Maulid Nabi SAW dan Ujian Istiqamah Umat 1
Maulid Nabi Muhammad SAW memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi maknanya tidak berhenti pada kenangan tentang hari kelahiran beliau. Setiap peringatan Maulid membawa umat kembali kepada satu persoalan mendasar: setelah lebih dari empat belas abad, apakah jalan yang dibawa Rasulullah SAW masih dijaga dengan keteguhan, atau cinta kepada beliau perlahan berhenti sebagai ungkapan yang tidak lagi memikul amanah risalah?
Surah Hud dan Beban Istiqamah
Di antara riwayat yang paling menggugah tentang beratnya amanah tersebut adalah sabda Rasulullah SAW.
شَيَّبَتْنِي سُورَةُ هُودٍ
“Surah Hud telah membuatku beruban.”
Riwayat ini dikenal dalam khazanah Sunni dan Syiah, meskipun terdapat perbedaan dalam redaksi serta penyebutan surah-surah yang dikaitkan dengannya. Dalam riwayat yang dicatat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menyebut Surah Hud bersama Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, ‘Amma Yatasa’alun, dan At-Takwir. Dalam khazanah Syiah Imamiyah, Syekh ash-Shadūq juga mencatat riwayat serupa dalam Al-Amālī, dengan Surah Hud tetap termasuk di antara surah yang disebut.

