Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

40 hadis Ahlul Bait tentang uang halal dan haram (1)

1 Pendapat 05.0 / 5

Allah swt berfirman:

أَلمالُ وَ البَنُونُ زينَةُ الحَياةِ الدُّنيا وَ الباقِياتُ الصّالِحاتُ خَيرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَواباً وَ خَيرٌ أمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia

tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih

baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk

menjadi harapan.” (QS. Al-Kahf [18] : 46)

Harta benda dan kekayaan adalah semacam amanah yang

diberikan kepada manusia, yang dengannya kesedihan dan

kesusahan dapat digantikan dengan kegembiraan dan

kesenangan. Dengannya juga kehidupan menjadi lebih baik

dan penuh harapan.

Dengannya pertikaian dapat dihindarkan, kesalah pahaman

dan prasangka buruk dapat dirubah menjadi keserasian dan

keselarasan. Dengannya pertikaian rumah tangga dapat

diselesaikan, yang telanjang dapat diberi pakaian, yang

lapar dapat dikenyangkan, yang sakit dapat disembuhkan,

yang susah dapat dibantu dan seterusnya. Amanah itu dapat

memberikan kenyamanan, ketentraman dan keamanan dalam

hidup manusia.

Dengannya industri dan ilmu pengetahuan suatu negara bisa

maju, taraf kehidupan masyarakat pun bisa ditingkatkan.

Dengannya kota, desa dan bahkan gurun-gurun gersang

menjadi indah dan makmur. Manusia dengan menggunakannya

dapat mencapai negeri-negeri yang amat jauh, bahkan

mencapai angkasa.

Dengannya juga kebahagiaan dunia dan akhirat dapat

digapai, kehormatan diri sendiri dan juga sesama dapat

dijaga, pahala tak terhingga akhirat juga dapat diraih.

Bahkan usaha untuk mendapatkan harta benda dan uang halal

dianggap sebagai berjihad di jalan Allah. Dengan

menggapainya, harga diri, agama dan ajarannya dapat

terjaga.

Dengannya kita bisa meraih ridha Allah dan nabi-Nya,

menziarahi Ahlul Bait as dan para wali. Begitu juga

menziarahi Baitullah. Dengannya kita juga bisa

menyebarkan ajaran Al-Qur’an dan Ahlul Bait as.

Jika harta benda digunakan sebagai perantara untuk

menggapai kesempurnaan insani, kita bisa menggapai

keridhaan Tuhan dan kecintaan kita dengan mudah. Namun

jika harta benda kita cari karena dan demi harta benda

itu sendiri, kita akan berujung pada kehancuran,

pertikaian, kezaliman dan saling berbangga-banggan.

Ketidak bijakan manusia dalam menyikapi harta dan

kekayaan yang menciptakan permusuhan antar manusia.

Segala keburukan bermunculan karenanya.

Harta benda jika digunakan dengan benar, jika kita tahu

kapan dan bagaimana menggunakannya, maka dapat menjadi

perantara bagi kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia

dan akhirat. Namun jika tidak, kehancuran yang bakal

datang menimpa kita baik di dunia maupun di alam akhirat

nanti.

Empat puluh hadis dari Rasulullah saw dan para maksumin

ini dipersembahkan kepada para pembaca untuk memahami

lebih mendalam tentang bagaimana pandangan agama Islam

terhadap harta benda dan kekayaan dalam hidup manusia.

Semoga kita bisa memahami bagaimana cara mendapatkan dan

menggunakan amanat Ilahi ini dengan benar. Insya Allah.

1

Harta dan Kekayaan

Rasulullah saw bersabda:

إنَّ الدّينارَ وَالدِّرهَمَ أهْلَكا مَنْ كانَ قَبلَكُم وَ هُما مُهْلِكاكُم.

“Dinar dan Dirham[1] telah membinasakan orang-orang

sebelum kalian, begitu juga kalian nanti.”

