Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Rasulullah & Ahlulbait
Wasiat Maksum untuk Semua Manusia

Wasiat Maksum untuk Semua Manusia

Sebagian orang mungkin bertanya: apakah seorang maksum memerlukan wasiat seperti ini? Jawabannya terletak pada tujuan wasiat itu sendiri. Imam Ali as tidak menyampaikan wasiat ini dalam kapasitas kemaksuman, tetapi sebagai ayah. Dengan demikian, beliau menjadikan dirinya dan putranya sebagai “peraga” agar setiap ayah dan anak dapat bercermin.  

Imam Husein as
Sunnah Nabi: Al-Husain sebagai Ukuran Iman

Sunnah Nabi: Al-Husain sebagai Ukuran Iman

Hadis-hadis Nabi Saw semakin menegaskan posisi ini. Dalam Shahih al-Tirmidzi, diriwayatkan dari Ya‘la bin Murrah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Husain adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian darinya. Allah mencintai orang yang mencintai Husain.”

Rasulullah & Ahlulbait
Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)

“Saya mengucapkan selamat kepada semua kaum Mukminin atas datangnya bulan Syakban yang penuh berkah. Bulan ini adalah bulan di mana Imam Husain ibn Ali (as), Imam Ali ibn al-Husayn (as), dan Abal Fazl al-Abbas dilahirkan. Bulan ini merupakan kesempatan yang besar untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan.”    

Keluarga & Masyarakat
Merajut Syukur dalam Keseharian

Merajut Syukur dalam Keseharian

Dalam kehidupan praktis, bagaimana kita menghidupi ajaran ini? Mulailah dari hal sederhana. Di pagi hari, sebelum menyentuh gawai, ucapkan Hamdalah (Alhamdulillahi robbil ‘alamin) dilanjutkan dengan Shalawat Nabi Saw terima kasih untuk napas pertama yang masuk ke paru-paru. Saat minum air, jangan lupa Basmalah, rasakan kesegaran yang mengalir, dan ucapkan syukur dengan mengingat Kekasih Allah yang kehausan saat Syahidnya (Cucu Nabi Saw, Imam Husain as), dilanjutkan dengan Hamdalah.

Imam Husein as
28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (2)

28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (2)

Pada pagi 28 Rajab, ia meninggalkan Madinah bersama keluarga terdekat. Tidak ada pasukan, tidak ada simbol kekuatan. Yang menyertainya hanyalah anak-anak, perempuan, dan segelintir pengikut setia. Pemandangan ini sendiri sudah cukup menjawab tuduhan bahwa ia sedang menyiapkan pemberontakan bersenjata. Perjalanan ini sejak awal adalah perjalanan kesaksian, bukan ekspansi kekuasaan.  

Keluarga & Masyarakat
Metode Nasihat yang Beradab

Metode Nasihat yang Beradab

Salah satu keistimewaan wasiat ini adalah cara penyampaiannya. Imam Ali as tidak menakut-nakuti anaknya dengan ancaman kematian sang anak, tetapi berbicara tentang dirinya sendiri. Ini menunjukkan etika komunikasi yang tinggi. Beliau menjaga agar nasihat tidak melukai harga diri mitra bicara.  

Rasulullah & Ahlulbait
Mawaddah: Cinta sebagai Kewajiban Agama

Mawaddah: Cinta sebagai Kewajiban Agama

Ayat ketiga yang mengikat posisi Imam Al-Husain a.s. adalah Ayat Mawaddah: “Katakanlah, aku tidak meminta kepadamu upah apa pun atas seruanku, kecuali kasih sayang terhadap keluargaku.” (QS. asy-Syura: 23)

Sejarah & Biografi
Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (1)

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (1)

Dalam kalender spiritual Syiah, Sya‘ban bukan sekadar pengantar menuju Ramadhan. Ia adalah bulan yang dipenuhi kelahiran para manusia agung—figur-figur yang membentuk arah sejarah Islam, menegakkan standar moral, dan menjaga kesinambungan risalah kenabian di tengah badai kekuasaan dan penindasan.  

Imam Husein as
28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (1)

28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (1)

Madinah pada akhir bulan Rajab tahun 60 Hijriah tidak lagi sama. Kota yang pernah menjadi pusat cahaya kenabian itu terasa sempit bagi kebenaran. Di lorong-lorongnya, kekuasaan mulai berbicara dengan bahasa ancaman, dan baiat tidak lagi diminta sebagai kesadaran, melainkan dituntut sebagai kepatuhan. Pada hari itulah, 28 Rajab, Imam Husain bin Ali mengambil sebuah keputusan yang tampak sederhana namun kelak mengguncang sejarah Islam: meninggalkan Madinah, meninggalkan kota kakeknya, meninggalkan ketenangan demi menjaga makna agama itu sendiri.  

Keluarga & Masyarakat
Maqam yang Menghantarkan pada Surga Tanpa Hisab

Maqam yang Menghantarkan pada Surga Tanpa Hisab

Maka doa memohon “kesabaran orang-orang yang bersyukur” bukanlah permintaan biasa. Ini adalah permohonan untuk diberi mata yang selalu menemukan cahaya (bashirah), hati yang tak mudah rapuh, dan jiwa yang tetap tenang karena yakin —bahwa tidak ada yang terjadi kecuali seizin Yang Maha Pengasih.