Di Mana Letak Perbedaannya dengan Komaruddin Hidayat mengenai kematian?
Inilah bagian paling menarik dari penelitian ini.
Penulis menemukan bahwa kedua tokoh sama-sama mengajak manusia tidak takut kepada kematian. Namun jalur yang ditempuh berbeda.
Komaruddin Hidayat lebih banyak menggunakan pendekatan psikologis. Ia mengajak manusia berdamai dengan kematian melalui optimisme, refleksi, dan pencarian makna hidup.
Sementara Kang Jalal melangkah lebih jauh.
Beliau memandang kematian sebagai proses tazkiyah (penyucian jiwa), sebuah perpindahan menuju alam yang lebih hakiki. Karena itu, kematian bukan sekadar diterima, tetapi dipahami sebagai bagian dari kasih sayang Allah kepada manusia.
Di sinilah letak keunikan pemikiran Kang Jalal yang ditangkap dengan baik oleh penulis skripsi ini.