Al-Kafi, jil. 2, hal. 316 hadis 6

2

Patung Sapi Emas

Rasulullah saw bersabda:

إنَّ لِكُلِّ اُمَّةٍ عِجْلٌ، وَعِجْلُ هذِهِ الأُمَّةِ الدّينارُ وَالدِّرْهَمُ.

“Setiap umat mempunyai ‘Patung Sapi Emas’[2]. Patung Sapi

Emas umat ini adalah Dinar dan Dirham.”

Mahajjatul Baidha’, jil. 7, hal. 328

3

Akibat Cinta Dunia

Imam Ali as berkata:

حُبُّ المالِ يُفْسِدُ الَمالَ، و يُوَسِّعُ الآمالَ.

“Cinta pada harta benda justru akan melenyapkan harta

benda dan memperpanjang angan-angan.”

Mizanul Hikmah, jil. 4, hal. 2983, hadis 19329

4

Antara Cinta Tuhan dan Harta Benda

Imam Ali as berkata:

إذا أحَبَّ اللّهُ سُبْحانَهُ عَبْداً بَغَّضَ إلَيْهِ المالَ وَقَصَّرَ مِنْهُ الآمالَ، إذا أرادَ اللّهُ بِعَبْدٍ شَرّاً حَبَّبَ إلَيْهِ المالَ وَبَسَطَ مِنْهُ الآمالَ.

“Saat Tuhan mencintai hamba-Nya, Ia menampakkan padanya

betapa kotor dan buruk harta dunia lalu merendahkan

angan-angannya. Namun jika Tuhan menginginkan keburukan

untuknya, Ia tumbuhkan rasa cinta dunia di hatinya dan

meninggikan angan-angannya.”

Ghurarul Hikam, jil. 3, hal. 166, hadis 4110

 

5

Bahaya Terlalu Banyak Harta

Imam Ali as berkata:

كَثْرَةُ المالِ تُفْسِدُ القُلُوبَ وَ تُنْشِئُ الذُّنُوبَ.

“Banyak harta menodai hati dan mewujudkan dosa.”

Mizanul Hikmah, jil. 4, hal. 2985

6

Harta Benda Amanat Ilahi

Imam Shadiq as berkata:

المالُ مالُ اللّه ِ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَهُ وَدايِعَ عِنْدَ خَلْقِهِ وَ أَمَرَهُمْ أَن يَأكُلُوا مِنْهُ قَصْداً وَ يَشْرَبُوا مِنْهُ قَصْداً، وَيَلبِسُوا مِنْهُ قَصْداً، وَيَنكَحُوا مِنْهُ قَصْداً،

وَيَرْكَبُوا مِنْهُ قَصْداً وَ يَعُودُوا بِما سِوى ذلِكَ عَلى فُقَراءِ المُؤمِنينَ، فَمَنْ تَعَدّى ذلِكَ كانَ ما أَكَلَهُ حَراماً وَما شَرِبَ مِنْـهُ حَراماً، وَ ما لَبِسَهُ مِنْهُ

حَـراماً، وَما نَكَحَهُ مِنْهُ حَراماً، وَ ما رَكِبَهُ مِنْهُ حَراماً.

“Harta benda dunia adalah amanah Allah swt atas makhluk-

Nya. Ia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk makan darinya

secukupnya, minum darinya secukupnya, berpakaian darinya

secukupnya, menikah dengan menggunakannya secukupnya,

menaiki tunggangan sepantasnya, lalu selainnya diberikan

kepada fakir miskin yang beriman. Maka barang siapa

berlebihan dari batasnya, haram apa yang ia makan, yang

ia minum, yang dia kenakan, yang ia nikahi dan yang ia

tunggangi.”

Biharul Anwar, jil. 103, hal. 16, hadis 74

7

Budak Setan

Imam Shadiq as berkata:

يَقُولُ إبْليسُ لَعَنَهُ اللّهُ، ما أعْيانى فِى ابنِ آدَمَ فَلَنْ يُعينى مِنهُ واحدَةٌ مِنْ ثَلاثٍ: أَخذُ مالٍ مِن غَيرِ حِلِّهِ، أوْ مَنْعِهِ مِن حَقِّهِ، أوْ وَضْعِهِ فى غَيْرِ

وَجْهِهِ.

