Amalan Bulan Sya'ban

Amalan Bulan Sya'ban0%

Amalan Bulan Sya'ban pengarang:
: Tanpa Nama
: Tanpa Nama
Kategori: Doa & Ziarah

Amalan Bulan Sya'ban

Buku Ini di Buat dan di teliti di Yayasan Alhasanain as dan sudah disesuaikan dengan buku aslinya

pengarang: Tanpa Nama
: Tanpa Nama
: Tanpa Nama
Kategori: Pengunjung: 568
Download: 290

Komentar:

Amalan Bulan Sya'ban
Pencarian dalam buku
  • Mulai
  • Sebelumnya
  • 7 /
  • Selanjutnya
  • Selesai
  •  
  • Download HTML
  • Download Word
  • Download PDF
  • Pengunjung: 568 / Download: 290
Ukuran Ukuran Ukuran
Amalan Bulan Sya'ban

Amalan Bulan Sya'ban

pengarang:
Indonesia

Buku Ini di Buat dan di teliti di Yayasan Alhasanain as dan sudah disesuaikan dengan buku aslinya

Amalan Lengkap Bulan Sya’ban

Keutamaan Bulan Sya’ban

Ketahuilah! Sesungguhnya bulan Sya‟ban adalah

bulan yang mulia, bulan yang dinisbatkan pada

Rasul Allah saaw, dimana pada bulan itu beliau

berpuasa dan menghubungkannya dengan bulan

Romadhan, Beliau saaw bersabda Sya‟ban adalah

bulanku, barang siapa yang berpuasa sehari pada

bulan Sya‟ban, maka surga wajib baginya.

Rasulullah saaw bersabda: “Sya‟ban adalah

bulanku, maka berpuasalah pada bulan ini, sebagai

ungkapan rasa cinta kalian kepada Nabi kalian dan

karena bertaqarrub pada Tuhan kalian.

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin a.s.;

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Sya‟ban sebagai

ungkapan cinta pada Rasul Allah saaw dan karena

bertaqarrub pada Allah, niscaya Allah

mencintainya, dan mendekatkannya pada

kemuliaan-Nya, pada hari kiamat serta mewajibkan

surga untuknya.

As-Syeikh meriwayatkan dari Shafwan Al-Jamal

berkata; Imam As-Shodiq a.s. bersabda kepadaku;

“Doronglah orang-orang yang ada di dekatmu

untuk melakukan puasa Sya‟ban, lalu saya

bertanya, apakah anda melihat sesuatu di

dalamnya? Beliau menjawab; Ya, sesungguhnya Rasulullah saaw jika melihat bulan sabit pada bulan

Sya‟ban, beliau menyuruh tukang panggil untuk

menyeru di kota Madinah; “Wahai seluruh

penduduk (penghuni Yatsrib!) Sesungguhnya saya

Rasulullah untuk kalian; Ingatlah sesungguhnya

Sya‟ban adalah bulanku, maka semoga Allah

merahmati orang yang menolongku menunaikan

bulanku”. Lalu beliau a.s. berkata; Sesungguhnya

Amirul Mukminin a.s. bersabda; “Saya tidak

pernah tertinggal oleh puasa Sya‟ban sejak saya

dengar tukang serunya Rasulullah saaw

menyerukan pada bulan Sya‟ban, dan ia tidak

pernah lepas dariku selama hari-hari hidupku, yakni

puasa Sya‟ban”. Lalu beliau a.s. bersabda; “Puasa

berturut-turut 2 bulan adalah merupakan taubat dari

Allah”.

Imam Ali ditanya; „Apa yang telah dipersiapkan

oleh Allah SWT untuk orang taat pada hari-hari di

bulan Sya‟ban? Lalu beliau menceritakan tentang

sesuatu yang pernah terjadi pada bala tentara yang

dikirim oleh Rasulullah saaw dalam menghadapi

orang kafir. Pada malam yang gelap gulita di mana

kaum muslimin sedang lelap tidur yang terbangun

hanyalah Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Rawahah,

Qotadah bin Nukman, Qais bin Ashim semuanya

menunaikan sholat malam dan membaca Al-Quran,

tiba-tiba orang-orang kafir melakukan serangan

dimana kaum muslimin hampir musnah karena gelap dan tidak dapat melihat para musuh untuk

melawan secara tak terduga, tiba-tiba muncul

cahaya dari mulut keempat orang tersebut dan

menerangi bala tentara kaum muslimin yang hal itu

menjadikan kekuatan dan keberanian pada mereka

sampai dapat melumpuhkan kaum kuffar dengan

cara membunuh dan melukainya serta menawan

mereka. Setelah bala tentara kaum muslimin pulang

mereka menceritakan dan mereka menceritakan

pada Nabi saaw mengenai apa yang terjadi. Beliau

lalu bersabda:

“Sesungguhnya cahaya tersebut lantaran saudarasaudara kalian melaksanakan berbagai amalan pada

masa kecemerlangan bulan Sya‟ban”. Lalu beliau

menceritakan amal-amal tersebut satu demi satu.

