Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam
Seorang tamu dari Bahrain pernah bercerita.
Di Wadi as-Salam, Najaf, ada seorang gadis berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun. Setelah ibunya wafat, hampir setiap malam ia tidur di dekat makam sang ibu karena tidak sanggup berpisah.
Suatu malam ia mengalami sesuatu yang luar biasa.
Keesokan paginya seluruh rambutnya memutih.
Ia bercerita bahwa dirinya mendengar pertanyaan-pertanyaan di alam barzakh.
“Siapa Tuhanmu?”
“Allah.”
“Siapa Nabimu?”
“Muhammad.”
“Apa kitabmu?”
“Al-Qur’an.”
“Ke mana kiblatmu?”
“Ka’bah.”
Hingga akhirnya terdengar pertanyaan,
“Siapa imammu?”
Saat itulah hadir sosok yang sangat agung.
Kemudian terdengar kalimat yang sangat singkat.
لَسْتُ بِإِمَامِكَ
“Aku bukan imam bagimu.”
Kalimat itulah yang membuat rambut gadis itu memutih.

