Rasulullah & Ahlulbait
-
Artikel Umum
Artikel: 62 -
Rasulullah saw
Artikel: 516 -
Imam Ali as
Artikel: 306 -
Fathimah az Zahra as
Artikel: 271 -
Imam Hasan as
Artikel: 70 -
Imam Husein as
Artikel: 485 -
Imam Ali bin Husein as
Artikel: 95 -
Imam Baqir as
Artikel: 57 -
Imam Shadiq as
Artikel: 67 -
Imam Kazhim as
Artikel: 64 -
Imam Ridha as
Artikel: 75 -
Imam Jawad as
Artikel: 61 -
Imam Hadi as
Artikel: 32 -
Imam Hasan al Askari as
Artikel: 46 -
Imam Mahdi ajf
Artikel: 298
Hak dan Keutamaan Hari Jumat Menurut Hadis Ahlul Bait as
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Sebab pada hari itu, Allah melipatgandakan kebaikan-kebaikan, menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat hamba-hamba-Nya. Dan siang harinya sama seperti malam harinya, jika engkau mampu menghidupkan malam Jumat dengan doa dan shalat, maka lakukanlah. Mishbah al-Mutahajjid, halaman 283
Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Di sinilah kita dapat memahami salah satu hikmah dan landasan tersirat dari adanya majelis-majelis Ahlul Bait as. Ketika kaum muslimin berkumpul untuk mengenang kehidupan mereka, mempelajari ilmu dan akhlak mereka, mendengarkan keutamaan-keutamaan mereka, melantunkan shalawat, meneteskan air mata atas musibah mereka, atau mengekspresikan syukur dan kegembiraan atas hari-hari kelahiran mereka, sesungguhnya semua itu merupakan sarana untuk menambah kecintaan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Kehati-hatian dan Kebijaksanaan, Buah Akal Sehat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D
Kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang dijalankan dengan akal, iman, dan takwa, di mana setiap keputusan lahir dari perenungan mendalam dan disertai orientasi moral yang benar. Karena itu, buah dari kehati-hatian adalah keselamatan.
Mawaddah kepada Ahlulbait
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Salah satu ayat yang paling terkenal mengenai kedudukan Ahlulbait adalah Surah al-Syura ayat 23:
“Aku tidak meminta kepadamu suatu upah pun atas risalah ini kecuali kecintaan kepada kerabatku.”
Amanat yang Ditolak Langit dan Bumi
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikul amanat itu dan merasa takut terhadapnya, lalu manusia memikulnya.”
Ghadir Khum: Puncak Penyampaian Risalah Wilayah
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Dalam pandangan Syiah Imamiyah, puncak penyampaian risalah wilayah terjadi pada peristiwa Ghadir Khum, tanggal 18 Zulhijah tahun 10 Hijriah. Sepulang dari Haji Wada’, Rasulullah saw menghentikan puluhan ribu jamaah di sebuah persimpangan bernama Ghadir Khum. Di hadapan mereka, beliau mengangkat tangan Ali bin Abi Thalib as seraya bersabda:
Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Wilayah: Menelusuri Ayat-Ayat Imamah Bersama Ahlulbait as
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Di antara perbedaan mendasar antara mazhab Ahlulbait dan mazhab-mazhab lain dalam Islam adalah cara memandang konsep wilayah dan imamah. Bagi Syiah, imamah bukan sekadar urusan kepemimpinan politik pasca wafat Rasulullah saw, melainkan bagian integral dari risalah Ilahi yang telah disampaikan melalui wahyu. Karena itu, para Imam Ahlulbait as mengajarkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an memiliki lapisan makna yang berkaitan dengan wilayah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as dan para Imam suci dari keturunannya.
Ancaman Perang kepada Quraisy
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Dalam rangka mencari Rasulullah Saw yang sempat hilang Abu Thalib pernah memobilisasi para pemuda dari kalangan Bani Hasyim dan Muthalib. Ia memerintahkan kepada mereka agar menyembunyikan senjata tajam masing-masing di balik baju. Kemudian , ia menyuruh setiap orang dari mereka berdiri di samping seorang pemuka Quraisy. Apabila ia telah berputus asa menari Muhammad atau darahnya tertumpah dengan sia-sia , atau jika Muhammad telah dibunuh, maka mereka dapat segera mendatangi para pemuka Quraisy dan menyerang mereka sehingga mreka tidak memiliki kesempatan untuk membalas.
