Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Mengapa Ghadir Tidak Pernah Selesai

0 Pendapat 00.0 / 5

Khalifah dan Pertanyaan tentang Manusia

Sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT tidak membiarkan manusia berjalan tanpa hujjah. Karena itu, kepemimpinan Ilahi tidak pernah sepenuhnya tunduk kepada kehendak politik manusia. Kehadirannya merupakan bagian dari kehendak Allah SWT sendiri. Ketika Allah berfirman kepada para malaikat dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi,” para malaikat bertanya, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”

Pertanyaan itu tidak berhenti pada kisah Nabi Adam a.s,. Pertanyaan tersebut terus mengikuti sejarah manusia hingga hari ini. Bagaimana manusia menjaga arah hidupnya di tengah kecenderungan menuju kerusakan, kekuasaan, dan pertumpahan darah?

Karena itu, khalifah Ilahi tidak hadir sebagai hasil kesepakatan manusia. Kekhalifahan merupakan bagian dari kehendak Allah SWT dalam menjaga arah kehidupan manusia. Risalah dan Imamah berada dalam satu garis hidayah. Risalah membawa wahyu, sementara Imamah menjaga manusia tetap terhubung dengan kebenaran wahyu di dalam sejarah. Dari sini bahwa Ghadir Khum bukan peristiwa sejarah biasa. Ghadir berbicara tentang kesinambungan misi Ilahi setelah berakhirnya kenabian.