Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Perbedaan Sebagai Jalan Berbuat Baik

0 Pendapat 00.0 / 5

Membaca jurnal karya Mutiara Afrilia dan Zulfan Taufik membuat kita melihat kembali satu sisi penting pemikiran Jalaluddin Rakhmat yang sering tertutup oleh berbagai stigma. Melalui pembacaan atas karya-karya Kang Jalal, jurnal ini memperlihatkan bahwa pluralisme yang beliau maksud bukanlah upaya mencampurkan agama atau menghapus identitas keyakinan seseorang. Pluralisme adalah kesediaan menghormati keberadaan orang lain sebagai sesama manusia, sambil tetap teguh memegang ajaran agama yang diyakininya.

Bagi Kang Jalal, keberagaman bukan persoalan yang harus diselesaikan, melainkan kenyataan yang harus dikelola dengan kebijaksanaan. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, kehidupan bersama tidak dibangun dengan menyeragamkan keyakinan, tetapi dengan menumbuhkan keadilan, penghormatan, dan dialog yang bermartabat. Di situlah agama menunjukkan wajahnya yang paling indah: bukan ketika berhasil memenangkan perdebatan, melainkan ketika mampu melahirkan manusia yang lebih jujur, lebih adil, lebih penyayang, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Mungkin itulah pesan yang paling kuat dari jurnal ini. Sebelum memberi penilaian terhadap pemikiran Jalaluddin Rakhmat, bacalah terlebih dahulu karya-karyanya secara utuh. Sebab ilmu selalu dimulai dari kesediaan untuk memahami, bukan dari keinginan untuk segera menghakimi. Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan, pelajaran itu justru menjadi warisan intelektual Kang Jalal yang paling berharga.