Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Baqir a,s: Pemrakarsa Kebangkitan Intelektual Syiah 1

0 Pendapat 00.0 / 5

Dalam sebuah pidato penuh makna yang disampaikan usai majelis duka memperingati Syahadah Imam Muhammad Baqir pada Selasa malam (3/6), Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menekankan peran fundamental Imam kelima Ahlul Bait dalam membangkitkan kekuatan pengaruh serta membangun landasan kokoh pemikiran Syiah di tengah tekanan brutal rezim Bani Umayyah dan Marwan yang kejam.

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa Imam Baqir berhasil membentuk arus intelektual yang luas dan berdampak besar bagi perkembangan mazhab Ahlul Bait, bahkan ketika berada dalam cengkeraman kekuasaan para tiran. Ayatullah Khamenei mengatakan; “Imam Baqir (a,s) mampu mengembangkan pemikiran Syiah dan memperluas pengaruhnya di tengah lingkungan yang penuh tekanan, penindasan, dan kebengisan dari penguasa zalim seperti Hisyam dan para pendahulunya dari Bani Umayyah.”

Dalam pidatonya itu, Ayatullah Khamenei juga menyinggung konteks sejarah penting pasca-Tragedi Karbala. Beliau menuturkan bahwa ketakutan yang ditanamkan oleh rezim tiran setelah syahadah Imam Husain (a,s) begitu besar hingga hanya tersisa tiga, empat, atau lima orang sahabat setia di sisi Imam Ali Zainal Abidin (a,s).

“Riwayat menyebutkan bahwa setelah Asyura, umat Islam diliputi ketakutan luar biasa. Mereka menyaksikan bagaimana kekuasaan ini tidak ragu menumpahkan darah putra Nabi dan memperlakukan keluarga Rasulullah dengan kebiadaban yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Ketakutan itu membuat hanya segelintir yang tetap berada di sisi Imam Sajjad (a,s).”

Namun, perjuangan tidak terhenti di situ. Dalam kurun waktu tiga puluh lima tahun, Imam Sajjad (a,s) membina segelintir orang tersebut dalam diam dan kesabaran. Ketika tampuk kepemimpinan berpindah ke Imam Baqir (a,s), kelompok kecil ini berkembang. Perlahan, para pencari kebenaran pun mulai bergabung. Imam Baqirlah yang membuka pintu kebangkitan intelektual dan menanamkan semangat perlawanan dalam bentuk penguatan ilmu, kesadaran politik, dan keberanian untuk bangkit.