Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 579, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 44, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 402, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 19, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 101, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 12, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1989, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 258, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 319
Dari Media Sayyidah Zainab s.a, ke Media Kita1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadzah Rabiatul Adawiyah
Semoga media yang kita miliki tidak hanya menjadi tempat melihat berbagai informasi, tetapi juga menjadi wasilah lahirnya karya-karya yang bermanfaat, yang kelak menjadi saksi bahwa kita pernah mengambil bagian dalam menyebarkan kebenaran. []
Pluralisme Agama Bukan Berarti Semua Agama Dicampur 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mutiara Afrilia & Zulfan Taufik.
Ada satu hal yang menarik setelah membaca jurnal ini dari awal hingga akhir. Penulis tidak sedang berusaha “membela” Jalaluddin Rakhmat. Mereka juga tidak sedang mengajak pembaca untuk menerima seluruh pandangannya tanpa kritik. Yang dilakukan jauh lebih sederhana, tetapi justru lebih ilmiah: mereka mengajak kita kembali membaca pemikiran Kang Jalal dari karya-karyanya sendiri, bukan dari penilaian orang lain.
Runtuh dari Dalam: Surah Ghafir dan Mereka yang Mengira Tak Tersentuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ahlulbait Indonesia
Surah Ghafir juga memperlihatkan bahwa banyak manusia sebenarnya mengetahui mana yang benar. Masalahnya bukan selalu kurang pengetahuan, melainkan kesombongan. Fir‘aun tidak hancur karena tidak mengetahui kebenaran. Fir‘aun hancur karena merasa dirinya terlalu besar untuk tunduk kepada kebenaran. Pada titik itu, kekuasaan berubah menjadi penjara bagi pemiliknya sendiri.
Ketika Kekuasaan Mulai Mabuk: Surah Ghafir dan Mereka yang Mengira Tak Tersentuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ahlulbait Indonesia
Ada titik ketika kekuasaan tidak lagi dipakai untuk menjaga keadilan, melainkan untuk mempertahankan dirinya sendiri. Pada tahap itu, kritik dianggap ancaman, kebenaran dianggap gangguan, dan orang-orang yang berbeda pandangan mulai diperlakukan sebagai musuh. Sejarah sering bergerak dengan cara seperti itu. Banyak penguasa zalim jatuh bukan ketika mereka lemah, tetapi justru ketika merasa tidak mungkin dikalahkan. Mereka terlalu percaya pada propaganda yang mereka ciptakan sendiri.
Hari Ketika Semua Dibuka: Surah Ghafir dan Mereka yang Mengira Tak Tersentuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ahlulbait Indonesia
Rangkaian ayat ini dimulai dengan gambaran tentang Hari Kiamat, hari ketika manusia berdiri tanpa perlindungan apa pun selain amalnya sendiri. Tidak ada jabatan, pengaruh, atau jaringan kekuasaan yang dapat dipakai untuk menghindar. Pada hari itu manusia sadar bahwa banyak hal yang dulu diperebutkan ternyata terlalu kecil untuk dipertahankan dengan kezaliman.
Surah Ghafir dan Mereka yang Mengira Tak Tersentuh 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ahlulbait Indonesia
Padahal sejarah selalu bergerak dengan cara yang sunyi. Sedikit demi sedikit, mencatat kesombongan, menyimpan ketidakadilan, lalu pada waktunya menjatuhkan semuanya. Dan ketika itu terjadi, yang tersisa bukan lagi besarnya kekuasaan, melainkan bagaimana manusia pernah menggunakannya.
Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Abdillah Al Habsyi
Di bawah langit Jamkaran, takdir dan sejarah mempertemukan simbol-simbol perjuangan dalam satu rangkaian makna yang utuh. Masjid Jamkaran berdiri sebagai menara penantian dan lambang kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Imam Mahdi a.f.s. Di sekelilingnya, Panji Merah Karbala berkibar laksana seruan perlawanan dan penuntutan keadilan abadi yang diwariskan Imam Husain a.s,.
Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Abdillah Al Habsyi
Bagi jutaan kaum beriman, Jamkaran bukan bangunan dari batu dan semen. Masjid ini merupakan ruang kerinduan, tempat Sang Imam Zaman diyakini hadir tanpa nama di tengah manusia, menemui jiwa-jiwa pilihan yang setia menantikan kemunculannya. Dari tempat inilah doa-doa dipanjatkan, memohon agar fajar keadilan segera terbit dan mengakhiri kezaliman di muka bumi.
Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Abdillah Al Habsyi
Bagi para pengamat dan masyarakat dunia yang menyaksikannya, peristiwa ini bukan hanya sebuah upacara pemakaman. Momen ini menghadirkan sebuah titik balik geopolitik sekaligus spiritual yang besar, sebuah awal menuju tatanan dunia baru. Getarannya mulai terasa, sementara gaungnya diperkirakan akan terus membentuk wajah sejarah pada tahun-tahun mendatang.
Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 5
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Prof Abdul Mujib
Pada akhirnya, keluarga maslahah tidak lahir dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kepemimpinan yang dilandasi iman, ilmu, hikmah, kasih sayang, komunikasi yang sehat, kedisiplinan, dan keteladanan. Seorang ayah bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga penjaga nilai, pendidik generasi, pelindung keluarga, dan pewaris akhlak. Ketika ia menjalankan seluruh amanah tersebut dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga melahirkan masyarakat yang harmonis, bangsa yang kuat, dan peradaban yang bermartabat.