Beliau saaw bersabda:

“Jika awal bulan Sya‟ban telah masuk Iblis

menyebarkan bala tentaranya di sudut-sudut bumi

dan diufuqnya seraya berkata pada

mereka:‟bersungguh-sungguhlah kalian di dalam

memperdaya sebagian hamba Allah pada kalian

karena sesungguhnya Allah Azza wajalla

menyebarkan malaikat-malaikat-Nya di sudut-sudut

bumi dan ufuqnya seraya berfirman pada

mereka;”Bendunglah para hamba-Ku dan

tunjukkan pada mereka. Semuanya akan beruntung

kecuali yang enggan dan yang angkuh maka ia akan tergolong di dalam pasukan Iblis dan

balatentaranya. Dan sesungguhnya Allah Azza

wajalla jika telah masuk permulaan Sya‟ban

memerintahkan agar pintu-pintu syurga di buka dan

memerintahkan pohon Thuba agar cabangcabangnya mendekat ke bumi lalu seorang penyeru

menyerukan :

“Wahai para hamba Allah! Inilah cabang-cabang

pohon Thuba bergantunglah kalian dengannya agar

kalian terangkat bersamanya ke dalam syurga. Dan

ini cabang-cabang pohon zaqqum maka

menyingkirlah kalian darinya jangan sampai ia

membawa kalian ke neraka jahim.

Beliau melanjutkan:

”Demi Dzat yang telah mengutusku sebagai nabi,

sesungguhnya siapa yang menunaikan satu bagian

dari kebaikan pada hari ini berarti telah bergantung

pada salah satu dari cabang pohon Thuba yang akan

membawanya ke dalam syurga. Dan orang yang

melakukan satu bagian dari kejahatan pada hari ini

berarti ia telah bergantung pada salah satu cabang

pohon zaqqum (pohon kecelakaan) yang akan

membawanya ke dalam neraka.

Lalu Rasulullah saaw melanjutkan:

“Barangsiapa mencari pahala karena Allah melalui

sholat pada hari ini berarti telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang berpuasa pada hari ini berarti

telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut

(Thuba:pohon keberuntungan).

Barangsiapa memperbaiki hubungan dengan

isterinya ayah dan anak-anaknya, kerabat dekatnya

tetangga dan orang-orang lainnya (temantemannya) berarti sudah bergantung pada cabang

pohon tersebut.

Barangsiapa meringankan kesulitan karena utang

seseorang atau menghapuskan utang orang yang

berhutang padanya berarti ia telah bergantung

dengan salah satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang melihat data hutangnya dan yang

menghutanginya telah putus asa dengannya

kemudian ia membayarnya berarti telah bergantung

dengan salah satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang merawat anak yatim berarti telah

bergantung pada satu cabang dari pohon tersebut.

Barangsiapa yang menolak orang bodoh karena

ingin menjatuhkan harga diri seorang mukmin,

berarti telah bergantung pada satu cabang pohon

tersebut.

Barangsiapa yang membaca Al-Qur‟an atau

sekelumit darinya berarti telah bergantung pada

satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa duduk mengingat Allah dan nikmatnikmat-Nya agar ia dapat mensyukurinya, berarti

telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa menjenguk orang sakit, berarti telah

bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang berbakti pada kedua orang

tuanya, atau salah satunya pada hari ini, berarti

telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang sebelumnya telah membuat

murka kedua orang tuanya, lalu pada hari ini ia

membuat keduanya rela, berarti telah bergantung

pada satu cabang pohon tersebut.

Begitu pula barangsiapa melakukan sesuatu dari

semua pintu-pintu kebaikan pada hari ini, berarti

telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Kemudian beliau bersabda; Demi Dzat yang telah

mengutusku sebagai nabi, Barangsiapa yang

melakukan tindakan kejahatan atau kemaksiatan

pada hari ini, berarti telah bergantung pada satu

cabang pohon Zaqqum yang akan membawanya ke

dalam neraka.

Lalu Rasulullah saaw bersabda; Demi Dzat yang telah mengutusku sebagai nabi, Barangsiapa

mengurangi shalat wajib dan mengabaikannya,

berarti telah bergantung pada satu cabang pohon

Zaqqum yang akan membawanya ke dalam neraka.

Barangsiapa pada hari di datangi orang fakir yang

lemah, dimana ia mengetahui keadaannya tidak

baik, sedang ia mampu merubahnya tanpa ada

petaka yang harus menimpanya dan disitu tidak

terdapat orang yang akan menggantikannya atau

menempati posisinya, lalu ia meninggalkan dan

mengabaikannya, tidak menolongnya, berarti telah

bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang didatangi oleh orang bersalah

padanya lalu ia beruzur, dan tidak menerima

uzurnya malah ia memberi sanksi yang tidak sesuai

dengan kesalahannya bahkan ia melebihi kesalahan

tersebut, berarti telah bergantung pada satu cabang

pohon tersebut.

Barangsiapa yang meretakkan hubungan antara

seorang dengan istrinya, atau ayah dengan anaknya,

atau seseorang dengan saudaranya atau kerabat

dengan kerabatnya atau antara dua tetangga, antara

dua kawan atau antara dua saudara, berarti telah

bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa mempersulit orang melarat sedang ia

mengetahui kemelaratannya lalu ia bertambah marahnya dan caciannya, berarti telah bergantung

pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang memiliki utang, lali ia

mengingkari utang tersebut pada orangnya dan

melakukan tindakan zalim atasnya sampai ia

membebaskan utang tersebut, berarti telah

bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa memutuskan anak yatim dan

mengganggunya/ menyakitinya serta merampas

hartanya, berarti telah bergantung pada satu cabang

pohon tersebut.

Barangsiapa melakukan pencemaran harga diri

saudaranya yang mukmin, dan ia membawa

manusia untuk itu, berarti telah bergantung pada

satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang menyanyikan suatu lagu,

dengannya ia membangkitkan orang pada maksiat,

berarti telah bergantung pada satu cabang pohon

tersebut.

