Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Tingkat-Tingkat Makrifat Manusia dalam Al-Qur’an 2

0 Pendapat 00.0 / 5

Sayangnya, tidak semua orang menggunakan anugerah ini dengan benar. Ada yang mengabaikannya, ada pula yang menyalahgunakannya. Al-Qur’an dengan tegas menegur: “Mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179).

Peringatan ini bukan sekadar ancaman, tetapi cermin bagi kita. Al-Qur’an menegur mereka yang tidak memakainya: punya hati tetapi tidak dipakai memahami, punya mata namun tak melihat tanda-tanda-Nya, punya telinga tetapi enggan mendengar kebenaran. Gambaran keras “seperti ternak, bahkan lebih sesat” bukan untuk menghakimi, melainkan membangunkan kita dari kelalaian. Pertanyaannya sederhana namun menusuk: sejauh mana indera dan akal kita benar-benar dipakai untuk mendekat?