sama seperti dosa orang yang menerima dan mengikutinya
Tsawab al-A’mal, halaman 162

