Ketika Kekuasaan Membungkam Para Pembawa Nurani 2
Ketika kekuasaan berada di tangan orang-orang licik,
tak heran jika Dzu al-Nun pun harus mendekam dalam penjara.
Saat pena dipegang oleh para pengkhianat,
jangan heran bila Mansur berakhir di tiang gantungan.
Ketika urusan dan kuasa jatuh ke tangan orang-orang bodoh,
maka pembunuhan para nabi pun dianggap wajar.
Banyak Yusuf terperosok dalam sumur karena tipu daya saudara-saudara yang iri,
yang menyerahkan Yusuf kepada para serigala karena dengki.
(Rumi, Masnawi, jilid 2, bait: 1393, 1398, 1399, 1406)
Di sini Rumi membongkar mekanisme sosial kekuasaan zalim: kebenaran dibungkam, kebijaksanaan dipenjara, dan kesucian disingkirkan. Sebelum lubang kezaliman menelan sang penguasa, ia lebih dulu menelan Yusuf-Yusuf, yang seharusnya menjadi cahaya bagi masyarakat.

