Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban

Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban0%

Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban pengarang:
: Tanpa Nama
: Tanpa Nama
Kategori: Akhlak & Doa

Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban

Buku Ini di Buat dan di teliti di Yayasan Alhasanain as dan sudah disesuaikan dengan buku aslinya

pengarang: Husein Abu Thalib Al-Muhdhor
: Tanpa Nama
: Tanpa Nama
Kategori: Pengunjung: 89
Download: 41

Komentar:

Pencarian dalam buku
  • Mulai
  • Sebelumnya
  • 6 /
  • Selanjutnya
  • Selesai
  •  
  • Download HTML
  • Download Word
  • Download PDF
  • Pengunjung: 89 / Download: 41
Ukuran Ukuran Ukuran
Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban

Keutamaan & Amalan Bulan Sya;ban

pengarang:
Indonesia

Buku Ini di Buat dan di teliti di Yayasan Alhasanain as dan sudah disesuaikan dengan buku aslinya

KEUTAMAAN & AMALAN

BULAN SYA’BAN

Diharap Download Pdf karena lebih lengkap

Penyusun:

Husein Abuthalib Almuhdhor

Keutamaan Dan Amalan Bulan Ramadhan

Syeikh Shaduq ra meriwayatkan dari Imam dengan sanad mu'tabar, dari kakek-kakek beliau as, dari Amirul Mukminin as bahwa Rasulullah SAWW berkhotbah pada suatu hari seraya bersabda, "Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan ampunan; sebaik-baik bulan di sisi Allah; hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama, dan saat-saatnya adalah saat-saat yang paling utama; sebuah bulan yang kalian telah diundang untuk menghadiri jamuan Allah, dan di bulan ini, kalian telah dijadikan orang-orang yang berhak mendapatkan karunia Allah. Nafas-nafas kalian di dalamnya adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah, setiap amalan kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka, mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian dengan niat yang jujur dan kalbu yang bersih agar Ia memberikan taufik kepada kalian untuk menjalankan puasa dan membaca al-Kitab-Nya; karena orang yang celaka adalah orang yang terhalangi dari ampunan Allah pada bulan yang agung ini; ingatlah dengan rasa lapar dan dahaga kalian pada bulan ini rasa lapar dan dahaga hari Kiamat, bersedekahlah kepada orang-orang fakir dan miskin kalian, hormatilah orang-orang yang lebih tua dari kalian, kasihanilah anak-anak kecil, sambunglah silaturahmi kalian, jagalah lidah kalian, jagalah mata kalian hingga tidak melihat apa yang dilarang, jagalah telinga kalian hingga tidak mendengarkan apa yang tidak diperbolehkan, berbelas-kasihlah kepada anak-anak yatim agar Allah berbelas-kasih kepada kalian, bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, angkatlah tangan kalian untuk berdoa di waktu-waktu shalat kalian; karena waktu-waktu itu adalah waktu yang paling utama; Allah akan melihat para hamba-Nya pada waktu itu dengan rahmat, menjawab mereka jika bermunajat kepada-Nya, memenuhi (panggilan) mereka jika memanggil-Nya, dan mengabulkan doa mereka jika memohon kepada-Nya.

Wahai manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal-amal kalian, maka bebaskanlah ia dengan istighfar kalian; dan pundak kalian dibebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah dosa-dosa itu dengan panjangnya sujud kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah SWT telah bersumpah demi kemuliaan-Nya untuk tidak menyiksa orang-orang yang melakukan shalat dan bersujud, dan tidak menakut-nakuti mereka dengan api neraka ketika semua manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.

Wahai manusia, barangsiapa memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada seorang mukmin yang sedang berpuasa pada bulan ini, pahala itu semua adalah membebaskan budak dan pengampunan baginya terhadap dosa-dosanya yang telah lalu".

Salah seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidak semua dari kami yang mampu untuk melakukan hal itu!"

Beliau bersabada, "Cegahlah api neraka dari diri kalian walaupun dengan sekerat kurma dan dengan seteguk air. Karena Allah SWT akan menganugrahkan pahala tersebut bagi orang yang melakukan amalan yang sepele ini jika tidak mampu lebih dari itu.

