Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

“Money Parenting: Cerdas Finansial Sejak Dini, Upaya Merencanakan Masa Depan Anak dengan Baik.” 3

0 Pendapat 00.0 / 5

Menurut Sulistiyo, hasil paling penting dari belajar literasi keuangan bukanlah bertambahnya pengetahuan semata, melainkan lahirnya kebiasaan dan perilaku baru dalam keseharian. Ia merangkumnya dalam beberapa poin kunci:

1. Mencatat pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun nilainya, agar dapat dianalisis mana yang boros dan mana yang benar-benar dibutuhkan.

2. Menyisihkan uang, tidak hanya untuk belanja, tetapi juga untuk ditabung dan dibagikan kepada sesama.

3. Membiasakan hidup hemat  termasuk hal-hal sederhana seperti mematikan listrik, kipas angin, AC, dan keran air yang tidak digunakan. “Kita punya anak cucu yang akan hidup di masa depan. Kalau kita tidak hemat air dari sekarang, bisa jadi mereka yang kesulitan,” ingatnya.

4. Memahami kebutuhan dan keinginan sebagai kerangka utama dalam mengatur uang.

5. Melatih delay gratification, yaitu kemampuan menahan diri dari pengaruh iklan maupun ajakan teman dan tetangga demi tujuan keuangan yang lebih besar di masa depan.

6. Berorientasi jangka panjang, serta berinvestasi pada keterampilan mengelola uang.

Sulistiyo juga mendorong orang tua mulai mengenalkan kewirausahaan sejak dini melalui aktivitas sederhana di rumah maupun sekolah. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat melatih tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan.

Menutup pemaparannya, ia menyebut enam indikator keuangan yang sehat, yaitu mampu menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran, memiliki kebiasaan menabung, mengelola utang secara bijak, menyusun prioritas anggaran, siap menghadapi kondisi darurat, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab.

“Semoga literasi keuangan menjadi bekal bagi orang tua untuk membangun generasi yang lebih mandiri, bijak, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” kata Sulistiyo.