Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Karbala: Perjuangan Martabat, Bukan Semata-mata Perlawanan 1

0 Pendapat 00.0 / 5

Pernyataan tersebut menggeser cara pandang terhadap Asyura. Tragedi Karbala tidak lagi ditempatkan semata sebagai kisah heroik melawan tirani, tetapi sebagai gerakan besar untuk mempertahankan sesuatu yang jauh lebih mendasar, yaitu kemuliaan dan martabat manusia.

Ustadz Zahir membawa hadiri memasuki inti pemikirannya. Mengapa Imam Husain memilih syahadah daripada tunduk kepada Yazid? Mengapa beliau mempersilakan para sahabat meninggalkan dirinya pada malam Asyura? Dan mengapa pesan Karbala tetap relevan bagi kehidupan bangsa-bangsa modern?

Seluruh pertanyaan itu, menurutnya, hanya dapat dijawab apabila Karbala dipahami sebagai perjuangan untuk menjaga kemerdekaan manusia dari segala bentuk kehinaan dan dominasi.

Pembahasan mengenai hal itulah yang kemudian menjadi poros utama ceramah Ustadz Zahir Yahya.

Jika Karbala bukan semata-mata perlawanan terhadap kezaliman, lalu apa tujuan terbesar yang diperjuangkan Imam Husain?

Pertanyaan itulah yang kemudian disampaikan oleh Ustadz Zahir dengan membawa ribuan hadiri memasuki inti peristiwa Asyura. Menurutnya, seluruh pengorbanan Imam Husain bermuara pada satu tujuan yang jauh lebih mendasar daripada hanya menggulingkan seorang penguasa zalim, yakni menjaga kemuliaan dan martabat manusia.

“Bulan Muharram, khususnya hari Asyura, adalah bulan kemuliaan, bulan martabat manusia,” ujarnya.

“Imam Husain gugur dan dibantai demi menegakkan kemuliaan dan martabat manusia.”