• Mulai
  • Sebelumnya
  • 18 /
  • Selanjutnya
  • Selesai
  •  
  • Download HTML
  • Download Word
  • Download PDF
  • Pengunjung: 280 / Download: 83
Ukuran Ukuran Ukuran
ISLAM

ISLAM

pengarang:
Indonesia

Buku Ini di Buat dan di teliti di Yayasan Alhasanain as dan sudah disesuaikan dengan buku aslinya

MUKADDIMAH

Kitab kecil ini berjudul: ISLAM disusun oleh Alustadz Abdul Husain Muhammad dalam Bahasa Inggeris yang kami telah terbitkan berulang kali.

Alhamdulillah, dengan bantuan: Islamic Research Institute (Yayasan Lembaga Penelitian Islam) di Jakarta Indonesia, buku tersebut telah di terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, dan telah di terbitkan pula di sana.

Untuk kali ini kami terbitkan kembali, mudah-mudahan usaha kami ini mendapat Taufik serta Hidayah dari Allah s.w.t., karena hanya kepada Nyalah sebaik baiknya tempat meminta pertolongan.

Tehran, 25 - 4 - 1398 H.

4 - 4 - 1978 M.

Penerbit:

P. O. Box 2245,

Tehran ― IRAN.

تصدير

وضع الاستاذ (عبدالحسين محمد) کتيبه (الاءطروحة الاسلامية) بالانجليزية، وقد نشرناه مرارا، وقد قمنا ـ ولله الحمد ـ بترجمته الی لغة الملايو (اللغة التی ينطق بها عامة اخواننا الاندونيسيين) بمساعدة (هيئة البحوث الاسلامية) بجاکرتا ـ اندونيسيا، وطبعت الترجمة هناک، واليوم ان نعيد طبعها نرجو من الله سبحانه مزيدا من التوفيق والتسديد، انه نعم المولی و نعم النصير

.

الموسسة العالمية للخدمات الاسلامية

(لجنة التاليف والترجمة والنشر )

25/4/1398 طهران ـ ايران

04/4/1978 ص.ب. 2245

اْيها القاریء العزيز

ان هذا الکتاب الذی وصل اليک لهو احد مجموعة کتب السلامية اصدرتها ونشرتها هذه اللجنة بعدة لغات، وتقوم بتوزيعها فی العالم کله، هادفة ايصال الدعوة الاسلامية الی کافة شعوب الاءرض .

ولک أن تقرأهذاالکتاب بدقة وامعان، واذا وجدت فی نفسک الرغبة فی مواصلة الدارسة والبحث حول هذه المواضيع، فعليک أن تتصل بنا عن طريق المراسلة. ومن الطبيعی أننا ان رأينا فيک قارئا ذکيا وجادا فاننا سوف نکافوءک بتزويدک کتبا اخری مما نقوم بنشره و توزيعه .

کما و با مکانک ان تفاتحنا بوجهات نظرک حول هذا الکتاب، والبحوث التی تضمنها، ومدی الفائدة التی استفدتها منه و من بحوثه، وان ای قسم من مباحثه، او ای کتاب من هذه المجموعة، تراه أنفع لک وللبيئة التی تعيشها، وبهذا تجعل نفسک من أحسن قرائنا واکثرهم جدا و اجتهادا .

وفی الوقت نفسه لک أن تجعل عنواننا البريدی فی متناول اصد قائک، أو أولئک الذين تجد منهم الرغبة فی الدراساتن الاسلامية .

الموسسة العالمية للخدمات الاسلامية

(لجنة التاليف والترجمة والنشر )

طهران ـ ايران

PEMBACA YANG BUDIMAN

Buku yang berada di hadapan saudara ini adalah merupakan salah satu dari sekian banyak buku-buku yang diterbitkan dan diedarkan oleh: JAMAAH AL-IKHWAH AL-MUSLIMIN (A Group of Muslim Brothers) dalam berbagai bahasa, dan menyebarluaskannya keseluruh penjuru dunia, yang bertujuan menyampaikan da’wah Islamiyah kepada seluruh ummat manusia.

Kiranya saudara dapat membacanya dengan teliti dan penuh perhatian, dan bila saudara berminat mempelajari, dan memperdalam sekitar persoalan ini, maka kami mengharap agar saudara mengadakan korespendensi dengan kami, bila kami dapati saudara sebagai pembaca yang penuh kesungguhan, wajarlah bagi kami untuk memenuhi kebutuhan saudara dengan buku-buku yang kami terbitkan dan edarkan.

Disamping itu memungkinkan pula bagi saudara untuk mengemukakan pendapat tentang buku ini, baik dari segi pembahasannya, maupun manfaat yang diperoleh darinya, demikian pula bagian yang mana dari pembahasan buku ini, ataupun buku yang mana dari sekian buku-buku kami yang sampai kepada saudara, menurut pandangan saudara banyak manfaatnya bagi diri pribadi saudara serta masyarakat dalam lingkungan saudara, dengan demikian berarti saudara telah menjadi pembaca kami yang terbaik dan bersungguh-sungguh.

Saat itu pula saudara dapat menyampaikan alamat kami kepada sahabat-sahabat saudara serta bagi mereka yang berhasrat mempelajari Islam.

Sekretaris Penerbit,

JAMA’AH AL-IKHWAH AL-MUSLIMIN

( A GROUP OF MUSLIM BROTHERS )

KATA SAMBUTAN

Kami sangat terdorong oleh tanggapan kaum Muslimin. dalam buku kecil yang pertama. dan harapan kami peredarannya telah memenuhi harapan sebagaimana mestinya. Usul dan kritik telah diterima dengan baik dan secara penuh perhatian akan dijadikan pertimbangan. Kami berharap agar para pembaca mengirimkan usul dan kritiknya agar dapat dicapai standar yang kita inginkan, dan melaksanakan tujuan yang diidamkan dari tugas yang mulia ini.