Barangsiapa duduk mempersiapkan kejahatankejahatan di dalam perang serta berbagai macam

kezaliman terhadap hamba Allah, dan ia pun

bangga dengannya, berarti telah bergantung pada

satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang tetangganya sakit, lalu ia tidak melawat mayatnya, karena menguntungkannya,

berarti ia telah bergantung pada satu cabang pohon

tersebut.

Barangsiapa yang berpaling dari orang yang

tertimpa musibah, berarti ia telah bergantung pada

satu cabang pohon tersebut.

Barangsiapa durhaka pada kedua orang tuanya, atau

salah satunya, berarti ia telah bergantung pada satu

cabang pohon tersebut.

Barangsiapa yang sebelum hari ini durhaka pada

kedua orang tuanya, lalu pada hari ini ia tidak

membuat keduanya rela, padahal ia sanggup

melakukannya, berarti ia telah bergantung pada satu

cabang pohon tersebut.

Begitu pula orang yang melakukan tindakan

kejahatan dalam berbagai bentuknya, berarti ia

telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.

Demi Zat yang telah mengutusku membawa

kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya mereka yang

bergantung pada cabang-cabang pohon Thuba,

niscaya ia akan mengangkat mereka ke surga.

Kemudian Rasulullah melihat ke langit sejenak

tertawa lalu tersenyum, kemudian menunduk ke

bumi, lalu beliau mengkerut dan bermasam Dan

selanjutnya beliau menghadap pada sobatnya, seraya bersabda; Demi Zat yang telah mengutus

Muhammad membawa kebenaran sebagai nabi,

saya telah melihat pohon Thuba mengangkat

cabang-cabangnya ke dalam surga bersama orangorang yang bergantung padanya.

Saya melihat dari mereka ada yang tergantung pada

satu cabang, ada yang dua cabang, adapula yang

pada banyak cabang, sesuai dengan kadar ketaatan

mereka, dan sungguh saya telah melihat Zaid bin

Haritsah bergantung pada banyak cabang pohon

tersebut, lalu ia mengangkatnya pada tingkat yang

paling tinggi, karena itulah saya tertawa dan

tersenyum.

Kemudian saya melihat ke bumi, maka Demi Zat

yang telah mengutusku membawa kebenaran

sebagai nabi, saya juga telah melihat pohon

Zaqqum, menurunkan cabang-cabangnya bersama

orang-orang yang bergantung padanya ke dalam

neraka Jahim.

Dan saya melihat ada diantara mereka yang

bergantung pada satu cabang, atau dua bahkan

banyak cabang, sesuai dengan kejahatan yang

mereka bawa, dan sungguh saya telah melihat

sebagian orang-orang munafiqin telah bergantung

pada banyak cabang pohon tersebut, lalu ia

menurunkan mereka ke tingkat paling bawah,

karena itulah saya mengkerut dan bermasam.

Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Rasulullah saaw bersabda :”Pada malam ini (Nisfu

Sya‟ban) dibagikan-Nya rizki, dicatat-Nya ajal, dan

Allah SWT pada malam ini akan mengampuni

dosa-dosa hamba-Nya, Allah menurunkan

Malaikat-Nya dari langit ke bumi. Dalam riwayat

yang lain disebutkan bahwa pada malam ini

dihapuskan semua amal (yang jelek bagi yang

memohonkannya) dibagikan-Nya rizki, dicatat-Nya

ajal, diampuni-Nya dosa kecuali orang musyrik,

yang bertengkar, yang memutuskan silaturrahmi,

pemabuk, yang terus menerus melakukan dosa,

penyair (suka mengatakan apa yang mereka sendiri

tidak mengerjakan), dukun.

Diriwayatkan dari Ali bin Husein dari ayahnya dari

Imam Ridho ketika beliau ditanya tentang malam

nisfu Sya‟ban malam itu adalah malam

diselamatkan-Nya hamba dari siksa api neraka,

diampuni-Nya dosa-dosa besar.

Diriwayatkan dari al-Majlisi dari kitab Zaadul

ma‟ad, Nabi saaw bersabda :”Pada malam nisfu

Sya‟ban Jibril datang kepadaku dan berkata

„Bangunlah wahai Muhammad kemudian kami

menuju ke Baqi‟ kemudian dia berkata „angkatlah

kepalamu ketahuilah pada malam ini Allah akan

membuka pintu langit, dibukanya pintu rahmat,

pintu kerelaan, pintu pengampunan, pintu

keutamaan, pintu tobat, pintu nikmat, pintu

kedermawanan, pintu ihsan, ditetapkan-Nya ajal,

dibagikan-Nya rezki, dari tahun ini hingga tahun

yang akan datang, diturunkan-Nya apa yang akan

terjadi selama setahun kemudian. Kemudian Jibril

melanjutkan Allah telah memberikan kepadamu

duhai Muhammad apa saja yang ada pada kerajaan

langit, Allah akan menetapkan pada malam hari ini

bagi yang berdiri, rukuk dan sujud (Sholat), yang

berdzikir dan bertasbih yang berdoa akan

dikabulkan doanya, yang memohon hajatnya akan

diterima, yang memohon ampun akan diampuni,

yang bertaubat akan diterima taubatnya. (Dikutip

dari Kitab Muntakhob Hasani)

Imam al-Baqir a.s. telah ditanya mengenai

keutamaan malam pertengahan bulan Sya‟ban, lalu

beliau a.s. menjawab; “Dialah yang paling utama di

antara malam setelah malam Lailatul Qadar. Di

dalamnya Allah telah memberikan kelebihan pada

hamba-hamba-Nya dan dengan kemurahan-Nya Allah mengampuni mereka, maka berjuanglah di

dalam mendekatkan diri pada Allah, karena malam

itu untuk menuju Allah. Dan Allah mewajibkan

atas diri-Nya untuk tidak menolak orang yang

memohon selama ia tidak memohon maksiat pada

malam itu. Dan sesungguhnya malam yang

dijadikan oleh Allah untuk kami ahlul bait,

disamping Allah menjadikan lailatul Qadar untuk

Nabi kita, maka bersungguh-sungguhlah kalian

dalam berdoa pada Allah dan memuji pada-Nya

Dan di antara kebesaran berkah malam ini adalah ia

merupakan waktu kelahiran pemimpin zaman dan

imam zaman dimana ruh-ruh kita adalah tebusan

baginya, dilahirkan pada waktu Sahur th 255 H di

dalam kesenangan orang yang melihatnya dan

inilah yang menambah kemuliaan dan

keutamaannya.

