Imam Hasan as dan Pria Arab Baduy1
Suatu hari Imam Hasan as yang masih kecil bersama kakeknya di sebuah bukit di gurun pasir. Nabi Muhammad Saw tak henti-hentinya menatap wajah cucunya, mengajaknya bermain dan bercanda dengannya. Sementara itu, para sahabat hanya tersenyum menyaksikan keakraban beliau berdua.
Tiba-tiba, dari bawah bukit terdengar hiruk pikuk, seorang pria Arab Baduy berkali-kali berterik dengan kerasnya. Ia mencari Nabi Muhammad saw.
“Dimanakah Muhammad? Aku ada urusan dengannya,” teriaknya keras.
Nabi Muhammad Saw hanya tersenyum mendengar teriakannya. Beliau memandang ke arah Imam Hasan as dan berkata, “Sebentar lagi akan datang seorang Pria Baduy. Ia berkata kasar dan tidak sopan.”
Tak lama kemudian, muncullah seorang Pria Arab Baduy itu. Wajahnya merenggut tak ramah, keningnya mengerut penuh kebencian.
“Siapakah di antara kalian yang namanya Muhammad?” tanyanya kasar.
“Aku.” jawab Nabi Muhammad Saw sembari menatap ke arahnya. Pria Arab Baduy itu menatap tajam Nabi Muhammad Saw. Tatapannya penuh dendam. Kelopak matanya melotot dan wajahnya merah padam menakutkan.
“Wahai Muhammad, aku sangat benci kepadamu. Dengan melihatmu, aku semakin benci,” ucapnya kasar.
Para sahabat tampak sangat marah atas kelancangan Pria Arab Baduy itu. Hampir saja mereka memberikan hukuman padanya, namun kemudian dicegah oleh Nabi Muhammad Saw.
Pria Arab Baduy itu tak henti-hentinya kembali berkata kasar.
“Wahai Muhammad, kamu kira seorang nabi? Ketahuilah, kamu berbohong! kamu bukan seorang nabi, karena kamu tidak punya mukjizat seperti para nabi,” ujarnya.
“Apakah kamu tahu mukjizat yang kumiliki?” tanya Nabi Muhammad Saw tenang.