Konsep pokok dari Islam adalah adanya Tuhan, Kenabian dan Hari Kemudian. Ini semuanya merupakan dasar pokok dari kebudayaan Islam. Syarat kedua adalah percaya terhadap konsep-konsep ini. Keimanan yang teguh yang menimbulkan emosi dan sentimen yang hidup terpadu dalam ajaran Islam. Kepercayaan seperti ini yang menimbulkan kaya sentimen akan menentukan cara berpikir, suka, tak suka. dan akhirnya tingkah laku dari rakyat. Apabila konsep pokok Islam telah dimengerti dan dipercaya, kemudian diharapkan kebudayaan dan peradaban Islam akan dijadikan tata cara hidup yang nyata. Tetapi apabila mereka tidak menghayatinya sebagaimana halnya sekarang dengan kaum Muslimin. kehidupan Islam jangan diharapkan akan tiba. Kami ingin mencoba untuk memberi jalan dan sarana untuk mempelajari pemikiran ini, dan melihat logika maupun keuntungannya. Jika kaum Muslimjn bersedia untuk memberikan perhatian terhadap hal yang vital ini, tentu suatu perubahan yang luar biasa dalam kehidupan kaum Muslimin akan dapat disaksikan dalam waktu yang singkat.

Buku kecil jni adalah suatu usaha kecil untuk memudahkan tugas ini bagi saudara kita kaum muda Islam. Penulisnya yang bijaksana telah menggunakan waktunya yang berharga untuk menulis buku kecil ini. Kami penuh harapan agar buku kecil ini akan mengisi sebagian dari kekosongan akan bahan kebudayaan yang terdapat di seluruh dunia.

Perkumpulan Pemuda Islam

di Inggeris Raya.

APA ISLAM ITU ?

Islam adalah agama terakhir yang diturunkan kepada ummat manusia. Ajaran Islam disampaikan melalui Nabi Muhammad (s.a.w.). Ia diturunkan dalam tahun 610 setelah Kristus. Islam adalah suatu prinsip. Suatu prinsip yang ditujukan sebagai suatu doktrin plus suatu sistim hidup yang harmonis. Sistim itu berada harmonis dengan doktrin apabila sistim itu dibangun dan diambil dari doktrin tersebut. Seseorang yang tidak percaya kecuali dunia ini akan condong untuk berpendapat bagi kesenangannya sendiri tanpa ambil perduli akan kesejahteraan orang lain. Orang seperti itu tidak akan ambil perhatian untuk berkorban bagi orang lain. Ya, ada orang yang tergerak sccara emosionil oleh motip idealistis sewaktu, tetapi jumlah orang seperti ini sangat sedikit dan kerja mereka tidak konsisten dan tidak berarti. Sebaliknya, seseorang yang percaya terhadap Tuhan dan hidup setelah mati, akan memperhitungkan bagi Hari Kemudian Ia akan menahan diri dari perbuatan jahat karena mengetahui bahwa ia akan mendapat hukuman berat yang akan dialaminya. Ia akan bersedia untuk berkorban karena telah ada janji Tuhan untuk memberikan hadiah di dunia akhirat. Selanjutnya, tingkah laku seseorang itu dipadukan, secepatnya mereka memutuskan doktrin mana yanp, mereka anut.

Islam adalah garis lurus yang disediakan oleh Pencipta untuk umat manusia. Ia mengurusi segala lapangan dari kegiatan mereka, apakah secara perorangan maupun secara bersama. Perhatian khusus diberikan terhadap perorangan dan tingkah laku mereka dimana bidang rohaniah diperkuat dan diagungkan. Hal itu pertama melalui pengertian ideologis, kemudian mengabdikan diri mereka terhadap Tuhan dalam sembahyang, puasa, haji, dll. Aspek kolektipnya ditekankan akan pentingnya hal yang menyangkut sistem sosial ekonomis dan politis yang dengan jelas digariskan dan dibeberkan secara terperinci.

NILAI PENGETAHUAN MANUSIA

a. Hasil dari falsafah :

Yang Mulia Filsup Inggeris Francis Bacon mengatakan : “Sedikit pengetahuan falsafah dapat membawa pikiran seseorang menjadi atheisme, tetapi pengetahuan mendalam tentang falsafah membawa pikiran seseorang kepada agama.” Mengapa ? Adalah lebih baik untuk membiarkan seseorang yang sangat terkemuka dan produktip mewakili “Positivisme Logika”, sebagaimana pertanyaan ini dijawab oleh Rudolf Carnap. Dikatakan : “Kita mungkin akan tiba cepat pada tingkat yang menentukan, cukup bagi segala keperluan yang praktis. tetapi kepastian yang mutlak tidak akan kita capai.”

Sebenarnya hal itu berdasarkan pada pertanyaan apakah kita mengetahui segalanya ? Jawabannya kelihatan sederhana. tetapi apabila diperiksa, ia akan merupakan salah satu pertanyaan yang paling sulit apabila dihadapkan kepada manusia. Professor Ayer (ketua dari Humanist Association dan Professor Ilmu Logika pada Universitas Oxford) mengatakan : “Saya percaya terhadap ilmu pengetahuan.” tetapi ia mengatakan selanjutnya. “Walaupun Saya percaya terhadap ilmu pengetahuan. Saya tidak percaya bahwa ilmu pengetahuan itu dapat sepenuhnya dipercaya”. Ia meyimpulkan, “Sementara kita tidak akan mendapatkan suatu jaminan logika bahwa teori seperti itu tidak akan dipalsukan, kita tidak akan berada pada suatu kedudukan untuk menuntut bahwa kita mempunyai kebenaran yang terakhir.