Wahai manusia, barangsiapa memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, ia akan dapat melintasi Shirat (jembatan akhirat dengan mudah) ketika semua kaki tergelincir pada waktu itu; barangsiapa memperingan beban hamba sahayanya (baca : pembantunya) pada bulan ini, maka Allah akan memperingan hisab (amal)nya; barangsiapa mencegah berbuat keburukan (kepada orang lain), Allah akan menegah kemurkaan-Nya kepadanya ketika ia bertemu dengan-Nya; barangsiapa menghormati seorang anak yatim, maka Allah akan menghormatinya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa menyambung tali silaturahmi pada bulan ini, maka Allah akan memngucurkan rahmat-Nya kepadanya ketika ia berjumpa dengan-Nya; barangsiapa memutuskan tali silaturahminya pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya ketika ia bertemu dengan-Nya; barangsiapa malakukan shalat sunnah pada bulan ini, maka Allah akan menetapkan ia bebas dari api neraka; barangsiapa mengerjakan sebuah kewajiban pada bulan ini, niscaya ia akan mendapatkan pahala orang yang melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain; barangsiapa memperbanyak shalawat atasku pada bulan ini, maka Allah akan memperberat timbangannya ketika semua timbangan meringan; barangsiapa membaca satu ayat al-Quran pada bulan ini, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengkhatamkan al-Quran di bulan selainnya.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga terbuka pada bulan ini, Maka mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian agar tidak menutupnya, pintu-pintu neraka tertutup, maka mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak membukanya, dan tangan-tangan setan terbelenggu, maka mohonlah kepada Tuhan kalian agar ia tidak menguasai kalian...".

Syeikh Shadûq meriwayatkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah SAWW membebaskan setiap tawanan dan memberikan (permintaan) setiap peminta.

Penulis berkata, "Bulan Ramadhan adalah bulan Tuhan semesta alam dan bulan yang paling mulia. Sebuah bulan yang di dalamnya pintu-pintu langit, surga, dan rahmat dibuka (lebar-lebar) dan pintu-pintu neraka ditutup (rapat-rapat). Di dalam bulan ini terdapat sebuah malam yang ibadah pada malam itu lebih baik dari ibadah seribu bulan. Oleh karena itu, pikirkanlah bagaimanakah kita akan menjalani malam dan harinya, dan bagaimana kita akan menjaga anggota badan kita dari maksiat kepada Tuhan kita. Jangan sampai kita tidur lelap di malam harinya dan melupakan Allah di siang harinya. Sesungguhnya dalam sebuah hadis disebutkan bahwa di akhir setiap hari selama Ramadhan ketika saat berbuka puasa tiba, Allah Ta'âlâ akan membebaskan ribuan orang dari api Jahannam, ketika malam dan siang hari Jumat tiba, pada setiap saatnya Allah akan membebaskan ribuan orang yang telah wajib mendapatkan siksa dari api neraka, dan di malam dan siang terakhir bulan Ramadhan Allah akan membebaskan (orang-orang dari api neraka) sejumlah hamba yang telah dibebaskan selama bulan itu. Oleh karena itu, jangan sampai bulan Ramadhan berlalu sedangkan dosa kita masih belum diampuni dan ketika orang-orang yang berpuasa sedangkan menerima pahala masing-masing, kita termasuk di antara orang-orang yang merugi. Dekatkanlah diri kita kepada Allah SWT dengan membaca al-Quran pada malam dan siang harinya, mengerjakan shalat, dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, mengerjakan shalat di waktu fadhilahnya, memperbanyak istighfar dan doa.

Diriwayatkan dari Imam Shâdiq as, 'Barangsiapa tidak diampuni (dosanya) di bulan Ramadhan, maka ia tidak akan diampuni hingga tahun depan kecuali jika ia menghadiri Arafah'.

