Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Filsafat & Irfan
Misykat Walayat dalam Irfan

Misykat Walayat dalam Irfan

Urafa membagi pengetahuan irfan dan tasawuf atas dua bagian; irfan teoritis dan irfan amali. Bagian teoritisnya menjelaskan dan menafsirkan pandangan dunia irfan yang merupakan hasil dari syuhud dan mukasyafah kalbu para urafa, dan bagian praktis serta amalinya merupakan tuntunan dan riyadah dalam menjalankan sair suluk untuk mendapatkan kesucian dan kesempurnaan insani hingga mencapai akhlak Ilahiah dan menjadi manifestasi sempurna Asma Ilahi.

Fiqih Argumentatif
Apakah Manusia Membutuhkan Hukum Baru?

Apakah Manusia Membutuhkan Hukum Baru?

Zaman terus berganti dan keadaan pun terus berubah. Manusia membutuhkan hukum-hukum baru sebagai tambahan dari hukum-hukum umum yang telah pasti. Karena kebutuhan mereka berbeda dengan kebutuhan generasi-generasi sebelumnya. Seperti seorang dokter yang menentukan obat yang berbeda pada kondisi pasien yang berbeda. Dan ia pun dapat mengganti obat dengan obat baru yang dirasa lebih cocok di masa ini.

Keluarga & Masyarakat
Bumi ini Luas, Berjalanlah !

Bumi ini Luas, Berjalanlah !

Allah Berfirman, أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ “Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS.Al-Hajj:46)

Fathimah az Zahra as
Perempuan Teragung, Bunda Maryam atau Sayyidah Fatimah as?

Perempuan Teragung, Bunda Maryam atau Sayyidah Fatimah as?

“Dan (ingatlah) ketika para Malaikat berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam. Wahai Maryam, taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” [Qs. Ali Imran: 42-43]  

Akhlak & Doa
Apa yang kita tanam pasti akan berbuah kemudian

Apa yang kita tanam pasti akan berbuah kemudian

Dengan demikian sebenarnya apa yang akan kita tanam dalam hidup ini akan berbuah kemudian.

Akhlak
Menahan Marah dengan Kesabaran

Menahan Marah dengan Kesabaran

Banyak di antara kita dalam bergaul tak dapat menahan rasa amarah. Dari awal yang mulanya bercanda sering akhirnya berbuah pertengkaran. Pertengkaran ini timbul karena adanya ke dua belah pihak tak dapat menahan rasa amarahnya. Padahal Islam mengajarkan untuk mengendalikan sifat amarah ini.

Akhlak
Apa Untungnya Ber-akhlak?

Apa Untungnya Ber-akhlak?

Keuntungan dari Akhlak Fitrah manusia selalu senang melihat keindahan. Tentu kita juga merasa senang melihat orang lain yang lemah lembut, wajahnya selalu tersenyum dan sikapnya tak pernah menyakiti. Secara hitungan materi, orang yang berperangai baik lebih mudah diterima dari pada orang yang urakan, tak mengerti etika dan tak peduli dengan siapa dia berbicara. Namun sekarang kita akan melihat keuntungan dari akhlak melalui Sabda Nabi dan perkataan murid tercintanya, Ali bin Abi tholib. Apa saja keuntungan akhlak menurut mereka?

Kenabian
Seri Nabi Yunus as(2) : Hikmah Tersembunyi Dibalik Kisah Nabi Yunus didalam Perut Ikan

Seri Nabi Yunus as(2) : Hikmah Tersembunyi Dibalik Kisah Nabi Yunus didalam Perut Ikan

Pada seri sebelumnya kita telah menceritakan awal mula kisah nabi Yunus as hingga beliau masuk kedalam perut ikan yang besar. (BACA: Tahukah Anda Awal Mula Kisah Nabi Yunus as?)

Kenabian
Seri Nabi Yunus as(1) : Tahukah Anda Awal Kisah Nabi Yunus?

Seri Nabi Yunus as(1) : Tahukah Anda Awal Kisah Nabi Yunus?

Siapa yang tak mengenal nabi Yunus as? Seorang nabi yang pernah hidup di dalam perut ikan paus yang besar. Andai kisah ini tidak dikisahkan oleh Al-Qur’an tentu akal tidak mampu menerimanya. Didalam kisah yang penuh keajaiban ini, banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil. Dan kali ini kita akan merenungkan satu per satu pelajaran dari kisah ini dalam Seri Nabi Yunus as.

Tafsir
Perumpamaan Haq dan Batil dalam Al-Qur’an

Perumpamaan Haq dan Batil dalam Al-Qur’an

Kebenaran Bagai Air, Kebatilan Bagai Buih Allah swt berfirman, أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَداً رَّابِياً وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاء حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَالَ -١٧- Allah telah Menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah Membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah Membuat perumpamaan. (Ar-Ra’d 17)