Kelihatannya kesimpulan yang terbaik da ri hasil falsafah adalah yang diberikan oleh yang mulia filsuf Ludwig Wittgenstein. Dikatakan: “Usul saya adalah penjelasan dalam cara berikut ini : dia yang mengerti akan saya akhirnya mengakui bahwa mereka sebagai tanpa perasaan, apabila dia telah naik melalui mereka, atas mereka, karena mereka. (Dia ber- bicara demikian hanya buang tenaga, setelah dia naik melaluinya) Dia harus menerima usul ini; kemudian dia melihat dunia secara benar. Dimana seseorang tak dapat berbicara, disana seseorarig terpaksa bungkam.”

Bertrand Russel mengatakan : “Seseorang tak dapat memastikan tentang sesuatu apabila ia pasti tentang sesuatu itu akhirnya pasti salah. Dia juga mengatakan: “Tugas dari filsup ialah membantu masyarakat untuk memerangi keraguan mereka.” Malah seorang rasionalis seperti Descartes pernah mengatakan dia meragukan hanya sesuatu yang dia sendiri tidak ragu atas keraguannya sendiri. Caranya menangani masalah itu dapat dikatakan sebagai berikut. (Karena Saya ragu, karena itu saya berpikir. Karena saya berpikir, karena itu saya lahir. Karena saya lahir, karena itu Tuhan ada yang mana tak dapat terjadi tanpa suatu tujuan). Titik yang lemah dalam argumentasinya adalah sebagai berikut :

i. Dia berpendapat bahwa keraguannya benar mutlak karena itu perlu suatu usaha penengah.

ii. Dia berpendapat tujuan tanpa memberikan suatu alasan merupakan anggapan semata.

Memberikan lebih banyak pandangan terhadap masalah keraguan, hal berikut ini dapat ditambahkan :

a. Sumber terkenal, tentang pengetahuan, umpamanya, lima daya-rasa kita dan akal, semuanya dapat menimbulkan keraguan semata karena mereka telah membohongi kita berkali karena itu kita tak dapat melepaskan setiap kejadian tertentu dari keraguan.

b. Akal kita dapat dikurangi sampai pada usul logika yang apriori. Kebenaran dari usul ini dapat dijadikan masalah untuk dianalisa dan selanjutnya hal ini tak dapat dianggap sebagai suatu yang dibawa lahir. Umpamanya, sejumlah konsep dipandang sebagai aksioma pada satu waktu seperti mutlaknya waktu dan hitungan Aucledia; kemudian ditemukan bahwa mereka tidak mutlak.

c. Kelihatannya adalah tidak mungkin untuk memandang sesuatu tanpa ada akibatnya sebagaimana dikatakan Kant. Selanjutnya kita tidak akan pernah mempunyai image yang tepat mengenai sesuatu.

d. Ia akan lebih buruk apabila ketidakpastian menjadi dominan. Kemudian keraguan menjurus kepada konsep ketidakpastian dengan sendirinya menjurus kepada deklarasi Wittgenstein. “Dimana seseorang tak dapat berbicara, disana seseorang harus membungkam.”

b. Teori Islam tentang pengetahuan :

Suatu teori dalam epistimologi yang telah dikerjakan oleh filsup Muslim terkenal Al-Farabi (870-950 A.D.) mengklasifikasikan pengetahuan manusia menjadi dua bentuk:

1. Pengetahuan imaginasi (Al-Tassawor):

Inilah yang disebut mental image yang terdapat dalam pikiran kita secara tidak teratur mengenai keadaan luar. Keadaan pokok sekitarnya seperti tujuan dan hukum tentang kontradiksi adalah dalam kategori pengetahuan ini. Pengetahuan imaginasi diambil sebagai ketentuan mutlak karena daya-rasa kita telah membohongi kita banyak kali dan tentang tidak efisiensinya mental tak dapat dibantah.

Hal itu dapat diterima bahwa definisi yang terbaik tentang suatu usul tertentu adalah bila pikiran tak dapat menerimanya tetapi melihatnya. Hal itu termasuk mental image dalam otak kita. Selanjutnya adanya mental image ini adalah pasti mutlak. Adanya keraguan mengenai kehadirannya adalah kenyataan luar. Keadaan keliling dari pengetahuan manusia seperti “tujuan” dapat dipandang sebagai harta kekayaan dan sifat interaksi dari mental image dari ini adalah mutlak benar. Keraguan dapat menyelinap kedalam karena tujuan analisa, sintesis dan berkurangnya daya-pikir otak, karena itu kemungkinan berbuat salah dari keadaan yang tidak sempurna tetap ada, Apabila kita melihat sesuatu adalah mut- lak pasti maka terdapat suatu mental image dalam otak kita karena tidak ada tempat untuk ragu mengenai adanya image ini, tetapi tidak pula perlu bahwa apa yang kita lihat mempunyai suatu kenyataan luar. Keraguan kita tentang kenyataan luar datang dari pengalaman kita sendiri. Selanjutnya dalam suatu keadaan kita mempunyai fakta-fakta tertentu, yaitu keadaan keliling dari pengetahuan yang mana kita anggap sebagai sifat dari mental image. Penggunaan dari keadaan keliling ini dalam pertimbangan mungkin dapat memberikan suatu keputusan yang logis yang kita senangi atau menentang suatu usul.

Selanjutnya berbicara secara rasionil suatu usul dapat diterima jika hal itu lebih masuk akal. Saya dalam suatu kedudukan sekarang untuk mengatakan bahwa suatu doktrin itu berharga untuk ditambahkan kepada sesuatu apabila ia secara logika dibenarkan oleh kemungkinan yang besar dengan mempertimbangkan intinya dan konsekwensi adaptasinya. Halaman selanjutnya dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk menjelaskan dukungan rasionil dari doktrin Islam.

Hal itu harus ditambahkan bahwa Iman adalah keadaan pikiran dimana Tuhan memberikan kepada Muslim sejati (yaitu, orang yang menyerahkan dirinya kepada jalan Allah). Nabi Muhammad (s.a.w.) bukan seorang filsup. Adalah cukup dikenal bahwa beliau buta-huruf.