Hindarkanlah diri kita dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan berbuka puasa dengan makanan haram dan berperilakulah sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh Imam Shâdiq as. Beliau berkata, 'Ketika engkau berpuasa, hendaknya telinga, mata, rambut, kulit, dan seluruh anggota badanmu juga berpuasa'. Yaitu, mencegah diri dari hal-hal yang diharamkan, bahkan dari hal-hal yang makruh. Beliau juga berkata, 'Jangan sampai hari berpuasamu seperti saat berbuka puasamu'. Beliau juga berkata, 'Berpuasa bukan sekedar menahan makan dan minum. Bahkan, di siang hari jagalah lidah kalian dari berkata bohong, hindarkanlah pandangan kalian dari hal-hal yang haram, janganlah bertikai dengan sesama kalian, jauhkanlah rasa iri hati, janganlah menggunjing, janganlah berdebat, janganlah bersumpah bohong, bahkan janganlah bersumpah meskipun benar, janganlah mencerca, janganlah mengejek, janganlah berbuat zalim, janganlah berbuat tolol, berlapang dadalah, janganlah lupa kepada Allah dan shalat, diamlah dari membicarakan apa yang tidak pantas diucapkan, bersabarlah, jujurlah, jauhilah orang-orang jahat, hindarilah perkataan jelek, berbohong, berdusta, bermusuhan dengan manusia, berprasangka jelek, menggunjing, dan mengadu-domba, yakinlah bahwa kalian telah mendekati akhirat, tunggulah kemunculan al-Qâ`im keluarga Muhammad, harapkanlah pahala akhirat, dan persiapkanlah bekal amal saleh untuk perjalanan akhirat. Tenangkanlah hati kalian, tenangkanlah anggota tubuh kalian, bersikaplah rendah hati, khusyu', dan hina seperti seorang hamba yang takut kepada tuannya, takutlah kepada siksa Allah, berharaplah akan rahmat-Nya, sucikanlah hati kalian dari dari cela dan batin kalian dari tipu-daya dan makar, bersihkan badan kalian dari segala kotoran, bebaskan diri kalian dari selain Allah dan ketika berpuasa, murnikanlah wilâyah kalian hanya untuk-Nya, janganlah kalian lakukan apa yang Allah telah melarang kalian untuk melakukannya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, takutlah kepada Allah Yang Maha Mengalahkan atas apa yang pantas bagi-Nya untuk ditakuti, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, hadiahkanlah ruh dan badan kalian kepada Allah 'Azza wa Jalla di hari-hari puasa kalian ini, kosongkan hati kalian hanya demi kecintaan kepada-Nya dan mengingat-Nya, dan gunakan tubuh kalian untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kalian. Jika kalian telah melakukan semua itu, berarti kalian telah melaksanakan apa yang layak bagi kewajiban puasa dan menaati perintah-perintah Allah, dan jika kalian lengah dalam melakukan apa yang telah kujelaskan itu, keutamaan dan pahala kalian akan berkurang sekadar kelengahan yang telah kalian lakukan. Sesungguhnya ayahku berkata, 'Rasulullah SAWW pernah mendengar seorang wanita mencerca sahayanya di siang hari bulan puasa. Beliau meminta makanan (dari orang yang hadir waktu itu) dan berkata kepada wanita itu, 'Makanlah!' 'Aku sedang berpuasa', jawabnya. Beliau bersabda, 'Bagaimana mungkin engkau berpuasa sedangkan engkau telah mencerca sahayamu? Berpuasa bukanlah sekedar menahan makan dan minum. Sesungguhnya Allah telah menjadikan puasa sebagai tabir dari seluruh keburukan, perilaku buruk, dan ucapan jelek. Alangkah sedikitnya orang-orang yang berpuasa dan alangkah banyaknya orang-orang yang hanya merasakan lapar'.

Amirul Mukminin as berkata, 'Alangkah banyaknya orang berpuasa yang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa hasu dan lapar, dan alangkah banyaknya orang beribadah yang tidak mendapatkan dari ibadahnya kecuali kelelahan. Sungguh alangkah baiknya tidurnya orang-orang berakal, karena hal itu lebih utama dari ibadah orang-orang yang dungu dan alangkah baiknya tidak berpuasanya orang-orang berakal, karena hal itu lebih utama dari berpuasanya orang-orang yang tolol'.

Telah diriwayatkan dari Jabir bin Yazid, dari Imam Muhammad al-Bâqir as bahwa Rasulullah SAWW bersabda kepada Jabir bin Abdillah, 'Wahai Jabir, ini adalah bulan Ramadhan. Barangsiapa berpuasanya di siang harinya, beribadah di sebagian malamnya, mencegah perut dan kemaluannya dari hal-hal yang telah diharamkan, dan menjaga mulutnya, ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana ia keluar dari bulan ini'.

Jabir berkta, 'Alangkah bagusnya hadis yang telah Anda sabdakan itu!"

