Standar Ganda terhadap Ahlulbait
Dalam sejarah Islam, terdapat banyak tokoh yang mengalami penganiayaan, disiksa, dipenjara, bahkan dihukum mati karena mempertahankan keyakinan atau pandangan keagamaannya.
Bersamaan dengan itu, berkembang pula berbagai cerita tentang keajaiban yang menyertai mereka setelah wafat. Menariknya, sebagian cerita tersebut diterima dan dicatat dalam buku dan kitab sejarah maupun manaqib.
Namun, ketika cerita serupa dinisbatkan kepada Ahlulbait Nabi saw, tidak sedikit yang menolaknya, mentertawakannya, karena dianggap lelucon, dianggap sebagai khurafat, takhayul dan dibarengi dengan pernyataan sesat.
Tulisan ini tidak bermaksud menetapkan kebenaran setiap cerita karamah, melainkan mengajak pembaca melihat adanya kemungkinan standar penilaian yang berbeda terhadap Ahlulbait.

