Keluarga & Masyarakat
-
Keluarga & Anak
Artikel: 127 -
Wanita
Artikel: 109 -
Kajian
Artikel: 11
Keluarga Penjamin Kelestarian Masyarakat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Jawaban Allamah Thabathabai

Itulah sebabnya agama Islam melarang hubungan seksual laki dan perempuan di luar nikah yang sah, itulah pula sebabnya Islam memikulkan biaya hidup anak di pundak bapak dan dialah yang harus bertanggungjawab menjamin kehidupannya.
Tiga Penjamin Segala Kebaikan Dalam Kehidupan
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Masalah yang sering ditemui adalah kita tidak memahami dan melihat kesalahan-kelasahan yang kita lakukan. Ketika kita memahaminya, pada waktu itu kita menyaksikan keagungan perbuatan ini. Bila kita adalah ahli makrifat dan hati, maka kita akan menangisi segala kesalahan yang kita lakukan. Selanjutnya masyarakat akan aman dari keburukannya.
Manfaat Shalat Berjamaah (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Dalam shalat jamaah orang-orang berada dalam satu barisan. Keistimewaan-keistimewaan yang terdiri atas ras, bahasa, kekayaan dan lain-lain tersisihkan. Akan tumbuh rasa keintiman dan rasa pertemanan dalam hati. Orang-orang beriman dengan bertemu satu sama lain dalam barisan ibadah akan merasakan kepercayaan, kekuatan dan harapan.
Manfaat Shalat Berjamaah(1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Kewajiban-kewajiban sosial agama tidak hanya memiliki ganjaran yang banyak, tapi juga mempunyai pengaruh luar biasa dan positif dalam kehidupan individual maupun sosial kaum Muslimin. Salah satunya adalah shalat berjamaah. Berikut ini pengaruh positif shalat berjamaah bagi individu maupun sosial umat Islam:
Bahaya Mengkonsumsi Makanan Haram
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Poin penting dalam ayat ini adalah Allah Swt menggunakan ungkapan makan barang haram dengan kata Suht yang pada dasarnya berarti memisahkan kulit yang kemudian digunakan untuk harta haram. Karena sebagaimana memisahkan kulit pohon membuatnya kering dan mati, memasukkan harta haram dalam kehidupan manusia akan menghilangkan keceriaan dan berkah dari kehidupannya.
Panggilan Akal Untuk Berbuat Baik
- Dipublikasi pada
Tak diragukan bahwa membimbing umat manusia di jalan kebahagiaan adalah kebaikan tertinggi bagi umat. Menurut para mufassir Quran, kecintaan kepada Ahlul Bait yang dinyatakan dalam ayat tadi sebagai bentuk balasan atas kebaikan Nabi Muhammad Saw disebabkan karena Ahlul Bait adalah insan-insan yang melanjutkan jejak Nabi Saw. Mereka mirip dengan Rasulullah yang mengajak umat manusia kepada kebenaran dan mengajarkan budi pekerti luhur serta menyebarkan ilmu dan makrifat.
Apa Ciri-Ciri Orang yang Bertaubat? (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- purkon hidayat
Imam Shadiq
mengatakan:
ما عُبِدَ اللهُ بِشیءٍ اَفضلَ مِن اداءِ حَقِّ المُؤمِنِ
Tidak ada ibadah kepada Allah yang lebih utama daripada menunaikan hak-hak seorang mukmin. [Bihar, jilid. 74, hal. 242].
Ganjaran Hakiki dari Ibadah Puasa
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Ruhullah Khomeini
Sebagai penutup, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Barang siapa yang mampu memanfaatkannya dengan baik akan merasakan dampaknya sepanjang hidupnya. Sebaliknya, mereka yang mengabaikannya akan kehilangan kesempatan besar untuk mencapai kebahagiaan sejati. Maka, marilah kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk meraih kedekatan dengan Allah dan meningkatkan kualitas diri dalam segala aspek kehidupan.[]
Segala Sesuatu Pasti Bertujuan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Imam Ali Khamenei
Tauhid juga berarti kebertujuan, keterencanaan, dan adanya perhitungan dalam penciptaan alam semesta. Hal ini dapat dipahami dari berbagai fenomena alam, di mana setiap elemen memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gerak alam semesta mencerminkan kebijaksanaan Sang Pencipta yang telah mewujudkannya. Kebijaksanaan dalam makna yang utuh dan sempurna ini dapat digambarkan dengan salah satu Asmaul Husna, yaitu al-Hakim (Maha Bijaksana).
