Mengajarkan Amanah dan Tanggungjawab
Korupsi pada dasarnya berkaitan erat dengan pengkhianatan terhadap amanah. Karena itu, anak perlu dibiasakan memahami bahwa setiap titipan, tugas, uang, dan jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa: 58)
أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
Nabi Saw,“Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu.”
«لا تَنْظُرُوا اِلی کَثْرَةِ صَلاتِهِمْ وَ صَوْمِهِمْ وَ کَثْرَةِ الْحَجِّ وَ الْمَعْرُوفِ وَ ضَطْنَتِهِمْ بِاللَّیْلِ اُنْظُرُوا اِلی صِدْقِ الحَدیثِ وَ أداءِ الاَمَانَةِ؛
Imam Jakfar Shadiq as, “Janganlah kalian melihat seseorang karena banyaknya shalat, puasa, dan haji mereka, dan terkenal, atau mereka bangun untuk shalat malam, akan tetapi lihatlah pada kejujuran dan amanah mereka.” (Al-Kafi, jil.2, hal.104)
Keteladanan dalam parenting, orang tua dapat memberikan tanggung jawab sesuai usia anak, misalnya mengelola uang saku, menjaga barang milik keluarga, atau menyelesaikan tugas rumah. Setelah itu, anak diajarkan mempertanggungjawabkan penggunaan dan hasilnya. Atau anak diajak untuk menjaga barang titipan orang lain dan mengembalikan kepada pemiliknya dengan baik.

