Menanamkan Kejujuran
Nabi Saw sangat menekankan kejujuran. Orang tua dapat menanamkan nilai ini melalui kebiasaan sederhana: tidak berbohong, tidak memanipulasi informasi, tidak menyembunyikan kesalahan, dan berani berkata benar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”(At-Taubah: 119)
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Nabi Saw bersabda,“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.” (Nahjul Fashahah;572)
Keteladanan dalam parenting, Nabi dikenal sebagai Al-Amīn (orang yang terpercaya). Orang tua perlu menjadi contoh kejujuran terlebih dahulu sebelum menuntut anak untuk jujur.