Ajaran Islam diturunkan kepada beliau dengan wahyu.

Islam mendorong rasionalisme. Seluruh Kitab Suci Al-Qur’an mendorong manusia untuk berpikir dan mempergunakan akal, tetapi rasionalisme saja (yaitu, tanpa kesucian jiwa yang membawa hasil dari tindakan menurut kehendak Tuhan) belum cukup untuk beriman.

Saya lebih tertarik disini akan dukungan rasionil dari doktrin Islam, dengan pendapat bahwa bertindak menutut kehendak Tuhan adalah kebutuhan yang diperlukan bap suatu keimanan yang kekal dan hidup.

WAHYU

Doktrin Islam didasarkan pada landasan berikut ini :

Percaya kepada Allah

Allah adalah mutlak dengan adanya alam semesta. Ia adalah Pencipta yang mana rupa dan bentuk-Nya diluar pengetahuan seseorang. Adalah hanya beberapa dari sifat Nya yang mana kita ketahui melalui pengalaman dan keimanan. Sifat Pencipta adalah sempurna dan mutlak. Ia abadi dan tidak terbatas pada ruang atau waktu, karena Ia adalah Pencipta dari keduanya. Ia adalah Esa dan Adil. Sifat Tuhan dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian :

i. Pertama:

seperti Mahakuasa, Mahakuat, Pencipta, Maha Pengasih Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dll.

ii. Kedua:

seperti tak dapat dilihat. Islam menekankan pada dua konsep, yaitu Tuhan Maha Esa dan Adil. Konsep pertama mengatur ketertiban dan kerukunan dalam alam semesta. Konsep kedua menyediakan tempat bagi ramalan dan kehendak bebas manusia. Manusia dilahirkan bebas dari kehendak mengenai yang baik dan yang buruk. Islam memandang manusia sebagai kekuatan yang sanggup untuk berbuat keduanya. Apabila ia mengikuti satu jalan, kemudian ia akan mengalami kecepatan dalam jalan itu sebagai suatu konsekwensi alam. Manusia dibuat sadar tentang bentuk dari kedua jalan itu melalui fitrahnya, nabi, orang yang mengajak kejalan yang benar, dan orang yang membawa kejalan yang jahat.

Percaya terhadap Islam dan Nubuwah

Tuhan menciptakan alam dan manusia, sebagai suatu fenomena alamiah, menurut hukum yang pasti. Hukum ini mungkin statis sifatnya dalam beberapa bidang, dan mungkin termasuk pengawasan dari proses evolusi dari alam “Islam” adalah kata Arab yang berarti berserah diri.

Islam dalam hubungan ini berarti berserah diri kepada jalan Allah.

“Muslim” adalah kata yang berarti seseorang atau materi berserah diri kepada hukum Tuhan. Dengan demikian hal yang tidak berkehendak di dunia ini seperti benda yang tak bernyawa, seperti atom dan bintang adalah Muslim. Manusia diberikan kesanggupan berpikir yang tinggi, dan kegiatannya terbagi dalam dua kategori. Pertama adalah fitrah, seperti denyutan jantungnya yang mematuhi hukum yang dijadikan oleh Tuhan. Kehendak diberikan kepada manusia dan mempergunakan kekuatannya dalam bidang khusus dari kehidupan. Bidang ini termasuk seluruh kegiatan manusia selain dari hal diluar pengawasannya. Demikianlah, walaupun bagian dari kegiatan manusia ini mempunyai beberapa hukum ideal manusia dapat mencapai tingkah laku yang optimum. Hukum-hukum ini diberikan kepada manusia oleh Tuhan, dan membawa mereka untuk berkata kita adalah Muslim ― yaitu, berserah diri kepada kehendak Tuhan. Semua ini adalah hukum. Islam. Agama Tuhan lainnya adalah juga hukum Tuhan, tetapi apakah peranannya telah berakhir atau telah dirubah oleh manusia. Islam adalah agama terakhir dari Tuhan yang telah dipilih bagi kemanusiaan.

Seorang nabi adalah seorang manusia yang baik dan sanggup untuk menyampaikan firman Allah. Beliau sudah harus tanpa kesalahan agar dapat menjadi contoh bagi lainnya untuk diikuti. Dalam kata lain, beliau mesti seorang yang efisien untuk melaksanakan suatu transformasi kebudayaan didalam masyarakat. Nabi muncul selama umur sejarah untuk melaksanakan tugas mereka sebagai saksi, belas-kasih dan pernberi peringatan. Mereka laksanakan perubahan kebudayaan dan memperingatkan ummat untuk menentang penyelewengan.

Kepercayaan terhadap Hari Kemudian

Manusia terdiri dari jasad dan ruh. Yang terakhir disebut dalam psikologi modern “nyawa”. Setelah mati jasad kembali sebagai bentuk kimiah sementara nyawa atau roh kembali kesuatu alam yang mempunyai bentuknya sendiri. Telah menjadi kepercayaan bahwa dimasa periode itu antara mati dan Hari Perhitungan manusia diklasifikasikan kepada tiga kategori. Siapa yang benar berbuat baik patuh kepada Allah dan Nabi-Nya akan mendapatkan kegembiraan di masa itu yang mana disebut “Alam Barzah”. Sedangkan lainnya yang benar penuh dengan dosa di masa hidupnya, akan mendapatkan aniaya dari “Barzah”. Sedangkan lainnya yang berada diantara ke-dua itu, arwah mereka akan statis. Tahap kedua adalah Hari Perhitungan, manusia akan diperingatkan mengenai perbuatan baik dan jahat mereka didunia, dan siap untuk menerima hadiah atau hukuman.