Sahifah dan Berakhirnya Pemboikotan 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Jika kalian setuju dengan penawaran ini maka bukalah sahifah itu. Sahifah itu memperlihatkan apa yang telah diberitahukan kepada mereka. Namun, mereka mengatakan, “ Ini adalah sihir anak saudaramu.”
Sahifah dan Berakhirnya Pemboikotan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Kehidupan yang demikian berat di Syi’b telah dijalani selama dua tahun menurut satu pendapat, atau tiga tahun menurut pendapat lain. Pada suatu hari, Allah mewahyukan pada Rasul yang agung saw apa yang tejadi pada sahifah. Rayap telah memakan semua yang tertulis berupa kata-kata kezaliman dan permusuhan pada sahifah itu. Tidak ada yang tersisa selain nama Allah.
Abu Thalib adalah Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Tidakkah kalihan tahu bahwa permusuhan itu dosa
Perkara buruk nan hitam kelam, tidak teguh
Jalan petunjuk akan diketahui esok
Dan bahwa kenikmatan dunia tidaklah abadi
Jangan bodohkan akal kalian tentang Muhammad
Jangan ikuti perkara sesat dan kelam
Kalian berharap dapat membunuhnya
Hanyalah harapan kalian ini seperti mimpi orang tidur
Demi Allah, kalian tak dapat membunuhnya
Abu Thalib adalah Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Ketika malam menyelimuti mereka dengan gelapnya kelam dan tiba saat mereka untuk tidur, Abu Thalib menghamparkan dan membentangkan tikar untuk Rasulullah Saw disaksikan oleh mereka semuanya.
Pengorbanan di Lembah Syi’b 1
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- nu.or.id,
Perjanjian itu dilaksanakan dan digantungkan di dalam Ka’bah. Bani Hasyim dan Bani Muthalib, baik yang sudah beriman atau yang masih kafir, tetap bersikukuh untuk membela Rasulullah saw.
Pengorbanan di Lembah Syi’b
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- nu.or.id
“Berbagai upaya sudah ditempuh kaum musyrikin untuk menghalangi dakwah Rasulullah. Bahkan, mereka pernah bersekongkol untuk membunuhnya. Tapi semua itu selalu gagal. Di belakang Rasulullah ada Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang membela mati-matian, apapun risikonya.
Kisah Makanan dan Susu Di Gelas Besar
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Abu Thalib memiliki sedikit harta, dan banyak anggota keluarga. Anggota keluarganya tidak pernah kenyang apabila mereka duduk di atas hidangan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Ini sangat signifikan karena menunjukkan bahwa Abu Thalib memiliki fondasi tauhid yang kuat bahkan sebelum bi’tsah Nabi ﷺ.
Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
“Pergilah, hai anak saudaraku! Sampaikanlah apa yang ingin kau katakana. Demi Allah, aku tidak akan menyerahkanmu pada sesuatu apa pun untuk selama-lamanya!”
Abu Thalib, Mukmin Sejati Dari Quraisy 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Abu Thalib bersikap lembut kepada mereka dan menjawab dengan kata-kata yang halus hingga mereka beranjak meninggalkannya. …
Abu Thalib pada Nabiyullah Muhammad Saw: “ Kasihanilah aku dan dirimu! Jangan bebani aku dengan perkara yang tidak mampu aku pikul”
Abu Thalib, Mukmin Sejati Dari Quraisy
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Namun demikian, hal terindahnya adalah, Sang Pelindung Nabi saw ini melakukan itu semua sembari tidak mendeklarasikannya terang-terangan terutama di depan kaumnya (yakni Quraisy). Dan ini sungguh merupakan teladan agung bagi kita semua untuk selalu melaksanakan agama dan keindahannya serta kebenarannya sesuai dengan konteks sosial. Konteks apa yang paling bermanfaat dalam ruang waktu dan masyarakat kita.
Abu Thalib, Mukmin Sejati Dari Quraisy Di Yaumul Mab’ats
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
”Abu Thalib: Mukmin Quraisy” karya Abdullah al-Khanizi, sebuah karya monumental yang mengumpulkan ratusan riwayat dan bukti historis tentang keimanan dan pengorbanan Abu Thalib, mengutip ayat ini di bagian depannya.