Rasulullah SAWW menjawab, 'Alangkah beratnya persyaratan (amalan) yang telah kusebutkan itu'.

Amalan-amalan bulan akan disebutkan dalam dua bagian dan satu penutup.

Bagian Pertama: Amalan Umum Bulan Ramadhan

Amalan umum ini terbagi dalam empat bagian:

a. Amalan yang Dilakukan pada Siang dan Malam Ramadhan

Sayid Ibnu Thâwûs ra meriwayatkan dari Imam Bâqir dan Imam Shâdiq as, "Bacalah (doa ini) setelah mengerjakan shalat wajib dari awal hingga akhir Ramadhan".

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِيْ عَامِيْ هَذَا وَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَا أَبْقَيْتَنِيْ فِيْ يُسْرٍ مِنْكَ وَ عَافِيَةٍ وَ

Ya Allah, anugrahkanlah padaku untuk melaksanakan haji ke rumah-Mu yang mulia di tahunku ini dan di setiap tahun selama Engkau menghidupkanku dalam kemudahan dari-Mu, 'afiat, dan

سَعَةِ رِزْقٍ، وَ لاَ تُخْلِنِيْ مِنْ تِلْكَ الْمَوَاقِفِ الْكَرِيْمَةِ وَ الْمَشَاهِدِ الشَّرِيْفَةِ وَ زِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ

kelapangan rezeki dan jangan Kau hindarkan aku dari tempat-tempat dan makam-makam mulia itu, serta dari menziarahi kubur Nabi-Mu, semoga shalawat-Mu

عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ فِيْ جَمِيْعِ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ، فَكُنْ لِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ مِنَ

selalu terlimpahkan atasnya dan keluarganya, dan bantulah aku dalam (menggapai) hajat dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu berkenaan dengan ketentuan pasti yang akan Kau tentukan dan pastikan (bagiku)

الْأَمْرِ الْمَحْتُوْمِ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ وَ لاَ يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِيْ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ

di malam Lailatul Qadr, qadhâ` yang tidak dapat ditolak dan dirubah; tulislah aku di antara para peziarah rumah-Mu yang suci

الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُوْرِ ذُنُوْبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ، وَ اجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِيْ وَ تُقَدِّرُ

yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, dan yang ditutupi kejelekan-kejelekan mereka, dan tentukanlah di antara kententuan yang akan Kau tentukan dan pastikan;

أَنْ تُطِيْلَ عُمُرِيْ (فِيْ طَاعَتِكَ) وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ رِزْقِيْ وَ تُؤَدِّيَ عَنِّيْ أَمَانَتِيْ وَ دَيْنِيْ، آمِيْنَ رَبَّ

panjangkanlah umurku (dalam ketaatan kepada-Mu), lapangkalah rezekiku, dan penuhilah bagiku amanah dan utang-utangku. Amin, Robbal

الْعَالَمِيْنَ

'âlamîn.

Bacalah (doa berikut ini) setelah mengerjakan shalat wajib.

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا غَفُوْرُ يَا رَحِيْمُ، أَنْتَ الرَّبُّ الْعَظِيمُ الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ، وَ هُوَ السَّمِيْعُ

Wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Agung, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Pengasih, Engkaulah Tuhan Yang Maha Agung yang tak sesuatu pun menyerupai-Nya, dan Ia Maha Mendengar

الْبَصِيْرُ، وَ هَذَا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَ كَرَّمْتَهُ وَ شَرَّفْتَهُ وَ فَضَّلْتَهُ عَلَى الشُّهُوْرِ وَ هُوَ الشَّهْرُ الَّذِيْ فَرَضْتَ

dan Maha Mengetahui. Ini adalah sebuah bulan yang telah Kau agungkan, muliakan, dan utamakan atas bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan yang telah wajibkan

صِيَامَهُ عَلَيَّ، وَ هُوَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ

bagiku berpuasa di dalamnya. Ia adalah bulan Ramadhan yang telah Kau turunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas bagi petunjuk dan

الْفُرْقَانِ وَ جَعَلْتَ فِيْهِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ جَعَلْتَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، فَيَا ذَا الْمَنِّ وَ لاَ يُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ

jalan pemisah (hak dan batil) dan di dalamnya Kau tentukan malam Lailatul Qadr serta Kau jadikannya lebih baik dari seribu bulan. Maka, wahai Pemilik anugrah yang Engkau tak pernah diberi anugrah, anugrahkanlah padaku

