Tingkat-Tingkat Makrifat Manusia dalam Al-Qur’an 1
Setiap manusia datang ke dunia dengan tangan kosong: tanpa ilmu, tanpa pengalaman, hanya dengan potensi yang luar biasa. Al-Qur’an mengingatkan, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, lalu Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78).
Ayat ini menjadi titik awal pembicaraan kita tentang makrifat—pengenalan manusia terhadap Allah. Semua potensi itu sudah Allah anugerahkan, namun keberhasilan kita untuk mencapai pengenalan sejati bergantung pada bagaimana kita memanfaatkannya.
Inilah fondasi pembahasan makrifat: pengenalan bertahap terhadap Allah yang tumbuh sesuai cara kita menggunakan anugerah pendengaran, penglihatan, dan hati.

