Mengingat Mati, Mencintai Hidup
Ada anggapan bahwa orang yang sering mengingat kematian akan menjadi pesimis.
Kang Jalal justru menunjukkan kebalikannya.
Semakin seseorang sadar bahwa hidup di dunia terbatas, semakin ia menghargai setiap detik kehidupannya. Hubungan dengan keluarga menjadi lebih hangat. Kesempatan berbuat baik menjadi lebih berharga. Kesombongan kehilangan tempatnya.
Kesadaran akan kematian bukan membuat manusia menjauh dari kehidupan, melainkan membuatnya hidup dengan lebih sadar.
Paradoks inilah yang menjadi salah satu pesan paling kuat dari skripsi Sal Sabillah Nikmatus Solikah.

