Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Fathimah az Zahra as
Fathimah Tidak Pernah Berbohong

Fathimah Tidak Pernah Berbohong

Aisyah mengatakan, “Sepanjang umurku aku tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih menyenangkan dari Ali dan seorang perempuan yang menyenangkan dari istrinya; Fathimah.”

Fathimah az Zahra as
Fathimah Zahra, Wanita Penuh Makrifat dan Cinta

Fathimah Zahra, Wanita Penuh Makrifat dan Cinta

Lima tahun pasca diutusnya Muhammad Saw sebagai Nabi telah berlalu. Pada 20 Jumadil Tsani, semua mata menanti kelahiran penuh berkah. Nabi Muhammad Saw mengangkat tangannya ke arah langit dengan hati bermunajat kepada Allah. Sayidah Khadijah as yang sendiri saat ini tengah ditemani empat wanita surga pilihan Allah. Ketika bayi yang dinanti terlahir ke dunia, aroma wangi kehadirannya menyebar di kota Madinah. Selamat atas kelahiran Sayidah Fathimah Zahra as!  

Akhlak
Lakukanlah! terlebih dahulu, sebelum nasehat itu disampaikan.

Lakukanlah! terlebih dahulu, sebelum nasehat itu disampaikan.

Lukman Alhakim : Wahai Anakku.... Terimalah Nasehat, dan laksanakanlah. Sesungguhnya nasehat orang berakal, lebih manis daripada madu.

Akhlak
Memberi dengan tidak mempermalukan

Memberi dengan tidak mempermalukan

Segala sesuatu pasti akan membutuhkan akal, dan akal membutuhkan budi pekerti yang baik - Imam Ali as -

Fathimah az Zahra as
Sayyidah Fatimah as dan Sayyidah Maryam as.

Sayyidah Fatimah as dan Sayyidah Maryam as.

Sayyidah Maryam as mendapatkan nama dari Ibunya. Berkenaan dengan Sayyidah Fatimah as, Allah swt yang telah memberinya nama melalui Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw bersabda: "sesungguhnya aku telah memberi putriku nama Fatimah karena Allah swt menjauhkannya dan menjauhkan orang yang mencintainya dari api neraka"

Fathimah az Zahra as
Selamat atas kelahiran bunda Fatimah

Selamat atas kelahiran bunda Fatimah

Apakah Alkautsar itu , ialah putrinya yang tercinta Fatimaah Azzahra as, pemberian terindah yang diberikan Allah kepada Rosullnya dan kepada seluruh umat manusia

Keluarga & Masyarakat
Amar Makruf Nahi Munkar(3)

Amar Makruf Nahi Munkar(3)

Ada tiga tahapan dalam Amar Makruf Nahi Munkar:     Amar dan nahi yang bersifat kalbu;     Amar dan nahi yang bersifat lisan;     Amar dan nahi praktis.  

Keluarga & Masyarakat
Amar Makruf Nahi Munkar(2)

Amar Makruf Nahi Munkar(2)

Amar makruf dan nahi munkar tidak terbatas hanya pada kelompok dan suku bangsa tertentu, melainkan meliputi seluruh kelompok dan suku bangsa yang telah memenuhi persyaratan, bahkan wajib atas para wanita dan anak untuk melakukan amar makruf – nahi munkar ketika menyaksikan ayah, ibu atau suami meninggalkan perbuatan yang terpuji (makruf) atau melakukan hal-hal yang haram, tentunya ketika seluruh syarat-syaratnya telah terpenuhi. (Ajwibah al-Istifta’at, no. 1069)

Keluarga & Anak
Hak Anak (Bagian 2)

Hak Anak (Bagian 2)

اَلْوَلَدُ سَيِّدٌ سَبْعَ سِنِيْنَ وَعَبْدٌ سَبْعَ سِنِيْنَ وَ وَزِيْرٌ سَبْعَ سِنِيْنَ Anak pada tujuh tahun pertama adalah tuan bagi ayah dan ibunya, dan pada tujuh tahun kedua adalah sebagai hamba yang menaati ayah dan ibunya, dan tujuh tahun ketiga adalah menterinya keluarga dan rekan musyawarah ayah dan ibunya. (Makarim al-Akhlak, jilid 2, hal 91, Wasail as-Syiah, jilid 7, hal 195)

Keluarga & Masyarakat
Amar Makruf Nahi Munkar(1)

Amar Makruf Nahi Munkar(1)

Yang dimaksud dengan amar makruf dan nahi munkar adalah mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari melakukan keburukan.