Ada beberapa doa yang dibaca pada malam nisfu

Sya‟ban di antaranya: Doa-doa yang terdapat dalam

kitab Mafatihul Jinan hal 227 – 231. Di antaranya:

Doa ini adalah doa yang dibaca Nabi saaw pada

malam nisfu Sya‟ban: Doa ini adalah doa paripurna

dan akan banyak manfaatnya bila dibaca setiap

waktu. Disebutkan dalam kitab Awalil laalii bahwa

Nabi saaw selalu membaca doa ini setiap waktu.

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَُّه َّم َص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآِؿ ُم َح َّم ٍد

Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli

„alaa Muhammad wa aali Muhammad

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi

Maha Penyayang

Ya Allah limpahkanlah karuniamu atas Muhammad

dan keluarga Muhammad

اَللَُّه َّم اقْ ِس ْم لَنَا ِم ْن َخ ْشيَتِ َك َما يَ ُحْوُؿ بَػْيػنَػنَا

َوبَػْي َن َمْع ِصيَتِ َك،

Allahummaqsim lanaa min khosy yatika maa yahuulu

baynanaa wa bayna ma’shiyatika

Ya Allah karuniakan kami dari kekhusyukan-Mu

yang Engkau limpahkan dalam diri kami agar dapat

menghindarkan maksiyat kepada-Mu

َوِم ْن طَا َعتِ َك َما تُػبَػلّْغُنَا بِِو ِر ْضَوانَ َك،

wa min tho atika ma tuballighuna bihii ridhwaanak

Ketaatan kepada-Mu yang dapat mengantarkan

kami menuju keridhoaan-Mu

وِم َن الْيَِقْي ِن َما يَػُهْو ُف َعلَْيػنَا بِِو ُم ِصْيبَا ُت

ال ُّدنْػيَا،

waminal yaqiinii maa yahuunu ‘alainaa bihii

mushiibaatut dunyaa

Keyakinan yang dapat menghindarkan kami dari

mushibah dunia

اَللَُّه َّم أَْمتِْعنَا بِأَ ْس َما ِعنَا َوأَبْ َصاِرنَا َوقُػَّوتِنَا َما

أَ ْحيَػْيتَػنَا

Allahumma amti’naa biasmaa inaa wa abshoorinaa wa

quwwatinaa maa ahyaitanaa

Wahai Tuhan Kami! Berikanlah kesenangan kami

melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan

kami selama Engkau hidupkan kami.

َوا ْجَعْلوُ الَْواِر َث ِمنَّا َوا ْجَع ْل ثَاَرنَا َعلَى َم ْن

ظَلََمنَا َوانْ ُصْرنَا َعلَى َم ْن َعا َدانَا

waj’alhul waaritsa minnaa waj'al tsaaronaa 'alaa man

dholamanaa wan shurnaa 'alaa man 'aadaana

Dan jadikanlah dia sebagai pewaris dari kami.

Jadikanlah perjuangan kami pada orang yang

menganiaya kami. Tolonglah kami atas orang-orang

yang memusuhi kami.

َولاَ تَ ْجَع ْل ُم ِصْيبَتَػنَا فِ ْي ِديْنِنَا، َولاَ تَ ْجَع ِل

ال ُّدنْػيَا أَ ْكبَػَر َىّْمنَا، َولاَ َمْبػلَ َغ ِعْل ِمنَا،

wa laa taj‟al mushiibatanaa fii diininaa walaa

taj‟alil dunyaa akbaro hamminaa walaa mablagho

„ilminaa

Janganlah Engkau jadikan petaka berada di dalam

agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia

sebagai keinginan kami yang paling besar dan

bukan pula puncak pengetahuan kami.

َولاَ تُ َسلّْ ْط َعلَْيػنَا َم ْن لاَ يَػْرَح ُمنَا، بَِرْح َمتِ َك يَا

أَْرَح َم الَّرا ِح ِمْي َن

walaa tusallith ‘alainaa man laa yarhamuna,

birohmatika yaa arhama roohimiin

Serta jangan pula Engkau beri kekuasaan orang

yang tidak memiliki belas kasih sayang pada kami

dan atas kami. Wahai Dzat yang paling berbelas kasih di antara yang berbelas kasih.

Membaca tasbih sebanyak 100 kali agar

pelanggaran yang telah lalu diampuni dan agar

dipenuhi segala kebutuhan dunia dan akhirat.

