Semua Orang Takut Mati. Tetapi Mengapa?
Hampir semua manusia memiliki satu ketakutan yang sama: kematian. Anehnya, kita tahu bahwa kematian pasti datang, tetapi kita lebih senang menghindari pembicaraan tentangnya. Rumah sakit menjadi tempat yang ingin segera ditinggalkan. Pemakaman cepat berlalu dari ingatan. Bahkan kata “mati” sering diganti dengan ungkapan yang lebih halus, seolah-olah mengucapkannya saja sudah membawa kesialan.
Fenomena inilah yang menarik perhatian Sal Sabillah Nikmatus Solikah, mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam skripsinya, ia memilih membandingkan dua pemikir Muslim Indonesia yang sama-sama berbicara tentang kematian, tetapi dengan bahasa yang berbeda: KH. Jalaluddin Rakhmat dan Prof. Komaruddin Hidayat.
Namun, ketika membaca keseluruhan skripsi ini, tampak bahwa pemikiran Kang Jalal memiliki warna yang sangat khas. Ia tidak memulai pembahasan dari rasa takut, melainkan dari cara memandang kehidupan itu sendiri.