بِفَكَاكِ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ فِيْمَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ، وَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ‏

kebebasanku dari api neraka di antara orang-orang yang Kau curahkan anugrah pada mereka dan masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Syeikh al-Kaf'ami dalam kitab al-Mishbâh dan al-Balad al-Amîn serta Syeikh Syahid dalam kumpulan doanya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAWW bersabda, "Barangsiapa membaca doa ini di bulan Ramadhan setiap setelah mengerjakan shalat wajib, Allah Ta'âlâ akan mengampuni dosa-dosanya hingga hari Kiamat". Doa itu adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ السُّرُوْرَ، اَللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ، اَللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ

Ya Allah, masukkanlah ke (dalam hati) para penghuni kubur kebahagian. Ya Allah, kayakanlah setiap yang fakir. Ya Allah, kenyangkanlah setiap yang lapar. Ya Allah, berikanlah pakaian kepada

عُرْيَانٍ، اَللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِيْنٍ، اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، اَللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيْبٍ، اَللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ

setiap orang yang telanjang. Ya Allah, penuhilah utang setiap orang yang memiliki utang. Ya Allah, bahagiakanlah setiap yang tertimpa kesusahan. Ya Allah, kembalikanlah setiap orang kembalikanlah setiap orang yang terasing. Ya Allah, bebaskanlah setiap

أَسِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ، اَللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ،

tawanan. Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak. Ya Allah, sembuhkanlah setiap orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu.

اَللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوْءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Ya Allah, rubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan kondisi-Mu (baca : sifat-Mu). Ya Allah, penuhilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Syeikh al-Kulaini meriwayatkan dari Abu Bashir bahwa Imam Shâdiq as selalu membaca doa (berikut) ini pada bulan Ramadhan.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ بِكَ وَ مِنْكَ أَطْلُبُ حَاجَتِيْ، وَ مَنْ طَلَبَ حَاجَةً إِلَى النَّاسِ فَإِنِّيْ لاَ أَطْلُبُ حَاجَتِيْ إِلاَّ مِنْكَ

Ya Allah, dengan (perantara)-Mu dan dari-Mu aku memohon hajatku, dan barangsiapa meminta suatu hajat kepada manusia, aku tidak akan meminta hajatku kecuali dari-Mu

وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَ أَسْأَلُكَ بِفَضْلِكَ وَ رِضْوَانِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ تَجْعَلَ

seorang, tiada sekutu bagi-Mu. Aku mohon kepada-Mu demi karunia dan keridhaan-Mu; curahkanlah shalawat atas Muhammad dan Ahlulbaitnya, lapangkanlah

لِيْ فِيْ عَامِيْ هَذَا إِلَى بَيْتِكَ الْحَرَامِ سَبِيْلاً حِجَّةً مَبْرُوْرَةً مُتَقَبَّلَةً زَاكِيَةً خَالِصَةً لَكَ تَقَرُّ بِهَا عَيْنِيْ وَ

bagiku di tahunku ini jalan menuju rumah-Mu yang suci sebagai haji yang mabrur, diterima, suci dan murni hanya untuk-Mu, serta dengannya aku merasa bahagia dan

تَرْفَعُ بِهَا دَرَجَتِيْ، وَ تَرْزُقَنِيْ أَنْ أَغُضَّ بَصَرِيْ وَ أَنْ أَحْفَظَ فَرْجِيْ وَ أَنْ أَكُفَّ بِهَا عَنْ جَمِيْعِ

dengannya Kau angkat derajatku; curahkan anugrah padaku untuk menutup mataku, menjaga kemaluanku, dan mencegahnya dari

مَحَارِمِكَ حَتَّى لاَ يَكُوْنَ شَيْئٌ آثَرَ عِنْدِيْ مِنْ طَاعَتِكَ وَ خَشْيَتِكَ وَ الْعَمَلِ بِمَا أَحْبَبْتَ وَ التَّرْكِ لِمَا

segala yang Kau haramkan sehingga tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari ketaatan pada-Mu, ketakutan pada-Mu, mengamalkan segala yang Kau senangi, dan meninggalkan segala

