Persatuan yang Menuntut Keteguhan
Pekan Persatuan Islam memberikan konteks yang tepat untuk membaca kembali pesan tersebut. Dunia Islam tidak pernah kekurangan seruan tentang persatuan. Persoalannya terletak pada rapuhnya kemampuan menjaga kebersamaan ketika kepentingan kelompok mulai berbenturan, perbedaan pandangan berubah menjadi permusuhan, dan identitas digunakan untuk memperlebar jarak di antara sesama Muslim.
Persatuan tidak menuntut umat menjadi seragam. Sejak awal, Islam tumbuh di tengah perbedaan bangsa, bahasa, suku, dan pengalaman sejarah. Perbedaan bukan masalah. Persatuan menjadi masalah ketika dipelihara sebagai alasan untuk bermusuhan.
Menjaga persatuan membutuhkan istiqamah. Menyerukan persatuan jauh lebih mudah daripada mempertahankannya. Membela kelompok sendiri sering terasa lebih mudah daripada berlaku adil. Menyerang pihak lain dapat dilakukan dalam waktu singkat, sementara membangun pengertian membutuhkan kesabaran dan kedewasaan. Umat tidak akan menjadi kuat hanya karena memiliki musuh yang sama apabila hubungan di antara sesamanya terus dibiarkan rapuh.
Istiqamah bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan dari luar. Umat juga dituntut menjaga keadilan, persaudaraan, dan arah bersama ketika benih perpecahan tumbuh dari dalam tubuhnya sendiri.

