Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah & Ahlulbait

Didikan Ummu Banin: Melahirkan Jiwa Pengorbanan

Didikan Ummu Banin: Melahirkan Jiwa Pengorbanan

Peran Ummu Banin dalam membentuk kepribadian Abbas tidak dapat diabaikan. Ia berasal dari kabilah Banu Kilab, yang dikenal dengan keberanian dan keteguhan. Namun keberanian Abbas bukan sekadar warisan darah; ia adalah hasil pendidikan akhlak dan ideologi. Ummu Banin mendidik anak-anaknya untuk hidup demi Ahlul Bait, bukan demi diri sendiri.  

Baca Yang lain

Abu Fadhl Abbas: Kesetiaan Tanpa Syarat di Jalan Kebenaran

Abu Fadhl Abbas: Kesetiaan Tanpa Syarat di Jalan Kebenaran “Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan agamaku dan tidak akan meninggalkan Imamku.”  

Baca Yang lain

Wasiat Maksum untuk Semua Manusia

Wasiat Maksum untuk Semua Manusia Sebagian orang mungkin bertanya: apakah seorang maksum memerlukan wasiat seperti ini? Jawabannya terletak pada tujuan wasiat itu sendiri. Imam Ali as tidak menyampaikan wasiat ini dalam kapasitas kemaksuman, tetapi sebagai ayah. Dengan demikian, beliau menjadikan dirinya dan putranya sebagai “peraga” agar setiap ayah dan anak dapat bercermin.  

Baca Yang lain

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2) “Saya mengucapkan selamat kepada semua kaum Mukminin atas datangnya bulan Syakban yang penuh berkah. Bulan ini adalah bulan di mana Imam Husain ibn Ali (as), Imam Ali ibn al-Husayn (as), dan Abal Fazl al-Abbas dilahirkan. Bulan ini merupakan kesempatan yang besar untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan.”    

Baca Yang lain

Mawaddah: Cinta sebagai Kewajiban Agama

Mawaddah: Cinta sebagai Kewajiban Agama Ayat ketiga yang mengikat posisi Imam Al-Husain a.s. adalah Ayat Mawaddah: “Katakanlah, aku tidak meminta kepadamu upah apa pun atas seruanku, kecuali kasih sayang terhadap keluargaku.” (QS. asy-Syura: 23)

Baca Yang lain

Siapakah Keluarga Nabi saw yang Wajib Dicintai?

Siapakah Keluarga Nabi saw yang Wajib Dicintai? Pertanyaan penting berikutnya adalah: siapakah yang dimaksud dengan “keluarga Nabi” dalam ayat tersebut? Jawabannya dijelaskan secara gamblang dalam hadis-hadis sahih lintas mazhab.  

Baca Yang lain

Wanita Jenius Bani Hasyim, Sayyidah Zainab

Wanita Jenius Bani Hasyim, Sayyidah Zainab Ilmu adalah akar dari seluruh kebaikan. Manusia yang paling berharga adalah mereka yang memiliki pengetahuan paling banyak dan manusia yang paling rendah nilainya adalah mereka yang paling sedikit ilmunya.    Imam Ali as berkata:“Orang bodoh itu mati, walaupun ia hidup.”  

Baca Yang lain

Kehangatan Keluarga Zainab sa

Kehangatan Keluarga Zainab sa Keluarga Nabi sangat erat kaitannya antara satu dengan yang lainnya dan penuh kasih sayang, khususnya kepada putri kecil Zainab as. Nabi saw sering menangis setiap kali ia berbicara dengannya.   

Baca Yang lain

Sayyidah Zainab, Wanita Jenius Bani Hasyim

Sayyidah Zainab, Wanita Jenius Bani Hasyim Dalam kitab Biharul anwar disebutkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin as berkata tentang Bibinya Sayyidah Zainab:   ‎أنتِ بحمدِ اللهِ عالِمَةٌ غيرُ   ‎مُعَلَّمَة، وفهِمَةٌ غيرُ مُفَهَّمَة  Engkau berkat karunia Allah berilmu tanpa ada yang mengajari dan memahami tanpa ada yang memahamkan.

Baca Yang lain

Ketakwaan Sayyidah Zainab as

Ketakwaan Sayyidah Zainab as Setelah peristiwa Karbala, rombongan tawanan dari keluarga Nabi saw digiring dari Kufah menuju Syam. Dalam perjalanan itu, mereka menempuh jarak jauh dengan penderitaan yang berat, haus, lapar, kelelahan, dan kesedihan yang mendalam. Imam Ali as-Sajjad as menceritakan: 

Baca Yang lain

Makna Nama Zainab dan Identitasnya

Makna Nama  Zainab dan Identitasnya Beliau adalah Zainab putri Amirul mukminin Ali as, putri Fatimah az-Zahra as dan cucu perempuan pertama Rasul saw. Beliau lahir di Madinah pada tanggal lima Jumadil ula tahun ke lima dari hijrahnya Rasul saw (05/05-05 H). 

Baca Yang lain

Menelusuri Akar Kekerasan terhadap Perempuan dalam Pemikiran Imam Khamenei (2)

Menelusuri Akar Kekerasan terhadap Perempuan dalam Pemikiran Imam Khamenei (2) Industri mode, kecantikan, periklanan, dan pornografi telah menjadikan perempuan sebagai instrumen penghasil keuntungan. Tubuh perempuan diperas, dikemas, dan dijual atas nama kebebasan. Padahal, kenyataannya, perempuan direduksi menjadi alat objektifikasi seksual.  

Baca Yang lain

Akhlak Ahlulbait: Teladan yang Menghidupkan

Akhlak Ahlulbait: Teladan yang Menghidupkan Sejarah mencatat betapa Ahlulbait tidak hanya mengucapkan etika ini, tetapi mewujudkannya dalam perilaku yang memikat hati manusia.  

Baca Yang lain

Pelajaran dari Zainab untuk Dunia

Pelajaran dari Zainab untuk Dunia Sayidah Zainab sa mengajarkan bahwa untuk mengubah sejarah, perempuan tidak harus meniru laki-laki. Cukuplah menjadi perempuan yang sadar, beriman, dan teguh pada nilai-nilai ilahi.  

Baca Yang lain

Zainab, Kekuatan Feminin dalam Cermin Iman

Zainab, Kekuatan Feminin dalam Cermin Iman Zainab sa adalah potret perempuan dengan kepribadian multidimensional: seorang alimah, pengasuh, pendidik, pemimpin politik, dan pejuang spiritual. Namun ada satu rahasia yang tak boleh dilupakan: kekuatannya justru bersumber dari keperempuannya.  

Baca Yang lain

Zainab Dari Pengajar hingga Pemimpin Revolusi

Zainab Dari Pengajar hingga Pemimpin Revolusi Sebelum tragedi Karbala, peran utama Sayidah Zainab adalah sebagai pendidik dan pengajar. Ia mengajarkan Al-Qur’an, fikih dan hadis kepada masyarakat, dan menjadi sumber ilmu bagi banyak perempuan dan lelaki di Madinah. Para ulama menyebutnya sebagai “alimah ghayru mu‘allamah”—seorang yang berilmu tanpa pernah diajari, karena ilmunya bersumber dari kesucian Ahlulbait as.  

Baca Yang lain

Zainab sa: Cahaya yang Tak Padam di Tengah Kegelapan

Zainab sa: Cahaya yang Tak Padam di Tengah Kegelapan Sayidah Zainab adalah teladan abadi tentang bagaimana kekuatan feminin berakar dari iman, bukan dari rivalitas dengan laki-laki. Ia menyingkapkan kapasitas intelektual dan spiritual perempuan jauh melampaui yang pernah dibayangkan manusia. Dalam sejarah Islam, ia dikenal sebagai Aqilah Bani Hasyim—perempuan paling bijak di antara suku paling mulia, Bani Hasyim.  

Baca Yang lain

Sayidah Zainab dan Rahasia Kekuatan Perempuan Beriman

Sayidah Zainab dan Rahasia Kekuatan Perempuan Beriman Hari ini, ketika kita menyaksikan Gaza yang terbakar, kita melihat pantulan Zainab dalam setiap ibu Palestina yang tetap berdiri di antara reruntuhan. Zainab adalah jiwa yang hidup di dada mereka—jiwa yang percaya bahwa kebenaran, meski terluka, tak akan pernah mati.

Baca Yang lain

Bukti Imâmah Ahlulbait as.

Bukti Imâmah Ahlulbait as. Imam Ali Ar-Ridha as berbicara dengan orang-orang dalam bahasa mereka masing-masing, dan demi Allah, beliau adalah orang yang paling fasih dan paling berpengetahuan di antara manusia dalam setiap bahasa dan dialek. Suatu hari,    

Baca Yang lain

Wasiat Nabi Dalam Lensa Abduksi (2)

Wasiat Nabi Dalam Lensa Abduksi (2) Konteks Sejarah: Peristiwa Ghadir Khumm terjadi menjelang wafatnya Nabi SAW, saat umat Islam memerlukan kejelasan tentang suksesi kepemimpinan. Nabi SAW memilih momen publik dengan ribuan saksi, yang menunjukkan pentingnya pernyataan tersebut.   

Baca Yang lain