Orang yang baik akan diberi hadiah mengirimkan mereka ke syurga Firdausi, sementara orang yang jahat akan dikirimkan ke neraka. Di syurga Firdausi orang akan menerima kenikmatan yang luarbiasa dan kegembiraan (22/Pembalasan) : “Allah telah berjanji kepada orang yang percaya, pria dan wanita, taman yang dibawahnya mengalir sungai, untuk selamanya mereka akan tinggal disana, dan mendapatkan tempat tinggal yang baik di Taman Syurga, tempat berhibur kepunyaan Allah; yaitu kemenangan besar. “Di Neraka orang akan menerima aniaya, dan bahan bakar dari apinya adalah manusia dan batu.

Seseorang yang berbuat salah apabila ia bertindak menentang hukum Allah. Setiap orang bertanggung-jawab atas perbuatannya. Dia tidak akan menanggung dosa yang diperbuat oleh orang lain.

Diskusi rasionil tentang Wahyu

Islam tidak nienghendaki keimanan tanpa logika yang dipercayai. Dalam bagian ini, konsistensi dan kepositipan rasionil dari doktrin akan diperlihatkan.

ADANYA TUHAN DAN SIFAT NYA

Terdapat empat cara untuk membuktikan adanya Pencipta :

a. Pengalaman pribadi

Terdapat beberapa kejadian yang mana kita alami dalam hidup kita yang tak dapat dijelaskan kecuali dengan adanya Allah. Banyak orang alami kecelakaan yang membuat dia percaya adanya Tuhan. Harus diakui bahwa bentuk dari kepercayaan ini dapat digunakan dalam suatu ukuran kecil dan sukar dipikirkan oleh orang lain yang tidak ada hubungannya terhadap kejadian khusus itu. Tetapi kepentingannya tak dapat ditolak, terutama apabila kita biasa menggunakan ukuran yang wajar.

b. Agama

Banyak orang baik muncul selama berjalannya sejarah dan mengajarkan kepercayaan terhadap Allah. Orang seperti itu disebut nabi. Nabi harus mempunyai kwalitas yang unik seperti berbudi, taat, bertindak benar, dipercayai, dll. Kwalitas ini harus diketahui oleh orang sebelum mereka diutus sebagai nabi. Semua nabi disebut mempunyai hubungan luar biasa dengan Tuhan. Adalah menjadi kenyataan bahwa kehendak dan kerja mereka konsisten dan membuktikan apa yang mereka katakan.

c. Falsafah

(Sebab pertama argumentasi) Dengan mempertimbangkan “Hukum dari sebab dan akibat,” ambil persoalannya secara umum. Ia pasti memerlukan suatu sebab bagi kehadirannya sekarang. Argumentasi ini dapat dijadikan objek dengan mengatakan bahwa kehadirannya memerlukan suatu sebab, dan hal itu akan berakhir dalam suatu rangkaian yang sempurna. Demikianlah, perbuatan ini dapat ditolak dengan membuktikan bahwa rangkaian dari sebab itu harus dihentikan dalam suatu tujuan yang mutlak. Tujuan mutlak itu harus dapat bertahan sendiri dan tidak memerlukan tujuan bagi kehadirannnya. Dalam kata lain harus ada suatu tujuan yang bentuk dan intinya berbeda dari apa yang terdapat pada rangkaian itu.

Sekarang, katakan sebab dari kehadirannya B dan tujuannya B dan seterusnya. Jika A bilang kemudian persoalan hilang timbul. Sama halnya kehadiran D perlu bagi kehadiran A dan begitu seterusnya. Sekarang ambil suatu penengah yang menghubungkan rangkaian itu dengan mengatakan N; maka status dari N dalam rangkaian itu dapat menimbulkan tiga kemungkinan :

1. Harus tidak ada. 2. Mungkin ada. 3. Harus ada.

Pendapat yang pertama dan kedua tidak memerlukan adanya masalah seperti yang dijelaskan di atas.

Selanjutnya, kita hanya membicarakan pendapat terakhir.

Lingkaran argumentasi dapat pula untuk tidak disetujui. Lingkaran dari sebab menyangkut rangkaian A, B, C, D, kemudian kembali ke A, B, dll, berputar dalam satu lingkaran. Ambil setiap pasang dalam lingkaran, katakan A dan D. Terdapat tiga kemungkinan : i. A ada sebelum D. ii. D ada sebelum A. iii. A dan D ada secara serentak.

Apabila A ada sebelum D kemudian tak berarti lagi untuk mengatakan bahwa A tergantung pada D, semata karena D sering tidak mempunyai kehadiran sebelum ia dijadikan untuk ada oleh A. Pendapat kedua tidak dapat disetujui dalam argumentasi yang sama. Pendapat ketiga berarti bahwa keduanya tidak menyebabkan lahirnya yang lain. Sementara itu mereka memerlukan sebab diluar kehadiran mereka.

Persoalan selanjutnya dapat dibicarakan berdasarkan usul penengah dari N karena ia dapat diambil sebap;ai masalah tersendiri. Pendapat ini bertentangan dengan logika, yaitu usul a priori seperti kejadian tiba. Tidak ada gunanya untuk mendalaminya, tetapi ia dapat mudah dibuktikan bahwa soalnya mernpunyai inti yang sama tetapi bentuknya berbeda, kemudian ia dapat ditanya, “Apa penyebab yang telah memberikan perbedaan bentuk menjadi inti yang sama ?” Jika dikatakan bahwa terdapat bentuk tidak asli, kemudian soal itu memerlukan suatu fakta di luar intinya untuk membikin bentuknya yang sekarang. Jika dikatakan bahwa bentuk ini yang telah mernbuat rnereka abadi, kemudian apa sebab yang membikin mereka berbeda. Jika mereka asli bentuknya, kemudian apakah ia kuat atau aktif. Yang terdahulu memerlukan sebab yang rnerangsang, sementara yang terakhir memerlukan adanya konstradiksi secara serentak, yang mana berlawanan dengan logika. Adalah fakta bahwa soal itu mempunyai suatu inti dan bentuk yang diperlukan agar ia merupakan suatu kontingen.

d. Ilmiah

Sudah diketahui oleh intuisi bahwa bagi setiap pekerjaan yang cakap harus ada pembuatnya. Coba pikir sebagai contoh otak manusia. Kemudian bandingkan dengan penemuan yang tertinggi, yaitu komputer. Adalah jelas bahwa yang terakhir adalah hasil dari otak manusia. Karenanya tidak mungkin bagi otak untuk melahirkan tanpa suatu pembuat yang cakap. Ada orang yang suka lari menuju kepada suatu hal yang dikhayalkan yang disebut kecelakaan. Jika kecelakaan dapat ditolak sebagai sesuatu yang tidak mungkin, tentu jalan satu Nya yang ada ialah sebagaimana Max Planck, physikis terkemuka, menjelaskan: “Mengenai Tuhan.”

