Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Fiqih Argumentatif
Taqiyah dalam Mazhab Maliki

Taqiyah dalam Mazhab Maliki

Taqiyah arti secara bahasa adalah khawatir dan waspada akan bahaya. Kata atau makna ini disebut dalam Alquran: إِلاَّ أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقاةً; “kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. (QS: Al Imran 28)

Sejarah & Biografi
Arbain Imam Husain as, antara Ritual Agama dan Wisata

Arbain Imam Husain as, antara Ritual Agama dan Wisata

Setelah Abu Abdillah al Husain as. beserta para pemuda Ahlul Bait dan para sahabatnya gugur syahid di Karbala pada tanggal Sepuluh Muharram, keluarga beliau dan keluarga para sahabatnya yang masih hidup, seperti Imam Ali Zainal Abidin as. dan Siti Zainab, digiring dan diarak oleh pasukan Umar bin Sa’ad ke Kufah. Mereka berjalan kaki dengan tangan terbelunggu laksana budak dan tawanan yang terhina. Lapar yang menusuk perut, haus yang mencekik tenggorokan, dan sedih yang dalam menyesakan dada menyiksa mereka.  

Sejarah & Biografi
Jangan Mengubah Peristiwa Karbala!

Jangan Mengubah Peristiwa Karbala!

Tahrîf artinya memalingkan sesuatu dari jalannya dan keadaan yang semestinya. Ia merupakan tindakan mengubah sesuatu. Melakukan tahrif ialah apabila satu kalimat, surat atau pesan, bait puisi, tidak dipahamkan sebagaimana maksudnya atau dengan maksud lainnya.

Keadilan
Hidupkan Keadilan

Hidupkan Keadilan

anyak soal berkaitan dengan masalah ketuhanan, yang hanya bisa dijawab oleh kalangan khusus di atas tingkat awam. Tetapi masalah keadilan Tuhan menjadi perhatian -dan dapat diikuti- semua kalangan, dari yang awam sampai yang pakar.

Akhlak
Apa Saja Dampak Berprasangka Buruk?

Apa Saja Dampak Berprasangka Buruk?

Salah satu yang merupakan bagian dari akhlak tercela adalah prasangka yang buruk. Banyak ayat dan riwayat yang menyinggung masalah tersebut sebagai sebuah peringatan akan buruknya dampak sosial dari berprasangka buruk. Al-Quran menjelasakan bahwa berprasangka buruk itu sama dengan dosa.

Filsafat & Irfan
Pelajaran Filsafat Hikmah Muta’aliyah Bag.1

Pelajaran Filsafat Hikmah Muta’aliyah Bag.1

Kemendasaran eksistensi merupakan pusat dan sentral dari pembahasan filsafat Hikmah Muta’aliyah, dimana Filosof Mulla Sadra memulai pembahasan ini secara panjang lebar dan terpisah dalam buku Al-Asfar Arba’ahnya. Kemahiran Mulla Shadra dalam pembahasan ini (kemendasaran eksistensi dan keiktibaran esensi) memberi landasan kokoh bagi filsafat Hikmat Muta’aliyah dan memberi solusi yang besar terhadap berbagai masalah kefilsafatan, seperti Wahdatul Wujud, Kausalitas, Eskatologi, Free will dan Determinisme, Baik dan Buruk (secara tinjauan eksistensi), dan pembahasan-pembahasan filsafat lainnya.  

Agama & Aliran
Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat

“Bijak menyikapi perbedaan pendapat,” adalah diktum Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diulas menjadi sebuah buku tentang pemikiran Habib Umar oleh Al Hamid Jakfar Al-Qadri. Habib Umar sendiri menulis karya berjudul Al-Wasatiyah fi al-Islam (Islam Moderat) yang mengulas tentang bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dan bersikap moderat.

Akhlak
Tawakkal (5/Selesai)

Tawakkal (5/Selesai)

Seandainya seseorang mengaku bertawakkal kepada Allah SWT atau merasa melimpahkan urusannya kepada pengaturan Allah SWT, tapi ternyata dia enggan menempuh garis dan mekanisme yang telah ditetapkan Allah SWT baginya berupa penyediaan sebab musabab dan pembekalan kemampuan beraktivitas, bekerja dan berkarya maka ini tidak dapat disebut tawakkal, melainkan ilusi dan kegilaan semata.

Sejarah & Biografi
Hati Nurani dan Peradaban(1)

Hati Nurani dan Peradaban(1)

Rorty mengatakan, bertindak sesuai dengan moral tidak perlu dicari dasar-dasar filosofis, religius, atau ideologisnya! Kriteria moral hanya satu: tekad untuk tidak bersikap kejam (Rorty, 1989). Secara implisit Rorty mengajak kita menganalisa lagi sumber terpenting yang sementara ini terlupakan, yaitu dasar moral yang dimiliki oleh semua lapisan manusia dari berbagai bangsa,etnis dan agama.

Sejarah & Biografi
Hati Nurani dan Peradaban

Hati Nurani dan Peradaban

Rorty mengatakan, bertindak sesuai dengan moral tidak perlu dicari dasar-dasar filosofis, religius, atau ideologisnya! Kriteria moral hanya satu: tekad untuk tidak bersikap kejam (Rorty, 1989). Secara implisit Rorty mengajak kita menganalisa lagi sumber terpenting yang sementara ini terlupakan, yaitu dasar moral yang dimiliki oleh semua lapisan manusia dari berbagai bangsa,etnis dan agama.