Jalan Pulang Agama 4
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kegelisahan yang sama juga hadir dalam tradisi Islam? Jawabannya dapat ditemukan melalui perjalanan intelektual Dr. Jalaluddin Rakhmat. Apabila teologi pembebasan berusaha mengembalikan Kekristenan kepada pembelaan terhadap kaum tertindas, maka Dr. Jalaluddin Rakhmat berusaha mengembalikan Islam kepada tujuan utamanya, yaitu memuliakan manusia melalui akhlak, kasih sayang, dan keadilan.. Perjalanan tersebut dapat ditelusuri jejaknya dalam karya Dr. Jalaluddin Rakhmat yang berjudul Islam Alternatif, Islam Aktual, Halaman Akhir 1 dan Halaman Akhir 2, serta Dahulukan Akhlak di atas Fiqih.
Kegelisahan yang serupa juga tumbuh dalam pemikiran Dr. Jalaluddin Rakhmat. Dalam perjalanannya Dr. Jalaluddin Rakhmat mensintesiskan segala kegelisahan tersebut yang tidak muncul secara tiba-tiba melalui Dahulukan Akhlak di Atas Fiqih. Apabila seluruh karya beliau dibaca secara utuh, tampak sebuah perjalanan intelektual yang berkembang secara bertahap.
Melalui Islam Alternatif, Dr. Jalaluddin Rakhmat mengajak umat Islam melihat bahwa agama tidak boleh direduksi menjadi identitas, simbol, ataupun perdebatan mazhab. Islam menawarkan kemungkinan lain, yakni Islam yang berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan, ilmu pengetahuan, dialog, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Agama juga harus dipahami sebagai kekuatan yang membangun peradaban, bukan sekadar mempertahankan tradisi.
Gagasan tersebut kemudian diperdalam melalui Islam Aktual. Dalam karya tersebut, Islam tidak ditempatkan sebagai ajaran yang berhenti pada teks, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. Kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan, krisis moral, dan hubungan antarmanusia menjadi ruang untuk aktualisasi nilai-nilai Islam. Agama menemukan relevansinya ketika mampu menghadirkan solusi bagi persoalan kemanusiaan.