Kemungkinan dan kesempatan adalah suatu cabang ilmu matematika yang benar telah ditetapkan. Jika suatu kartu khusus hendak di tarik dari sejumlah 10 kartu sebagai tebusan, tentu kemungkinan mendapatkan kartu itu adalah 1/10. Coba kartu itu diberi angka dari satu sampai sepuluh, tentu untuk menemukannya kemungkinan menarik kartu yang sama. Kemungkinan hal itu adalah 1/10. Dalam membandingkan keistimewaan dari pekeriaan mudah ini dengan apa yang disebut sel hidup, maka denominator menjadi tambah besar. Dalam kata lain, kemungkinan akan terjadi secara tiba menjadi lebih rumit. Karena itu jika perbandingan bergerak untuk penciptaan suatu manusia dijadikan dasar, maka ia menjadi luar biasa besarnya. Untuk menielaskan hal ini, pikiran seseorang mengatakan kepada anda bahwa mobilnya keluar oleh karena suatu insiden melalui hal yang khusus. Reaksi cepat terhadap hal yang seperti itu ialah langsung memeriksa status mentalnya. Lebih jauh dalam membandingkan keistimewaan dari alam semesta seluruhnya, denominator mendekati kesempurnaan. Hal itu dapat ditolak jika alam semesta adalah tidak sempurna. Jawaban- nya mendekati kesempurnaan bila cukup bagi pembuktian matematika. Juga kita membicarakan bentuk dan bukan benda yang tidak sempurna yang digunakan dalam bentuk.

Benarlah, tidak ada tempat secara rasionil dan emosionil bagi suatu insiden yang buta untuk memberi kepercayaan pada mata manusia. Memasangkan lensa dan buah mata dalam posisinya, sebuah retina yang memancarkan cahaya diperlukan dua macam fluid dan berjuta lingkaran dan tali di belakang retina untuk menganalisa cahaya. Tidak ada tempat bagi insiden yang buta untuk membuat alat yang dapat menyampaikan sifat biologis dari nenek-moyang kepada keturunannya. Dikatakan bahwa alat genetik dari seluruh ummat manusia tidak akan dapat mengisi suatu alat tutup tangan seorang penjahit !

Sekarang menjadi suatu kepastian bahwa Tuhan adalah penyebab dari adanya alam semesta, selanjutnya tak dapat dikatakan bahwa Dia terbatas untuk ruang dan waktu. Sifat Nya dapat digambarkan melalui kerja-Nya. Dapat dilihat bahwa terdapat ketentraman dan tujuan yang baik di dunia, dan Dia Mahabijaksana. Terdapat kekuatan besar di alam semesta, karena itu Dia Mahakuasa, dll. Perbuatan jahat adalah kata yang mempunyai arti relatif. Apa yang dikatakan tindakan Tuhan, hal itu dimaksudkan bahwa kerja-Nya adalah sempurna dalam sega-la hal. Semuanya berisikan segala faktor tentang ampun dan kasih sayang. Jahat adalah perbuatan yang tak dapat dihubungkan kepada Tuhan. Apabila seseorang memberikan sepuluh pound, kemudian mengambil satu pound kembali dia masih tetap jujur dan baik.

Tuhan Maha Esa. Jika dianggap bahwa terdapat banyak daripadanya, maka mereka harus mempunyai kehendak yang sama atau kehendak yang berbeda. Jika mereka mempunyai kehendak yang sama, maka tidak ada gunanya untuk mengatakan mereka banyak. Jika dianggap bahwa mereka mempunyai kehendak yang berbeda, maka mereka apakah sama atau berbeda. Apabila mereka sama, maka batas dari tingkah laku mereka adalah sama, dan secara konsekwen mereka mempunyai kehendak yang sama.

Apabila mereka mempunyai kekuasaan yang berbeda, maka yang terkuat akan menundukkan yang lemah.

Tuhan adalah adil. Ketidak-adilan adalah suatu kelemahan yang tak dapat diatribusikan kepada Pencipta, yang mana adalah sempurna dalam segala hal.

ISLAM DAN NUBUAH

Kata “Islam” mempunyai dua konsep. Konsep pertama dapat dilaksanakan secara linguistik. Kata Arab ISLAM berarti “berserah diri secara kehendak sendiri”. Ia dihubungkan kepada berserah diri kepada Tuhan umumnya, dan dalam hal ini ia termasuk segala agama dan berseru bagi jalan Allah di samping mencari terhadapnya suatu pandangan yang lebih luas dengan memasukkan segala objek-objek yang tak dikehendaki. Konsep kedua adalah suatu definisi formil yang mana dihubungkan kepada Islam sebagai suatu masyarakat dan setiap orang yang menyatakan “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”, adalah seorang Muslim.

