Mengapa Tuhan Membiarkan Agama Berbeda?
Di sinilah letak kekhasan pemikiran Kang Jalal.
Beliau tidak melihat keberagaman agama sebagai kegagalan sejarah manusia.
Sebaliknya, keberagaman itu dipandang sebagai bagian dari kehendak Tuhan.
Kalau Tuhan menghendaki semua manusia memiliki keyakinan yang sama, tentu Dia mampu melakukannya.
Namun kenyataannya tidak demikian.
Manusia hidup dalam keberagaman.
Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukanlah mengapa agama berbeda, tetapi bagaimana manusia tetap dapat hidup damai di tengah perbedaan tersebut.
Menurut Kang Jalal, keberagaman menjadi ruang bagi manusia untuk berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling meniadakan.

