Apa yang Menarik Hidayah Allah
Fatimah, putri yang sangat beruntung memiliki seorang ayah seperti Imam Husein, seorang seperti Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib yang menjadi kakeknya dan seorang seperti Fatimah Zahra yang menjadi neneknya, serta menjadi darah daging Rasulullah saw.
Sang ayah seorang manusia agung telah mendidiknya dengan baik. Sebagaimana dalam Islam yang memberikan perhatian besar pada pendidikan anak. Di dalam urusan penting ini, Islam memberi tugas kepada orangtua untuk mendidik anak-anak mereka. Menurutnya, efektifitas pendidikan yang baik lebih kuat dari pengaruh lingkungan dan faktor-faktor lainnya di luar.
Imam Sajjad as: “Hak anakmu ialah hendaknya kamu sadari bahwa dia lahir darimu dan bersandar kepadamu dalam laju dunia, dalam baik dan buruknya. Kamu bertanggung jawab atas kewalianmu baginya berupa etika yang baik, menuntunnya kepada Allah dan membantunya untuk taat kepada-Nya. Jadi dalam urusan anak, berlakulah seorang yang sadar bahwa akan terpuji -dengan pahala- atas perlakuan yang baik dan akan tercela -dengan siksaan- atas perlakuan buruk terhadapnya.” (Bihar al-Anwar juz 67 hal 7)
Sedemikian penting pendidikan yang baik di mata Islam, namun tetaplah ia merupakan sarana untuk tujuan yang besar. Ikhtiar manusia menentukan nasib dirinya, apakah ia akan menerima dan menjalankan apa yang diajarkan kepadanya. Di sana terdapat faktor-faktor pendukung di antaranya doa orangtua, amal saleh si anak dan lainnya, yang menarik hidayah Allah kepadanya untuk selalu berada dan tetap di jalan keridhaan-Nya.