Tasbihnya adalah:

ُسْب َحا َف الله َوالْ َحمػُْدِِ للَّػِو َولاَ اِلَوَ اِلاَّ اللهُ

َوللهُ أَ ْكػبَر

subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah

wallahu akbar

Maha suci Allah, segala puji bagi Allah tidak ada

Tuhan kecuali Allah, Allah Yang Maha Besar

Amalan setelah sholat Magrib

Membaca Surah Yasin tiga kali dengan berniat sbb:

Niat Sebelum Membaca Surah Yasin yang pertama

adalah:

Kita memohon agar kita diberi kekuatan oleh Allah

untuk menjaga semua anggota tubuh dan fikiran

kita dari apa yang diharamkan Allah SWT juga

mendoakan masyarakat yang ada di sekeliling kita, mulai dari para Ulama, guru, orang tua, pemuda,

pemudi, yang sakit, yang sudah meninggal,

penguasa, orang kaya, orang miskin, pejuang,

tawanan, yang akan berangkat haji, peziarah,

sebagaimana termaktub dalam doa kemenangan

sbb:

DOA Kemenangan

بِ ْسِم ا ِلله الَّرْحم ِن الَّرِحْيِم، اَللَُّه َّم َص ّْل َعلَى

ُم َح َّم ٍد َوآِؿ ُم َح َّم ٍد

Bismillahirrohmanirrohim, Allahumma sholli ‘ala

Muhammad wa aali Muhammad

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha

Penyayang

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan

keluarga Muhammad

اَللَُّه َّم اْرُزقْػنَا تَػْوفِْي َق الطَّا َعِة، َوبُػْع َد الَْمْع ِصيَِّة

، َو ِص ْد َؽ النّْػيَِّة، َوِعْرفَا َف الْ ُحْرَمِ

Allahummar zuqnaa taufiqot tho’ah, wa bu’dal ma’shiyah,

washidqon niyyah, wa ‘irfaanal hurmah

Ya Allah karuniakan pada kami :

1. Pertolongan untuk taat (kepada-Mu dan Rasul-Mu).

2. Menjauhi kemaksiatan

3. Jujur dan baik dalam niat dan tujuan.

4. Memahami makna kemuliaan

َوأَ ْكِرْمنَا بِالُْه َدى َواْ ِلإ ْستَِقاَمِة

Wa akrimnaa bilhuda wal istiqoomah

Muliakan diri kami dengan :

5. Bimbingan petunjuk-Mu.

6. Sikap istiqomah (konsisten dalam menjalani kebenaran)

َو َس ّْد ْد أَلْ ِسنَتَػنَا بِال َّصَوا ِب َوالْ ِح ْك َمِة

wa saddid alsinatanaa bisshowaabi wal hikmah

Luruskan pembicaraan kami dengan:

7. Kebenaran dan kejujuran (sesuai dengan isi hati).21

8. Hikmah kebijaksanaan (memahami situasi).

َواْملؤْ قُػلُْوبَػنَا بِالِْعْلِم َوالَْمْعِرفَِة ، َوطَّْهْر

بُطُْونَػنَا ِم َن الْ َحَراِـ َوال ُّشْبػَهِة

Wamla’ quluubanaa bil’ilmi wal ma’rifah, wa thohhir

buthuunanaa minal haromi was syubhah

Penuhilah hati kami dengan :

9. Ilmu Pengetahuan.

10. Ma’rifat (mengenal sesuatu dengan ilmu dan pemahaman).

11. Sucikanlah perut kami dari makanan dan minuman yang di

haramkan dan meragukan (syubhat)

َواْكُف ْف أَيْ ِديَػنَا َع ِن الظُّْلِم َوال َّسِرقَِة ،

َوا ْغ ُض ْض أَبْ َصاَرنَا َع ِن الُْف ُجْوِر َوالْ ِخيَانَِة

Wakfuf aidiyanaa ‘anidzdzulmi wassariqoh, waghdhud

abshoronaa ‘anil fujuuri wal khiyanah

12. Cegahlah tangan kami untuk tidak berbuat lalim dan

mencuri.

13. Tundukkanlah pandangan kami untuk tidak berkehendak

dalam penyelewengan dan penghianatan.

َوا ْس ُد ْد أَ ْس َما َعنَا َع ِن اللَّغْ ِو َوالِْغْيبَِة،

Wasdud asmaa ‘anaa ‘anil laghwi wal ghiibah

14. Tutuplah pendengaran kami dari hal-hal sia-sia dan

perbuatan menggunjing

َوتَػَف َّض ْل َعلَى عُلََمائِنَا بِالُّزْى ِد َوالنَّ ِصْي َحِة

watafaddhol ‘alaa ‘ulamaa inaa bizzuhdi wan nashiihah

15. Anugerahkanlah kepada ulama-ulama kami:

* Sifat kezuhudan (apabila miskin bersyukur, jika kaya

mengutamakan orang yang lebih membutuhkan)

* Sikap sungguh-sungguh dalam memberi bimbingan dan

nasehat kepada umat

َوَعلَى الْ ُمتَػَعلِّْمْي َن بِالْ ُجْه ِد َوالَّرْغبَِة

Wa ‘alal muta’allimiina bil juhdi war roghbah

16. Anugerahkanlah kepada kaum pelajar kami :23

* Sikap sungguh-sungguh dalam mencari ilmu.

* Cinta kepada ilmu.

