Objektivitas penenliti
Sikap ilmiah menuntut konsistensi karena sering kali ketika menjumpai riwayat-riwayat karamah mengenai Ahlulbait Nabi saw, pendekatan yang adil adalah menelitinya dengan metodologi ilmiah yang sama.
Sebuah riwayat semestinya diterima atau dikritisi berdasarkan kualitas sumber dan sanadnya, bukan semata-mata berdasarkan tokoh yang menjadi subjeknya. Sikap ilmiah menuntut konsistensi dalam menggunakan ukuran penilaian terhadap seluruh riwayat sejarah.
Semoga bermanfaat
1. Al-Hallaj: Tarikh Baghdad (Al-Khatib al-Baghdadi), Siyar A’lam al-Nubala’ (Al-Dzahabi), Tabaqat al-Sufiyyah.
2. Ahmad bin Nashr al-Khuza’i: Siyar A’lam al-Nubala’, Tarikh Baghdad, Tarikh al-Islam.
3. Kepala Imam Husain membaca Al-Qur’an: Maqtal al-Husain karya Abu Mikhnaf, Kamil al-Ziyarat karya Ibn Qulawayh, Manaqib Ali Abi Thalib karya Ibn Syahr Asyub, Bihar al-Anwar karya Al-Majlisi, serta •beberapa kitab sejarah Ahlus Sunnah yang turut menukil riwayat tersebut
4. Kisah rahib yang masuk Islam: Kamil al-Ziyarat, Bihar al-Anwar, Nafas al-Mahmum, dan kitab-kitab maqtal lainnya.