“Iblis la’natullah berkata: Tentang keturunan Adam (umat

manusia), apapun yang membuatku lemah, tapi setiap satu

dari tiga hal ini tidak akan melemahkanku dalam

menyesatkan manusia: mencari uang dari jalan yang haram,

enggan membayar kewajiban harta dan mengeluarkan harta

bendanya di jalan yang tidak benar.”

Khisal Shaduq, hal. 132, hadis 141

8

Tugas Dalam Menjaga Harta

Imam Shadiq as berkata:

أَرْبَعٌ لايُستَجابُ لَهُمْ دُعاءٌ، رَجُلٌ جالِسٌ فى بَيتِهِ يَقُولُ: يا رَبِّ ارْزُقنى فَيَقُولُ لَهُ: ألَمْ آمُركَ بِالطَّلَبِ؟ وَ رَجُلٌ كانَتْ لَهُ إمرَأَةٌ قَد غالَبَها فَيَقُولُ: أَلَمْ

أَجعَلْ أَمرَها بِيَدِكَ؟ وَ رَجُلٌ كانَ لَهُ مالاً فَأفْسَدَهُ، فَيَقُولُ: يارَبِّ ارْزُقنى، فَيَقُولُ لَهُ: أَلَمْ آمُركَ بِالإقتِصادِ؟ أَلَمْ آمُركَ بِالإصلاحِ؟ ثُمَّ قَرَأَ: «وَ الَّذينَ

إذا أَنفَـقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَ كانَ بَينَ ذلِكَ قَواماً» [فرقان / 67] وَ رَجُلٌ كانَ لَهُ مـالٌ فَأدانَهُ بِغَيرِ بَيِّنَةٍ فَيَقـُولُ: أَلَمْ آمُركَ بِالشَّهادَةِ؟

“Doa empat kelompok manusia ini tidak akan dikabulkan:

1. Orang yang di rumahnya duduk dan berdoa: Ya Tuhan,

berilah aku rizki yang banyak. Padahal Tuhan berkata

kepadanya: Bukankah Aku memerintahkanmu untuk berusaha

dalam mencari rizki?

2. Orang yang dikuasai istrinya, padahal Tuhan berkata:

Bukankah ikhtiarnya telah kuberikan kepadamu?

3. Orang yang memiliki harta dan kekayaan namun telah ia

binasakan. Saat ia berdoa: Ya Tuhan beri rizki padaku.

Tuhan berkata: Bukankah telah kuperintahkan untuk tidak

berlebih-lebihan? Kemudian Allah menmbaca ayat suci-Nya:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan [harta],

mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak [pula] kikir,

dan adalah [pembelanjaan itu] di tengah-tengah antara

yang demikian.” (QS. Al-Furqan [25] : 67).

4. Orang yang menghutangkan uangnya namun tidak meminta

jaminan. Lalu Tuhan berkata: Tidakkah Kuperintahkan

engkau untuk meminta kesaksian?”

Biharul Anwar, jil. 103, hal. 12, hadis 53

9

Mencari Nafkah Halal Adalah Ibadah Terbaik

Rasululah saw bersabda:

ألْعِبادَةُ سَبْعُونَ جُزْءاً وَ أفضَلُها جُزْءاً طَلَبُ الْحَلالِ.

“Ibadah memiliki tujuh puluh bagian dan bagian yang

terbaik adalah mencari nafkah dan rizki halal.”

Tsawabul A’mal wa ‘Iqabuha, hal. 385, hadis 1

10

Tugas Mencari Nafkah

Rasulullah saw bersabda:

طَلَبُ الْحَلالِ فَريضَةٌ عَلى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ.

“Mencari rizki halal adalah tugas setiap mukmin baik

lelaki maupun perempuan.”

Jami’ul Akhbar, hal. 389, hadis 1079