Islam sesuai dengan alamnya manusia dan harmonis dengan kebutuhan dan harapan nya. Pengalaman manusia menunjukkan bahwa adalah berbahaya untuk bertingkah laku menentang alam seseorang. Umpamanya, tidak bersedia kawin dan berbuat salah terhadap orang lain. Agama menyebut keadaan ini “dosa”. Hal ini adalah suatu pengalaman seseorang yang keadaannya harmonis dengan hukum alam (hukum Tuhan) adalah sesuatu yang baik, umpamanya berbuat benar, dapat dipercayai, baik budi, benar, dll. Agama menyebut keadaan ini “baik”.

Beberapa alasan

I. Manusia lebih mulia dari binatang karena kesanggupan mental dan kebebasannya untuk memilih. Kesanggupan mental adalah tinggi tetapi terbatas. Masalah nya mulai dari tingkat asal alam semesta kepada kehidupan setelah mati. Dia mencari cara terbaik untuk menyelamatkan kehidupannya sekarang dan masa depan. Selanjutnya, ia menempatkan pengetahuannya dengan percobaan dan memeriksa asal dan nilainya. Dia malah menanyakan daya pendengaran dan penglihatannya. Kemudian ia dapat melihat bahwa terdapat suatu ruang lingkup yang besar untuk diperdebatkan yang berbeda mengenai setiap masalah ! Filsup yang mempunyai pandangan yang dalam terhadap masalah ini berbeda tentang konsep pokok ! ! Segala bentuk gagasan yang bertentangan ditemukan bekerjasama dalam dunia falsafah. Ada alam semesta, kata realisme. Idealisme mengatakan bahwa tidak terdapat alam semesta yang benar sama sekali, tetapi ia adalah suatu masalah khayalan bagi Berkley dan David Hume ! Marx mengatakan bahwa pendengaran dan penglihatan kita adalah semata suatu refleksi dari keadaan sekeliling kita. Immanuel Kant dan Descartes mengatakan ada beberapa ilmu fitriah yang pokok. Mereka semua kebingungan tetapi hal ini harus diakhiri bagaimanapun.

Karenanya mengutus nabi-nabi tak dapat dielakkan untuk menyelamatkan kemanusiaan dari tenggelam dalam keraguan. Adalah perlu untuk menunjukkan mereka jalan kehidupan yang sejalan dengan hukum Allah, hukum ini adalah agama berdasarkan ke-Tuhanan selama berjalannya sejarah.

II. Tingkah laku dan moral yang tinggi nilainya yang mana nabi-nabi sering menikmatinya sebelum datangnya wahyu. Sebagai contoh dari seorang nabi, mengenai Nabi Muhammad dapat dipertimbangkan.

Hal-hal berikut adalah yang menunjukkan Kenabian Muhammad (s.a.w.)

a. Dia terkenal sebagai penuh kebenaran dan sangat dipercayai sebelum beliau mengatakan Kenabiannya. Tingkah laku moralnya adalah unik dan di luar kesangsian atau keraguan.

b. Dia tak pernah meragukan pesannya. Terdapat banyak usaha untuk mengalihkan dianya dari tujuannya oleh uang, wanita, bunga, dan lain-lain, tetapi beliau tidak pernah goncang oleh usaha-usaha ini. Beliau hidup selama 23 tahun setelah Kenabiannya, konsisten dalam segala hal.

c. Beliau adalah seorang buta-huruf. Al-Qur’an adalah mukjizat yang mana Tuhan berikan kepadanya untuk membuat percaya umat tentang ajaran dan Kenabiannya. Kesusasteraan yang baik, sistem sosial, ekonomi, spirituil dan politik yang luar biasa adalah benar-benar sempurna dan teratur. Terdapat lebih dari 750 ayat dalam Al-Qur’an yang mengatakan fakta-fakta yang kebanyakan daripadanya tidak akan pernah diketahui oleh ummat pada masa Nabi.

d. Beliau mengetahui tahun matinya.

Beliau juga ramalkan banyak hal yang mana telah dipenuhinya

e. Beliau menunggu untuk selama dua tahun setelah diterimanya pertama-tama beberapa bagian dari Al-Qur’an. Di masa periode ini beliau tidak menerima sesuatu wahyu. Fakta historis ini sangat kuat mendukung bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah.

Hidup Setelah Mati

Pokok-pokok pikiran berikut memperkuat adanya suatu kehidupan setelah mati :

a. Penyelidikan tentang psikologi modern dalam lapangan clairvoyance, ramalan, psikokinesis (kerja otak mengenai suatu masalah) dan luar biasanya pendengaran dan penglihatan menunjukkan bahwa manusia tidak terdiri dari jasad saja, tetapi terdapat sesuatu di belakang yang tak dapat dilihat, ahli-ahli psikologi menyebutnya “daya pikir” (yang mana berbeda dari otak). Agama menyebutnya “roh”. Ia hanyalah suatu terminologi.

b. Para psikolog bekerja bersama dengan spirituilisme dalam penelitian psikiater modern. Berikut adalah beberapa sarjana yang pernah melaksanakan penelitian dalam bidang ini.

Sir Oliver Lodge

(Pemenang medali Rumford dar R.S., President of The Physical Society of London, dan The British Association for Advancement of Science). Ia menyatakan bahwa : “Berbicara atas diri saya sendiri, dengan tanggung jawab penuh dan hati-hati, Saya menyatakan bahwa sebagai hasil dari penyelidikan saya tentang soal-soal fisika, saya secara luas dan diam berangsur-angsur menjadi penuh percaya, setelah lebih dari 30 tahun mempelajarinya, bukan saja ia tetap terus ada sebagai suatu fakta, tetapi komunikasi yang terus berjalan melintasi perut bumi ― dengan susah payah dan dalam keadaan pasti ― adalah mungkin. Kenyataan ini telah memberikan kepercayaan yang pasti kepada saya (i) hidupnya manusia, (ii) mungkinnya berdasarkan pada keadaan yang menguntungkan, mengenai komunikasi antara yang mati dan yang masih hidup, (iii) bahwa mati adalah hanya suatu episode yang terus ada. Saya juga berpendapat cukup kuat bahawa ada semacam bantuan, dibimbing atau didorong untuk membuat kita pada suatu waktu melintasi apa yang sering disebut “teluk” atau melalui apa yang sering disebut “tutup mata”.

