Ujian Para Pemuka Agama adalah Uang?
Pertanyaan ini bukan untuk mendukung hedonisme di kalangan pemuka agama. Apresiasi yang dimaksud adalah skala yang wajar dan layak, sesuai kebutuhan hidup masa kini. Mengapa justru para pemuka agama yang harus menghadapi ujian keuangan yang sulit ini? Bukankah lebih tepat jika masyarakat mengubah paradigma dengan memikirkan bagaimana meningkatkan pendapatan agar mereka yang berkhidmat dapat benar-benar fokus tanpa dibebani kekhawatiran hidup mendasar?

