Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Anggapan dan Merasa-Rasa Bukanlah Perkara Kecil 3

0 Pendapat 00.0 / 5

Juga ada riwayat dari Imam Ja’far al-Shadiq as bahwa ketika seseorang merasa amal kebaikannya sudah banyak maka setan tidak perlu lagi menggodanya karena dengan merasa seperti itu amalnya tidak akan diterima (Al-Khishal, jilid 1, halaman 112, no. 86). Merasa puas dengan amal, menghitung-hitung amal sehingga menganggap kebaikannya sudah banyak, dan menjadikan amal sebagai sandaran, semua ini akan menjadikan seseorang merasa aman-aman saja dalam perjalanan. Rasa aman inilah yang menghambat bahkan mematikan perjalanan karena perjalanan sejati justru hidup dari rasa butuh yang terus menerus. Bagaimana mungkin ia merasa butuh, sedang ia tidak merasa kurang?

Sebaliknya, selama orang masih merasa sangat kurang dalam beribadah dan berbuat baik, ia akan terus memperbaiki diri, memohon ampun, dan berharap kemurahan dan rahmat Allah. Seseorang yang amalnya sedikit namun selalu merasa dirinya fakir dan hina di hadapan Allah bisa jadi lebih dekat kepada-Nya daripada orang yang memiliki banyak amal tetapi dipenuhi rasa memiliki dan bangga diri. Bagi pesuluk, amal bukan alasan untuk merasa lebih mulia dan aman, melainkan alasan untuk semakin bersyukur, tertunduk malu, khawatir dan berharap. Ia tertunduk malu akan kekurangan-kekurangannya dalam beramal. Ia khawatir direnggutnya nikmat untuk bisa (konsisten) beramal. Namun ia tetap berharap dan memohon kepada Allah agar terus memberinya taufiq dan kemudahan untuk beramal.