Apa Ciri-Ciri Orang yang Bertaubat? (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- purkon hidayat
Taubat dalam hukum Islam, sebagai salah satu prinsip utama pendidikan moral dan spiritual, merupakan sarana untuk kembali ke jalan ilahi dan mencari keridhaan Tuhan.
Menuju Kesempurnaan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Dr. Umar Shahab
Kesempurnaan adalah tujuan yang hanya bisa dicapai dengan usaha keras dan berkesinambungan. Manusia memiliki potensi untuk mencapai kesempurnaan melalui aktualisasi fitrah yang telah dianugerahkan oleh Allah. Oleh karena itu, dalam surah At-Tin ayat 4-5, Allah menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
Unsur-Unsur Dalam Diri Manusia
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Namun demikian, hawa nafsu harus dikendalikan agar tidak menyesatkan manusia. Dengan kemampuan akal dan kesadaran qalbu, manusia diharapkan mampu menaklukkan hawa nafsu agar tetap berada di jalan kebenaran.
Langkah-Langkah Mencapai Kesempurnaan Rohani
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Dalam konteks ini, ilmu irfan, tasawuf, dan akhlak menyebut proses ini sebagai تَزْكِيَةُ النَّفْسِ (tazkiyatun nafs, penyucian jiwa). Selanjutnya, proses تَحَلِّيْ (taḥallī, menghiasi diri) dengan sifat-sifat baik mencakup kewajiban (wājibāt) serta amal yang dicintai Allah (sunnah).
Tazkiyatun Nafs dan Waktu-Waktu Mustajab
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Pembersihan jiwa, atau tazkiyatun nafs, sangat krusial dalam perjalanan spiritual karena kecenderungan keburukan dalam diri manusia memang kerap mendominasi.
Mengendalikan Syahwat dan Hawa Nafsu
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Lanjutan dari ayat ini menekankan, “Qad aflaha man zakkāhā,” yang mengajak manusia untuk menjalankan تَزْكِيَةُ النَّفْسِ (tazkiyatun nafs, pensucian jiwa). Mengapa demikian? Karena dorongan keburukan dalam diri manusia sering kali lebih besar daripada kebaikan. Oleh sebab itu, saat kita melakukan kesalahan, penting untuk segera beristighfar dan bertaubat. Istighfar banyak ditemui dalam shalat dan doa, contohnya dalam doa Kumayl, doa Abu Hamzah, dan munajat Sya‘baniyah.
Pengaruh Puasa Ramadan terhadap Kesehatan Mental: Sebuah Perspektif Psikologi (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Laitsullah. Lc
Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu ibadah utama dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, puasa juga memiliki dampak signifikan terhadap aspek fisik dan psikologis individu. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana puasa Ramadan berpengaruh pada kesehatan mental serta hubungannya dengan berbagai konsep psikologi modern.
Malam Lailatul Qadar: Kesempatan Emas Mendekatkan Diri kepada Allah
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Parstoday
Sejak malam tiba hingga fajar menyingsing, pintu-pintu rahmat Ilahi terbuka lebar bagi para hamba-Nya. Para malaikat menyeru agar mereka memanfaatkan keutamaan malam ini dengan sebaik-baiknya. Shalat tahajud, dzikir, dan ibadah sepanjang malam menjadi sarana yang tepat untuk meraih makrifat dan mendekatkan diri kepada Allah.[]
Pengaruh Puasa Ramadan terhadap Kesehatan Mental: Sebuah Perspektif Psikologi (3)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Laitsullah. Lc
Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu ibadah utama dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, puasa juga memiliki dampak signifikan terhadap aspek fisik dan psikologis individu. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana puasa Ramadan berpengaruh pada kesehatan mental serta hubungannya dengan berbagai konsep psikologi modern.
Pengaruh Puasa Ramadan terhadap Kesehatan Mental: Sebuah Perspektif Psikologi (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Laitsullah. Lc
Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu ibadah utama dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, puasa juga memiliki dampak signifikan terhadap aspek fisik dan psikologis individu. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana puasa Ramadan berpengaruh pada kesehatan mental serta hubungannya dengan berbagai konsep psikologi modern.
Kesempurnaan Jasmani dan Rohani
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ust. umar shahab
Manusia terdiri dari dua unsur utama, yaitu jasmani dan rohani. Di satu sisi, unsur jasmani telah sempurna sejak penciptaannya dan hanya perlu dirawat agar tetap optimal. Sebaliknya, unsur rohani harus terus diperbaiki melalui upaya spiritual. Kesempurnaan jiwa sangat bergantung pada pembangunan unsur rohani, yaitu dengan mengenali dan mendekatkan diri kepada Allah.