Professor Hart (dalam bukunya “The Enigma of Survival”) yang mengutip Lodge mengatakan : “Hipotesis terus ada dalam bentuk kondisi yang lain, dan mungkinnya komunitas melintasi batas bukanlah sesuatu yang bebas dibuat seseorang bagi kesenangannya atau untuk mengalihkan kesukaran atau karena tidak senang terhadap gagasan penghapusan-nya: ia adalah suatu hipotesis yang secara berangsur-angsur memaksa penulis ― sebagaimana juga terhadap banyak orang lainnya ― oleh tekanan yang keras dari pengalaman yang pasti; dasar dari teori atom baginya tidak begitu keras. Bukti terus bertumpuk dan telah membenarkan segala dukungan yang sah dan skeptismisme yang masuk akal.”

Sir William Crookes

(Penemu dari tube Crookes dalam elektrisitas, President dari R.S., Chemical Society, dari The Institute of Electrical Engineering dan The British Association for The Advencement of Science, penemu dari Thalium, dan lain-lain). Ia mulai mengadakan penyelidikan ilmiah tahun 1869 mengenai fenomena yang membawanya kepada penyimpulan “bahwa makhluk yang tak dapat dilihat dan cakap ada yang mengatakan bahwa mereka adalah roh dari orang-orang mati.” Dalam pernyataannya di depan The British Association tahun 1898 : “Tigapuluh tahun telah berlalu sejak saya terbitkan suatu hasil eksperimen yang bermaksud untuk menunjukkan bahwa di luar dari ilmu pengetahuan ilmiah kita, terdapat di sana suatu kekuatan yang digerakkan oleh kecakapan berbeda dari kecakapan yang biasa yang dikenal abadi. Tidak ada yang harus saya kurangi, saya tambahkan kepada apa yang telah saya nyatakan. Benar-benar saya akan menambahkan lebih banyak lagi”.

Keutungan Ilmiah Dari Doktrin Islam

Beberapa hal mendukung keuntungan ilmiah ini :

a. Islam menyediakan harapan kepada manusia untuk hidup dengan tujuan yang harus diikuti. Suatu jalan yang mengikat mereka kepada Allah. Suatu tujuan dapat berbeda dari arah yang telah ditetapkan Pencipta karena semata-mata kepentingan nafsu. Perlunya memuaskan Pencipta adalah suatu pemikiran yang agung. Imam Ali (a.s.) mengatakan : “Saya sembah Tuhan bukan karena takut bukan untuk keuntungan, tetapi karena Ia yang seharusnya disembah, dan yang dicintai”.

Nafsu-nafsu yang rakus dimanifestasikan dalam kehendak untuk memasuki Syurga dan menghindari aniaya Neraka.

b. Islam memenuhi kebutuhan fitriah terhadap kepercayaan agama. Perlunya agama adalah suatu fakta yang diakui oleh semua yang telah mempelajari agama dalam masyarakat manusia.

c. Sikap Islam terhadap “dosa” adalah sesuatu yang rasionil. Ia meminta tanggungjawab dari siapa yang mengerjakan dosa. Dalam kata lain, Islam menolak dosa yang didapat dari orang lain. Sikap ini membebaskan manusia dari perasaan bersalah tentang perbuatan-perbutan jahat yang mana mereka sendiri tidak mengerjakannya.

d. Orang-orang yang percaya siap untuk menghargai mereka sebagai manusia yang dapat dihargai dan mempunyai perasaan yang sama pula terhadap pihak lain. Penghargaan ini adalah hasil dari komunikasi mereka dengan Pencipta, yaitu melalui sembahyang, puasa, menunaikan haji, dan lain-lain.

e. Falsafah Islam tentang kehidupan menghasilkan yang baik dan perasaan halus dalam pandangan Muslim. Pandangan Muslim tentang kehidupan adalah kerjasama (62 Kelelawar) : “Berapa banyak binatang buas yang tidak mempunyai makanannya sendiri, tetapi Tuhan menyediakan baginya dan anda”. (22/Lembu) : “Siapa yang menugaskan kepada anda bumi ini untuk tempat istirahat, dan langit bagi sebuah gendang besar, dan menurunkan air dari langit, dimana Ia menghasilkan buah-buahan bagi kamu untuk dimakan”. Sekarang dapat diambil menjadi pegangan bahwa ada ketentraman, harmonis dan kerjasama di bumi. Sebaliknya, pandangan materialistis mengenai kehidupan adalah suatu perjuangan, perlombaan tidak sehat dan perang. Karena itu falsafah Islam menghasilkan perasaan damai dan ketenangan. Falsafah materialistis mengorbankan ketegangan, perlombaan dan peperangan di antara manusia.

Daftar Isi

MUKADDIMAH 1

PEMBACA YANG BUDIMAN 4

KATA SAMBUTAN 6

APA ISLAM ITU ? 8

NILAI PENGETAHUAN MANUSIA 10

a. Hasil dari falsafah : 10

b. Teori Islam tentang pengetahuan : 13

1. Pengetahuan imaginasi (Al-Tassawor): 13

WAHYU 16

Percaya kepada Allah 16

i. Pertama: 16

ii. Kedua: 16

Percaya terhadap Islam dan Nubuwah 18

Kepercayaan terhadap Hari Kemudian 20

Diskusi rasionil tentang Wahyu 22

ADANYA TUHAN DAN SIFAT NYA 23

a. Pengalaman pribadi 23

b. Agama 23

c. Falsafah 23

d. Ilmiah 25

ISLAM DAN NUBUAH 29

Beberapa alasan 29

Hidup Setelah Mati 32

Sir William Crookes 35

Keutungan Ilmiah Dari Doktrin Islam 36