Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Dari Media Sayyidah Zainab s.a, ke Media Kita1

0 Pendapat 00.0 / 5

Setiap kali mengenang peristiwa Karbala, selain tertuju pada perjuangan Imam Husain a.s, di medan perang, perhatian kita juga mengarah kepada Sayyidah Zainab s.a, sosok yang memastikan pengorbanan Karbala tidak terkubur oleh propaganda penguasa.

Setelah Imam Husain a.s, dan para syuhada gugur, Sayyidah Zainab s.a, bersama Imam Ali Zainal Abidin a.s, memikul amanah untuk menyampaikan kepada umat apa yang sebenarnya terjadi di Karbala. Di tengah duka yang mendalam, kehilangan orang-orang tercinta, dan perjalanan panjang sebagai tawanan, beliau tidak membiarkan kebenaran tenggelam. Melalui khutbah-khutbahnya di Kufah dan Damaskus, beliau membongkar kebohongan pemerintahan Yazid dan membangkitkan kesadaran umat tentang tujuan mulia kebangkitan Imam Husain a.s,.

Peran inilah yang membuat banyak ulama menyebut Sayyidah Zainab s.a, sebagai penyampai risalah Karbala. Jika Imam Husain a.s, mempertahankan Islam dengan darahnya, makaSayyidah Zainab a.s, menjaga agar pesan pengorbanan itu tetap hidup melalui lisan dan penjelasannya.

Yang menarik untuk direnungkan adalah keadaan beliau saat itu. Sayyidah Zainab s.a, bukanlah seorang yang bebas. Beliau adalah seorang tawanan. Geraknya dibatasi, tidak memiliki fasilitas, dan seluruh keadaan seolah ingin membungkam suaranya. Beliau tidak memiliki kamera, mikrofon, surat kabar, apalagi media sosial sebagaimana yang kita miliki saat ini. Namun, keterbatasan itu tidak pernah menghalangi beliau untuk menjalankan misinya.

Dari sini kita belajar bahwa yang paling menentukan bukanlah banyak atau sedikitnya sarana yang dimiliki, melainkan ada atau tidaknya kemauan untuk menyampaikan kebenaran dan menghadirkan manfaat.