َوَعلَى الْ ُم ْستَِمِعْي َن بِاْ ِلإتّْػبَاِع َوالَْمْوِعظَِة

wa ‘alal mustami’iina bil ittiba’i wal mau’idzoh

17. Kepada masyarakat pendengar (informasi keilmuan)

anugerahkanllah mereka:

* Untuk mengikuti kebenaran

* Menjadikan informasi itu sebagai nasehat yang berguna

َوَعلَى َمْر َضى الْ ُم ْسلِ ِمْي َن بِال ّْشَفاِء َوالَّرا َحِة،

Wa ‘ala mardhol muslimiina bissyifa I warrohmah,

18. Berikanlah kesembuhan dan ketenangan kepada kaum

muslimin yang menderita sakit (sakit fisik maupun sakit rohani)

َوَعلَى َمْوتَاُى ْم بِالَّرأْفَِة َوالَّرْح َمِة

wa ‘ala mautaahum birro’fati warrohmah

19. Limpahkanlah belas kasih serta rahmat dan sayang-Mu

kepada kaum muslimin yang meninggal24

َوَعلَى َم َشايِ ِخنَا بِالَْوقَاِر َوال َّس ِكْيػنَِة،

Wa’ala masyayihina bil waqoori wassakiinah,

20. Kepada kaum tua kami anugerahilah: Sikap terhormat dan

sikap tenang

َوَعلَى ال َّشبَا ِب بِاْ ِلإنَابَِة َوالتَّػْوبَِة

wa’alassyababi bil inaabati wat-taubah

21. Kepada kaum muda anugerahilah:

* Kesadaran kembali kepada kebenaran

* Bertobat (mengakui kesalahan dan memperbaikinya)

َوَعلَى النّْ َساِء بِالْ َحيَاِء َوالِْعَّفِة،

Wa ‘alannisaa i bilhayaa i wal ‘iffah

22. Kepada kaum wanita berilah: Rasa malu dan Harga diri

َوَعلَى اْلأَ ْغنِيَاِء بِالتَّػَوا ُض ِع َوال َّسَعِة

wa ‘alal aghniyaa i bittawaadhu’i wassa’ah25

23. Kepada orang kaya anugerahilah mereka: Sikap rendah hati

dan Dermawan

َوَعلَى الُْفَقَراِء بِال َّصْبِر َوالَْقنَا َعِة،

Wa’alal fuqoro i bishshobri wal qonaa’ah

24. Kepada kaum miskin teguhkanlah mereka:

* Dengan kesabaran

* Sikap menerima dan merasa cukup (qana’ah)

َوَعلَى الْغَُزاِة بِالنَّ ْصِر َوالْغَلَبَِة

wa ‘alal ghuzaati binnashri wal gholabah

25. Kepada para pejuang muslimin berilah: Pertolongan dan

Kemenangan

َوَعلَى اْلأُ َسَراِء بِالْ َخلَ ِص َوالَّرا َحِة،

Wa’alal usaroo i bilkholaashi warroohah,

26. Kepada kaum muslimin yang ditawan berilah : Kebebasan

dan Ketenangan26

َوَعلَى اْلاَُمَراِء بِالَْع ْدِؿ َوال َّشَفَقِة

wa’alal umaroo i bil’adli wasysyafaqoh

27. Kepada pemimpin bangsa sadarkanlah mereka dengan :

Keadilan dan Kasih sayang

َوَعلَى الَّرِعيَِّة بِاْ ِلإنْ َصا ِؼ َو ُح ْس ِن ال ّْسْيػَرِة،

Wa’alal ro’iyyati bil inshoofi wahusnisiiroh

28. Kepada rakyat bimbinglah mereka:

* Untuk bersikap patuh (kepada pemimpin)

* Berprilaku bagus

َوبَاِرْؾ لِْل ُح َّجا ِج َوالُّزَّواِر بِالَّزاِد َوالنَّػَفَقِة

wabaarik lilhujjaaji wazzuwwaar bizzaadi wannafaqoh

29. Berkahilah orang-orang yang menunaikan haji dan

peziarah-peziarah dalam bekal dan perbelanjaan mereka.

َواقْ ِض َما أَْوَجْب َت َعلَْيِه ْم ِم َن الْ َح ّْج

َوالْعُ ْمَرِة،27

بَِف ْضلِ َك َوَرْح َمتِ َك يَا اَْرَح َم الَّرا ِح ِمْي َن

Waqdhi maa aujabta ‘alaihim minal hajji wal ‘umroti

bifadhlika warohmatika, Yaa

arhamarroohimin

Sempurnakanlah haji dan umrah yang Engkau tetapkan bagi

mereka dengan karunia dan rahmat-Mu.

Wahai Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi

*****

Doa Ketika Berlindung dari halhal yang dibenci, Akhlaq yang

buruk dan Perilaku yang tercela

بِ ْسِم ا ِلله الَّرح ْم ِن الَّرِحْيِم، اَللَُّه َّم َص ّْل َعلَى

ُم َح َّم ٍد َوآِؿ ُم َح َّم ٍد

Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli

„alaa Muhammadin wa aali Muhammad

Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan

Mahasayang, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu

kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

ٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َىيَ َجا ِف

الْ ِحْر ِص

Allahumma innii a‟uudzubika min hayajaanil hirshi

1. Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

GONCANGAN KERAKUSAN

ٕ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َسْوَرِة الْغَ َض ِ

Allahumma innii a‟uudzubika min sawrotil ghodob

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KEKERASAN KEMARAHAN

ٖ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن غَلَبَِة الْ َح َس ْد

Allahumma innii a‟uudzubika min gholabatil hasad

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KEKUASAAN KEDENGKIAN

ٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َضْع ِف ال َّصْبِر

Allahumma innii a‟uudzubika min dho‟fish shobri

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KELEMAHAN KESABARAN

٘. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن قِلَِّة الَْقنَا َعِة

Allahumma innii a‟uudzubika min qillatil qona‟ah

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KEKURANGAN RASA KECUKUPAN

ٙ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َش َكا َسِةالْ َخْلِق

Allahumma innii a‟uudzubika min syakaasatil64

khulqi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PENCEMARAN KELAKUAN

ٚ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن إِلْ َحا ِح ال َّشْهَوِة

Allahumma innii a‟uudzubika min ilhaahisy

syahwati

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

DORONGAN MENGEJAR KEPUASAN

ٛ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َملَ َك ِت الْ َح ِميَِّة

Allahumma innii a‟uudzubika min malakatil

hamiyyati

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KECENDERUNGAN MEMBALAS DENDAM