كَرِهْتَ وَ نَهَيْتَ عَنْهُ، وَ اجْعَلْ ذَلِكَ فِيْ يُسْرٍ وَ يَسَارٍ وَ عَافِيَةٍ وَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ

yang Kau benci dan larang, dan jadikanlah semua itu dan segala yang telah Kau curahkan atas diriku mudah, gampang, dan penuh dengan keselamatan. Dan aku memohon kepada-Mu;

تَجْعَلَ وَفَاتِيْ قَتْلاً فِيْ سَبِيْلِكَ تَحْتَ رَايَةِ نَبِيِّكَ مَعَ أَوْلِيَائِكَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَقْتُلَ بِيْ أَعْدَاءَكَ وَ أَعْدَاءَ

jadikanlah kematianku keterbunuhan di jalan-Mu di bawah bendera Nabi-Mu bersama para kekasih-Mu. Aku memohon kepada-Mu; dengan perantaraku musnahkanlah musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh

رَسُوْلِكَ، وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُكْرِمَنِيْ بِهَوَانِ مَنْ شِئْتَ مِنْ خَلْقِكَ وَ لاَ تُهِنِّيْ بِكَرَامَةِ أَحَدٍ مِنْ أَوْلِيَائِكَ، اَللَّهُمَّ

Rasul-Mu. Aku memohon kepada-Mu; muliakanlah aku dengan Engkau menghinakan makhluk-Mu yang Kau kehendaki dan jangan Kau hinakan daku dengan kemuliaan salah seorang dari para kekasih-Mu. Ya Allah,

اجْعَلْ لِيْ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلاً حَسْبِيَ اَللهُ مَا شَاءَ اَللهُ‏

anugrahkan padaku jalan bersama Rasul. Cukuplah Allah bagiku, segala yang dikehendaki Allah (adalah sangat baik).

Penulis berkata, "Doa ini dikenal dengan nama doa haji. Dalam kitab Iqbâl al-A'mâl, Sayid Ibnu Thâwûs meriwayatkan dari Imam Shâdiq as bahwa doa ini dibaca di setiap malam selama bulan Ramadhan setelah shalat Maghrib. Dalam kitab al-Balad al-Amîn, al-Kaf'ami mengatakan bahwa disunnahkan membacanya di setiap hari bulan Ramadhan dan di malam pertama. Sementara, Syeikh Mufid dalam kitab al-Muqni'ah berpendapat doa itu dibaca pada malam pertama (bulan Ramadhan) saja setelah melaksanakan shalat Maghrib.

Ketahuilah bahwa amalan paling utama pada siang dan malam hari bulan Ramadhan adalah membaca al-Quran. Dan kita harus membacanya sebanyak mungkin, karena al-Quran turun pada bulan ini. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa segala sesuatu memiliki musim semi, dan musim semi al-Quran adalah bulan Ramadahan. Jika di bulan-bulan lain disunnahkan untuk mengkhatamkan al-Quran sekali dalam waktu minimal enam hari, di bulan Ramadhan ini disunnahkan untuk mengkhatamkan al-Quran sekali dalam waktu tiga hari. Dan jika kita dapat mengkhatamkannya dalam sehari sekali, itu sangat bagus. Allamah al-Majlisi ra berkata, 'Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebagian para imam ma'shûm as sering mengkhatamkan al-Quran pada bulan ini sebanyak empat puluh kali atau lebih. Jika pahala setiap khataman al-Quran itu dihadiahkan kepada arwah salah satu empat belas ma'shûm as, pahalanya akan berlipat ganda'. Dari sebuah hadis dapat dipahami bahwa pahala orang yang berbuat demikian adalah ia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari Kiamat.

Pada bulan ini, seyogyanya kita memperbanyak doa, shalawat, dan istighfar, serta membaca kalimat lâ ilâha illallôh. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, Imam Zainul Abidin as tidak pernah berbicara kecuali berdoa, bertasbih, beristighfar, dan bertakbir.

Hendaknya kita lebih memperhatikan ibadah dan shalat-shalat sunnah malam dan siang hari (bulan ini).

b. Amalan yang Dilakukan pada Malam Ramadhan

Amalan-amalan itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berbuka puasa. Disunnahkan berbuka puasa setelah mengerjakan shalat Maghirb dan Isyâ` kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu (untuk berbuka puasa bersama).

Kedua, berbuka puasa dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat. Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik.