Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 3
Titik Temu Takdir dan Sejarah
Di bawah langit Jamkaran, takdir dan sejarah mempertemukan simbol-simbol perjuangan dalam satu rangkaian makna yang utuh. Masjid Jamkaran berdiri sebagai menara penantian dan lambang kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Imam Mahdi a.f.s. Di sekelilingnya, Panji Merah Karbala berkibar laksana seruan perlawanan dan penuntutan keadilan abadi yang diwariskan Imam Husain a.s,. Di tengah pusaran kesucian itu bersemayam jasad Sang Imam yang syahid, seorang pemimpin agung yang mengabdikan seluruh hidupnya demi tegaknya cita-cita Revolusi Islam dan kokohnya poros perlawanan dunia.
Upacara pemakaman ini bukan penanda berakhirnya sebuah era. Peristiwa ini merupakan jeritan kalbu yang mengisyaratkan bahwa fajar rangkaian peristiwa besar yang akan mengguncang dunia mulai menyingsing.
Bagi para pengamat dan masyarakat dunia yang menyaksikannya, peristiwa ini bukan hanya sebuah upacara pemakaman. Momen ini menghadirkan sebuah titik balik geopolitik sekaligus spiritual yang besar, sebuah awal menuju tatanan dunia baru. Getarannya mulai terasa, sementara gaungnya diperkirakan akan terus membentuk wajah sejarah pada tahun-tahun mendatang.

