Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 1
Hari ini, tanah suci Qom menyambut kepulangan pahlawannya. Jenazah suci Sang Imam, Pemimpin Besar Sayyid Ali Husayni Khamenei yang syahid, bersama jasad-jasad suci keluarganya, telah tiba di kota Mulla. Setelah lautan manusia membanjiri Teheran, kini giliran Qom menjadi saksi sebuah perpisahan paling agung pada abad ini.
Qom bukanlah kota biasa. Ribuan tahun sejarahnya merupakan lembaran peradaban yang menjadi tempat bernaung para ulama, ahli hukum, dan pemikir besar Islam. Di rahim kota ini mengalir dan bersemayam darah-darah suci keturunan Nabi Muhammad SAW. Jantung kota berdenyut di bawah naungan kubah emas Sayyidah Fatimah Masumah a.s, putri Imam Ketujuh dan saudari tercinta Imam Kedelapan umat Syiah. Tepat satu abad yang lalu, Seminari Qom berdiri kokoh di sisi haram beliau dan menjelma menjadi mercusuar ilmu Islam yang sinarnya menerangi dunia. Qom merupakan jantung spiritual Islam Syiah, rahim suci tempat Marja’iyyah dilahirkan, sekaligus tanah berkah tempat benih-benih Wilayat al-Faqih disemai hingga tumbuh mengakar dengan kokoh.
Namun hari ini, perhatian dunia tertuju pada satu titik sakral lainnya, yakni Masjid Jamkaran. Tempat yang dibangun lebih dari seribu tahun lalu atas perintah suci Imam Keduabelas, Imam Al-Mahdi a.f.s, pada awal masa kegaibannya.

