Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Imam Ali as
Menyambut Kelahiran Sang Putra Ka’bah (2)

Menyambut Kelahiran Sang Putra Ka’bah (2)

Ibnu Abil Hadid, sastrawan, teolog dan ahli fiqih dari mazhab Syafii di syarah ucapan Imam Ali menulis, “ketahuilah bahwa Amirul Mukmini memiliki posisi khusus di mata Nabi yang tidak dimiliki sahabat lain; Ia kerap berkhalwat bersama Nabi di mana tidak ada yang tahu apa yang terjadi saat itu di antara meraka. Ia selalu bertanya tentang makna al-Quran dan sabda Nabi, jika Ali tidak bertanya maka nabi akan mengajarinya. Sementara tidak ada satu pun sahabat nabi yang memilik kondisi seperti ini.”  

Imam Ali as
Menyambut Kelahiran Sang Putra Ka’bah (1)

Menyambut Kelahiran Sang Putra Ka’bah (1)

Imam Ali putra Abu Thalib anak Abdul Muthalib. Ibunya Fatimah, putri Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf. Ketika Fatimah membawa bayinya kepada Muhammad, Rasulullah langsung mencintai bayi tersebut. Kecintaan Rasulullah kepada Ali kerap diperbicangkan banyak orang. Bertahun-tahun kemudian, Imam Ali mengenang kecintaan Rasul tersebut dan berkata, “Kalian wahai sahabat Nabi sepenuhnya mengetahui posisi khusus Saya di mata Rasulullah, dan kalian menyadari bahwa Aku tumbuh besar di bawah bimbingannya. Ketika aku bayi, Rasul selalu menggendongku dan melindungiku serta menyuapiku makanan.”

Al Qur'an Al Karim
Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 31-42

Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 31-42

Betapa banyak perbuatan dan usaha yang gagal dan tidak mencapai hal yang diinginkan. Oleh karena itu, di al-Quran sangat menekankan usaha sehingga manusia tidak putus asa karena pekerjaan mereka yang gagal, tapi mereka akan menyadari bahwa Tuhan melihat upayanya dan Ia akan memberikan pahala setiap pekerjaan baik secara penuh.

Imam Jawad as
Imam Jawad, Teladan Kedermawanan Sejati (2)

Imam Jawad, Teladan Kedermawanan Sejati (2)

Di zaman ketika pemikiran sesat dan bidah tersebar di mana-mana, dan orang mulai menjauh dari ajaran murni Nabi Muhammad Saw, Imam Jawad as menyebarkan dan mengajarkan pemikiran dan ajaran suci Rasulullah Saw. Jelas, penguasa Bani Abbasiah geram mendengar keterangan Imam tentang ajaran Nabi Saw yang sesungguhnya, karena bertentangan dengan kebijakan para penguasa yang zalim. Akibatnya, Imam dan para pengikut setianya semakin ditekan dan disiksa oleh Bani Abbas.

Imam Jawad as
Imam Jawad, Teladan Kedermawanan Sejati(1)

Imam Jawad, Teladan Kedermawanan Sejati(1)

Imam Jawad as berkata, "Pengetahuan agama adalah barang yang sangat berharga dan anak tangga menuju ke puncak yang tinggi." Beliau juga mengatakan, "Sedikit bicara akan menutupi kekurangan dan mencegah orang dari kesalahan. Manusia tersembunyi di balik lisannya."

Filsafat & Irfan
Hakikat Dunia di Mata Para Sufi

Hakikat Dunia di Mata Para Sufi

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: الإِمَامُ الْعَادِلُ …. Artinya: “Ada tujuh golongan manusia yang nanti  akan dinaungi Allah dalam naungan ‘arasy-Nya pada hari yang tiada naungan selain naungan Allah, yaitu : seorang pemimpin yang adil.” (HR. Muslim)  

Sejarah Syi'ah
Mengapa hanya sedikit kitab-kitab para Imam Syiah yang sampai ke tangan kita?

Mengapa hanya sedikit kitab-kitab para Imam Syiah yang sampai ke tangan kita?

Pertama, imamah (kepemimpinan) adalah merupakan tongkat estafet dan kelanjutan kenabian (nubuwwah). Falsafah keberadaan imamah adalah sama dengan falsafah keberadaan kenabian. Dalam al-Qur’an dan riwayat dijelaskan tujuan utama pengutusan para nabi adalah membina orang-orang dan memberikan kehidupan penuh nilai kepada manusia.

Al Qur'an Al Karim
Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 31-42

Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 31-42

Ayat ini menyinggung sistem azab dan pahala, dan mengatakan, Tuhan pemilik langit dan bumi, tidak membiarkan manusia sendirian melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi telah menetapkan sistem yang berdasarkan pada kebaikan akan diberi pahala atas perbuatan buruk dihukum.

Al Qur'an Al Karim
Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 19-30

Jalan Menuju Cahaya: Surah An-Najm ayat 19-30

Selain itu, kalian menganggap anak perempuan kalian sendiri sebagai aib, dan bahkan kalian bahkan tega mengubur mereka hidup-hidup. Lantas bagaimana kalian menjadikan malaikat sebagai putri-putri Tuhan, dan menisbatkannya kepada Tuhan ? Apakah kalian memiliki argumen untuk klaim ini ? Ataukah kalian tenggelam ke dalam takhayul yang dikatakan oleh ayah dan leluhur kalian, dan kalian menerimannya tanpa alasan ?

Wanita
Islam Mengangkat Derajat Perempuan Dalam Panggung Peradaban

Islam Mengangkat Derajat Perempuan Dalam Panggung Peradaban

Kesimpulannya adalah bahwasannya hingga saat ini masih jelas terlihat perbedaan secara fundamental di kalangan para ahli dalam melihat antara laki-laki dan perempuan. Hal ini membawa implikasi serius atas posisi, fungsi, ekspresi dan ruang aktualialisi diri dari kedua jenis kelamin tersebut.