Analogi Lotre yang Sulit Dilupakan
Untuk menjelaskan perbedaan antara pluralisme dan sinkretisme, Kang Jalal menggunakan sebuah ilustrasi yang sangat sederhana.
Beliau mengibaratkannya seperti membeli tiket lotre.
Orang yang percaya hanya ada satu tiket yang menang akan membeli sebanyak mungkin tiket agar peluang menang semakin besar.
Tetapi jika setiap tiket memiliki peluang yang sama, tidak ada gunanya membeli semuanya.
Demikian pula dalam beragama.
Seorang penganut sinkretisme merasa perlu mengumpulkan berbagai agama sekaligus demi mencari keselamatan.
Sebaliknya, seorang pluralis cukup berpegang teguh pada agamanya sendiri, tanpa merasa perlu menghapus atau mengambil identitas agama lain.
Analogi sederhana ini membuat konsep pluralisme yang sering terdengar rumit menjadi mudah dipahami oleh masyarakat awam.