ٜ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُمتَابَػَعِة الَْهَوى

Allahumma innii a‟uudzubika min mutaaba‟atil

hawaa

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGIKUTI HAWA NAFSU65

ٔٓ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُم َخالََفِة

الُْه َدى

Allahumma innii a‟uudzubika min mukhoolafatil

hudaa

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENENTANG PETUNJUK

ٔٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِسنَِة الْغَْفلَِة

Allahumma innii a‟uudzubika min sinatil ghoflati

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

TERLENA DALAM KELALAIAN

ٕٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن تَػَعا ِطى

الْ ُكْلَفِة

Allahumma innii a‟uudzubika min ta‟aatil kulfati

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MEMBERATKAN DIRI DI LUAR

KEMAMPUAN66

ٖٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن إِيْػثَاِر الْبَا ِط ِل

َعلَى الْ َح ّْق

Allahumma innii a‟uudzubika min iitsaaril baatili

„alalhaqqi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENDAHULUKAN KEBATILAN DARI

KEBENARAN

ٔٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم َنْ ِلإ ْصَراِر َعلَى

الَْمأْثَِم

Allahumma innii a‟uudzubika minal isroori „alal

ma‟tsam

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGULANGI DOSA

ٔ٘. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم َن ا ْستِ ْصغَاِر

الَْمْع ِصيَِة

Allahumma innii a‟uudzubika minas tishghooril

ma‟shiyati67

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGANGGAP KECIL KEMAKSIATAN

ٔٙ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن اِ ْستِ ْكبَاِر

الطَّا َعِة

Allahumma innii a‟uudzubika min istikbaarith

tho‟ah

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGANGGAP BESAR KETAATAN

ٔٚ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُمبَاَىا ِت

الْ ُم ْكثِِريْ َن

Allahumma innii a‟uudzubika min mubahaatil muk

tsirin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PERSAINGAN DENGAN ORANG-ORANG

KAYA

ٔٛ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم َن اْ ِلإْزرآِء

بِالْ ُمِقلّْْي َن68

Allahumma innii a‟uudzubika minal izroo i bil

muqilliin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PENGHINAAN KEPADA ORANG-ORANG

JELATA

ٜٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُسْوِء الْ ِولاَيَِة

لَِم ْن تَ ْح َت أَيْ ِديْ َن

Allahumma innii a‟uudzubika min suu‟ il

wilaayayati liman tahta aidiina

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

BERLAKU BURUK KEPADA ORANG-ORANG

DIBAWAH KAMI

ٕٓ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن تَػْرِؾ ال ُّش ْكِر

لَِم ِن ا ْصطَنَ َع الَْعاِرفَةَ ِعْن َدنَا

Allahumma innii a‟uudzubika min tarkisy syukri

limanis thona‟al „aarifati „indanaa

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

TIDAK BERTERIMA KASIH KEPADA ORANG

YANG BERBUAT BAIK KEPADA KAMI69

ٕٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَػْع ُض َد ظاَلًِما

Allahumma innii a‟uudzubika min na‟dhuda

dholiman

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENDUKUNG ORANG YANG ZALIM

ٕٕ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَ ْخ ُذ َؿ

َمْلُهْوفًا

Allahumma innii a‟uudzubika min nakh dzula

malhufan

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENJAUHI ORANG YANG TERANIAYA

ٕٖ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَػُرْوَـ َما لَْي َس

لَنَابِ َح ٍّق

Allahumma innii a‟uudzubika min naruuma maa

laysa lana bihaqqin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGINGINKAN APA YANG BUKAN HAK

KAMI70

ٕٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِعْلِم بِغَْيِر

ِعْلٍم

Allahumma innii a‟uudzubika min „lmi bighoyri

„ilmin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MENGATAKAN TENTANG ILMU TANPA

PENGETAHUAN

ٕ٘. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَػْنطَِو َي َعلَى

ِغ ّْش اَ َح ٍد

Allahumma innii a‟uudzubika min nan towiya „alaa

ghisysyi ahadin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

BERLAKU KHIANAT KEPADA SIAPAPUN

ٕٙ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نُػْع ِج َب

بِاَ ْع َمالِنَا

Allahumma innii a‟uudzubika min nu‟jiba bi71

„a‟maalinaa

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

BERBANGGA DENGAN AMAL KAMI

ٕٚ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَُم َّد فِى

اََمالِنَا

Allahumma innii a‟uudzubika min namudda fii

aamaalina

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MEMANJANGKAN ANGAN-ANGAN KAMI

ٕٛ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُسوآِء

ال َّسِريْػَرِة

Allahumma innii a‟uudzubika min suu‟is sariiroti

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari NIAT

YANG BURUK

ٕٜ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن اِ ْحتَِقاِر

ال َّصِغْيػَرِة72

Allahumma innii a‟uudzubika min ihtiqooris

shoghiiroti

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MERENDAHKAN YANG KECIL

ٖٓ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن اَ ْف يَ ْستَ ْح ِوَذ

َعلَْيػنَاال َّشْيطَا ُف

Allahumma innii a‟uudzubika min an yastahwidza

„alaynas syaythoonu

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MEMBIARKAN SETAN MENGUASAI KAMI

ٖٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن يَػْن ُكبَػنَا

الَّزَما ُف

Allahumma innii a‟uudzubika min yankubanaz

zamaanu

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

ZAMAN MENIPU KAMI

ٖٕ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن يَػتَػَه َّض َمنَا73

ال ُّسْلطَا ُف

Allahumma innii a‟uudzubika min yatahadh

dhomanas sulthonu

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PENGUASA MENINDAS KAMI

ٖٖ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن تَػنَاُوِؿ

اْ ِلا ْسَرا ِؼ

Allahumma innii a‟uudzubika min tanaawulil isrofi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

TINDAKAN BERLEBIHAN

ٖٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن فِْق َدا ِف

الْ َكَفا ِؼ

Allahumma innii a‟uudzubika min fiqdaanil kafaafi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KEHILANGAN KECUKUPAN

ٖ٘. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َش َماتَِة74

اْلاَ ْع َداِء

Allahumma innii a‟uudzubika min syamaatatil

a‟daa i

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

CENGKERAMAN MUSUH

ٖٙ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم َن الَْفْقِر اْلاَْكَفاِء

Allahumma innii a‟uudzubika minal faqril akfaa i

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MEMERLUKAN BANTUAN ORANG YANG

SETARA

ٖٚ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َمِعْي َشِة

فِى ِش َّدٍة

Allahumma innii a‟uudzubika min ma‟iisyatin fii

syiddatin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PENGHIDUPAN YANG BERAT

ٖٛ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِمْيتَِة َعلَى75

غَْيِر عُ َّدٍة

Allahumma innii a‟uudzubika min miitati „alaa

ghoyri „uddatin

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KEMATIAN TANPA PERSIAPAN

ٖٜ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم َن الْ َح ْسَرِة

الْعُظَْمى

Allahumma innii a‟uudzubika minal hasrotil

„udhma

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

PENYESALAN YANG MENGERIKAN

ٗٓ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُم ِصْيبَِة

الْ ُكْبػَرى

Allahumma innii a‟uudzubika min musiibatil kubro

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

MUSIBAH YANG BESAR76

ٗٔ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن اَ ْشَقى

ال َّشَقآِء

Allahumma innii a‟uudzubika min asyqos syafaa i

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

KECELAKAAN YANG PALING MALANG

ٕٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُسو~ِء

الَْماَ ِب

Allahumma innii a‟uudzubika min suu il ma aabi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

TEMPAT KEMBALI YANG PALING BURUK

ٖٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِحْرَما ِف

الثَّػَوا ِب

Allahumma innii a‟uudzubika min hirmaanits

tsawaabi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

DITOLAKNYA PAHALA77

ٗٗ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُحلُْوِؿ

الِْعَقا ِب

Allahumma innii a‟uudzubika min huluulil „iqoobi

Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari

DIDATANGKANNYA SIKSA

ٗ٘. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُك ّْل َشٍّر

أَ َحا َط بِِو ِعْل ُم َك

Allahumma innii a‟uudzubika min kulli syarrin

ahaatho bihi „ilmuka

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

SETIAP KEJAHATAN YANG (JUGA) TELAH

DILIPUTI OLEH ILMU-MU.

ٗٙ. اَللَُّه َّم إِنّْ ْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِخْز ِي ال ُّدنْػيَا

َوَع َذا ِب اْلآ ِخَرِة

Allahumma innii a‟uudzubika min hizyid dunyaa78

wa „adzaabil aakhiroti

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

KEHINAAN DI DUNIA DAN SIKSAAN DI

AKHIRAT

ٗٚ. اَللُّه َّم إِنّْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن نَػْف ٍس لاَ

تَ َشبَ ْع

Allahumma innii a‟uudzubika min nafsin laa

tasyba‟

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

NAFSU YANG TAK PERNAH MERASA

CUKUP,

ٗٛ. اَللُّه َّم إِنّْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن قَػْل ٍب لاَ

يَ ْخ َش ْع

Allahumma innii a‟uudzubika min qolbin laa

yakhsya‟

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

HATI YANG TAK KHUSYU'

ٜٗ. اَللُّه َّم إِنّْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ِعْلٍم لاَ يَػْنػَف ْع79

Allahumma innii a‟uudzubika min „ilmin laa yanfa‟

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

ILMU YANG TAK BERMANFAAT,

٘ٓ. اَللُّه َّم إِنّْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن َصلٍَة لاَ

تُػْرفَ ْع

Allahumma innii a‟uudzubika min sholaatin laa

turfa‟

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

SHALAT YANG TAK DIKABULKAN,

٘ٔ. اَللُّه َّم إِنّْي أَعُْوذُ بِ َك ِم ْن ُد َعٍاء لاَ

يُ ْس َم ْع

Allahumma innii a‟uudzubika min du‟aa in laa

yusma‟

Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari

DOA YANG TAK DIDENGAR.

اَللَُّه َّم َص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِِو، َو أَِع ْذنِ ْي ِم ْن80

ُك ّْل َذلِ َك بَِرْح َمتِ َك َوِجْي َع الْ ُمْؤِمنِْي َن

َوالْ ُمْؤِمنَا ِت يَا أَْرَح َم الَّرا ِح ِمْي َن

Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada

Muhammad dan keluarganya

Lindungilah hamba dari semua itu dengan kasihMu, Lindungilah seluruh Mukminin dan Mukminat

Wahai yang Paling Pengasih dari semua yang

mengasihi

Niat membaca surah Yasin yang ketiga adalah:

Memohon kepada Allah agar di karuniai ahlaq yang

mulia sebagaimana termaktub dalam doa berikut: