Mengapa Nabi Diutus
Mukadimah
Bismillâhirrahmânirrahîm
Alam semesta ini tidak mengada dengan sendirinya. Ia memiliki pen cipta yang Maha Mengetahui lagi Ma habi jak sana. Sang Pen cipta menciptakannya ber dasar kan ilmu kekuasaan kehendak dan hikmah. Dia tidak akan melakukan per bua tan yang batil dan sia-sia.
Penciptaan manusia dan alam ciptaan lain juga tidak sia-sia. Manusia turun ke du nia ini tidak untuk hidup sekali saja; ia ma kan minum dan kawin untuk me menuhi tuntutan syahwatnya kemudian mati dan binasa. Namun Allah Swt Yang Ma habi jaksana menciptakan manusia dengan tujuan yang amat paripurna.
Manusia diciptakan agar mendidik dirinya den gan keimanan amal saleh dan akhlak yang baik mem per siap kan diri untuk kehidupan yang indah dan abadi kelak di alam akhirat.
Oleh karena itu manusia tidak akan musnah-binasa dengan kematian tetapi dari alam dunia ini ia akan berpindah ke alam akhirat. Di alam akhirat ia akan menyaksikan hasil total amal perbuatannya. Manusia yang baik akan menerima pahala kebaikan. Di surga nan tinggi mereka akan hidup dengan jiwa yang sempurna dan bercahaya dan akan memperoleh berbagai macam karunia yang indah dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Sedangkan manusia zalim dan buruk perbuatannya akan dihukum. Mereka akan me n erima balasan atas semua perbuatan buruk mereka.
Sebab itu dunia adalah ladang akhirat tempat mem ban- gun dan membina diri. Manusia di dunia ini harus mem persiap kan perbekalan-perbekalan untuk akhirat.
Untuk semua itu terlontar pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Dalam menempuh jalan kebahagiaan dan kesempurnaan untuk menjamin masa depan duniawi dan ukhrawi yang cerah apakah manusia memerlukan program yang sempurna dan komprehensif?
2) Apakah ia sendiri mampu membuat dan menjalankan program tersebut? Ataukah untuk urusan ini ia perlu petunjuk dari Penciptanya?
Jawaban bagi soal pertama tidak perlu penjelasan.
Sebab manusia hidup dalam masyarakat tanpa hukum yang sempurna dan tertulis tidak akan mampu meraih kehidup-an yang bahagia. Untuk itu supaya dapat memenuhi hak-hak tiap individu harus ada hukum yang mencegah pelang garan penyimpangan dan kezaliman sehingga tercipta ke-teraturan dan ketentraman. (sebagaimana kehidupan la hi riah manusia- penerj.). Kehidupan spiritual dan batiniah manusia juga memerlukan program. Untuk membina dan menyucikan diri serta mencapai kebahagiaan ukhrawi maka perlu aturan dan program. Oleh karena itu tak ragu lagi dalam mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrawi manu sia perlu program yang sempurna dan lengkap.
Adapun jawaban bagi soal kedua perlu penjelasan yang lebih banyak dan mau tidak mau kita harus meng gelar pembahasan kenabian urgensi atau perlunya kena bian su paya menjadi jelas.
Mengenai kenabian kami bahas dari dua aspek:
1) Masalah-masalah umum yang berkaitan dengan pokok kenabian yang kami sebut "Kenabian Umum".
2) Masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan Nabi Muhammad (saw) yang kami sebut "Kenabian Khu sus".
Dalam buku di hadapan Anda ini kami membahas dan mengulas tentang dua masalah tersebut dalam dua bagian. Yakni bagian pertama adalah masalah universal kenabian. Dan bagian kedua berkaitan dengan Nabi Muhammad saw dan bagaimana pengutusan beliau bagaimana akhlak dan sîrah beliau.
Semoga dengan membaca buku ini dapat mengantar kan kita untuk mengenal kenabian dan melahirkan per hatian kepada akhlak para nabi khususnya Nabi Penutup Muhammad saw.
Qom Tabestan 1383
Ibrahim Amini