Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 566, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 44, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 356, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 19, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 101, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 12, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1804, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 249, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 305
Wasiat Maksum untuk Semua Manusia
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi
Sebagian orang mungkin bertanya: apakah seorang maksum memerlukan wasiat seperti ini? Jawabannya terletak pada tujuan wasiat itu sendiri. Imam Ali as tidak menyampaikan wasiat ini dalam kapasitas kemaksuman, tetapi sebagai ayah. Dengan demikian, beliau menjadikan dirinya dan putranya sebagai “peraga” agar setiap ayah dan anak dapat bercermin.
Sunnah Nabi: Al-Husain sebagai Ukuran Iman
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mahdi Ayatullahi
Hadis-hadis Nabi Saw semakin menegaskan posisi ini. Dalam Shahih al-Tirmidzi, diriwayatkan dari Ya‘la bin Murrah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Husain adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian darinya. Allah mencintai orang yang mencintai Husain.”
Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Wikishia
“Saya mengucapkan selamat kepada semua kaum Mukminin atas datangnya bulan Syakban yang penuh berkah. Bulan ini adalah bulan di mana Imam Husain ibn Ali (as), Imam Ali ibn al-Husayn (as), dan Abal Fazl al-Abbas dilahirkan. Bulan ini merupakan kesempatan yang besar untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan.”
Merajut Syukur dalam Keseharian
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Dalam kehidupan praktis, bagaimana kita menghidupi ajaran ini? Mulailah dari hal sederhana. Di pagi hari, sebelum menyentuh gawai, ucapkan Hamdalah (Alhamdulillahi robbil ‘alamin) dilanjutkan dengan Shalawat Nabi Saw terima kasih untuk napas pertama yang masuk ke paru-paru. Saat minum air, jangan lupa Basmalah, rasakan kesegaran yang mengalir, dan ucapkan syukur dengan mengingat Kekasih Allah yang kehausan saat Syahidnya (Cucu Nabi Saw, Imam Husain as), dilanjutkan dengan Hamdalah.
28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Pada pagi 28 Rajab, ia meninggalkan Madinah bersama keluarga terdekat. Tidak ada pasukan, tidak ada simbol kekuatan. Yang menyertainya hanyalah anak-anak, perempuan, dan segelintir pengikut setia. Pemandangan ini sendiri sudah cukup menjawab tuduhan bahwa ia sedang menyiapkan pemberontakan bersenjata. Perjalanan ini sejak awal adalah perjalanan kesaksian, bukan ekspansi kekuasaan.
Metode Nasihat yang Beradab
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi
Salah satu keistimewaan wasiat ini adalah cara penyampaiannya. Imam Ali as tidak menakut-nakuti anaknya dengan ancaman kematian sang anak, tetapi berbicara tentang dirinya sendiri. Ini menunjukkan etika komunikasi yang tinggi. Beliau menjaga agar nasihat tidak melukai harga diri mitra bicara.
Mawaddah: Cinta sebagai Kewajiban Agama
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mahdi Ayatullahi
Ayat ketiga yang mengikat posisi Imam Al-Husain a.s. adalah Ayat Mawaddah: “Katakanlah, aku tidak meminta kepadamu upah apa pun atas seruanku, kecuali kasih sayang terhadap keluargaku.” (QS. asy-Syura: 23)
Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Wikishia
Dalam kalender spiritual Syiah, Sya‘ban bukan sekadar pengantar menuju Ramadhan. Ia adalah bulan yang dipenuhi kelahiran para manusia agung—figur-figur yang membentuk arah sejarah Islam, menegakkan standar moral, dan menjaga kesinambungan risalah kenabian di tengah badai kekuasaan dan penindasan.
28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- safinahonline
Madinah pada akhir bulan Rajab tahun 60 Hijriah tidak lagi sama. Kota yang pernah menjadi pusat cahaya kenabian itu terasa sempit bagi kebenaran. Di lorong-lorongnya, kekuasaan mulai berbicara dengan bahasa ancaman, dan baiat tidak lagi diminta sebagai kesadaran, melainkan dituntut sebagai kepatuhan. Pada hari itulah, 28 Rajab, Imam Husain bin Ali mengambil sebuah keputusan yang tampak sederhana namun kelak mengguncang sejarah Islam: meninggalkan Madinah, meninggalkan kota kakeknya, meninggalkan ketenangan demi menjaga makna agama itu sendiri.
Maqam yang Menghantarkan pada Surga Tanpa Hisab
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Maka doa memohon “kesabaran orang-orang yang bersyukur” bukanlah permintaan biasa. Ini adalah permohonan untuk diberi mata yang selalu menemukan cahaya (bashirah), hati yang tak mudah rapuh, dan jiwa yang tetap tenang karena yakin —bahwa tidak ada yang terjadi kecuali seizin Yang Maha Pengasih.