Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah & Ahlulbait

Kesucian Diri di Era Digital

Kesucian Diri di Era Digital

Sayidah Fatimah Maksumah as dengan gelar al-Ma’sumah, yang secara umum bermakna “yang suci” atau “yang terjaga”. Dalam konteks kehidupan sekarang, nilai kesucian dapat direfleksikan secara lebih luas. Kesucian bukan hanya persoalan lahiriah, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hati, pikiran, perkataan, pandangan, dan perilakunya.  

Baca Yang lain

Istiqamah dalam Menjaga Keimanan dan Identitas Keagamaan

Istiqamah dalam Menjaga Keimanan dan Identitas Keagamaan Al-Maksumah adalah gelar termasyhur beliau yang artinya ‘suci’. Artinya Sayidah Fatimah Maksumah senantiasa menjaga dirinya dari dosa, istiqamah dalam menjaga keimanan dan identitas keagamaan. Padahal kehidupan beliau berlangsung dalam situasi politik dan sosial yang tidak mudah. Melakukan perjalanan beliau menuju Khurasan untuk menyusul berkaitan Imam Ali al-Rida as, yang berpindah dari Madinah menuju Khurasan. Selama perjalanan menghadapi beragam kesulitan, mulai dari penyerangan terhadap rombongan beliau, sakit dan akhirnya wafat di Qom.  

Baca Yang lain

Peran Perempuan dalam Transmisi Ilmu

Peran Perempuan dalam Transmisi Ilmu Dalam tradisi Islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi (al-Mujadalah:11). Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima ilmu, tetapi juga dapat menjadi penjaga dan penyampai ilmu kepada generasi berikutnya.  

Baca Yang lain

Refleksi Kehidupan Sayidah Fatimah Maksumah as dalam Kehidupan Masa Kini

Refleksi Kehidupan Sayidah Fatimah Maksumah as dalam Kehidupan Masa Kini Mengenang Sayidah Fatimah Maksumah as seharusnya tidak berhenti pada penghormatan terhadap sejarah. Keteladanan beliau perlu dihadirkan sebagai refleksi untuk menjawab persoalan kehidupan kita hari ini.  

Baca Yang lain

Meniti Jembatan Wujud menuju Sang Sejati

Meniti Jembatan Wujud menuju Sang Sejati Memahami Nur Muhammad dan tawasul dari perspektif filsafat Islam memberikan pijakan teoretis yang kokoh bahwa tawasul bukanlah kiasan, dongeng, atau metafora hampa. Tawasul adalah hukum keterhubungan spiritual yang bersumber dari struktur ontologis alam semesta itu sendiri. Nur Muhammad adalah jembatan wujud yang menghubungkan keterbatasan alam materi dengan keindahan Wujud Absolut.  

Baca Yang lain

Hierarki Wujud: Tasykik al-Wujud dan Pancaran Cahaya Pertama 2

Hierarki Wujud: Tasykik al-Wujud dan Pancaran Cahaya Pertama 2 Di sinilah peran penting al-Haqiqah al-Muhammadiyyah sebagai Barzakh (alam perantara/pembatas sekaligus penyambung). Dalam pandangan kosmologi sufi dan filsafat Sadrian, Nur Muhammad berfungsi sebagai tawassut (perintaraan) yang menghubungkan alam akal/spiritual dengan alam fisik.

Baca Yang lain

Hierarki Wujud: Tasykik al-Wujud dan Pancaran Cahaya Pertama 1

Hierarki Wujud: Tasykik al-Wujud dan Pancaran Cahaya Pertama 1 Untuk memahami mengapa tawasul bukanlah kiasan, kita harus menyelami prinsip gradasi wujud (Tasykik al-Wujud) dalam filsafat Hikmah. Menurut Mulla Sadra dan para filsuf Isyraqiyyah (Cahaya), realitas keberadaan tidaklah bersifat datar atau homogen, melainkan bertingkat-tingkat berdasarkan tingkat kekuatan, intensitas, dan kesempurnaannya.

Baca Yang lain

Yang Diulang ‘Allamah Tiga Kali

Yang Diulang ‘Allamah Tiga Kali Teriring doa untuk semua guru dan ulama kita. Untuk semua yang punya hak atas diri kita. Shalawat dan al-Fatihah í ¾í´²í ½í¹�  Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad wa ‘ajjil farajahum…

Baca Yang lain

Hari ketika amanah menemukan kesempurnaannya.

Hari ketika amanah menemukan kesempurnaannya. Hari ketika cahaya yang dimulai di Gua Hira mencapai fajar peradaban manusia.  Dan pada hari itu kita akan memahami bahwa sejak Arafah, Khum, Karbala, Najaf, Qom, hingga Indonesia hari ini, sesungguhnya hanya ada satu perjalanan yang sedang berlangsung: 

Baca Yang lain

Ghadir adalah tentang amanah

Ghadir adalah tentang amanah Dan amanah selalu mencari penjaganya di setiap zaman.  Maka pertanyaan terbesar Al Ghadir sesungguhnya bukanlah:  “Apa yang terjadi di Khum?”  Sejarah telah menjawabnya.  Bukan pula:  “Siapakah Ali bin Abi Thalib?”  Umat telah mengenalnya. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 6

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 6 Masa depan bangsa ditentukan oleh siapa yang paling sungguh-sungguh menyiapkan generasi berikutnya.  Bukankah itulah inti Ghadir? 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 5

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 5 Kita tidak hidup di Qom.  Kita hidup di Indonesia.  Di negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.  Di negeri yang dipersatukan oleh ratusan suku, bahasa, dan budaya.  Di negeri yang diwariskan oleh para pendiri bangsa sebagai rumah bersama. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 4

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 4 Membangun ilmu.  Membangun budaya.  Membangun kepercayaan diri.  Membangun masa depan.  Karena perlawanan tanpa ilmu dapat berubah menjadi kemarahan. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 3

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 3 Berabad-abad kemudian, semangat yang sama kembali bangkit.  Ia hidup dalam kebangkitan umat.  Ia hidup dalam gerakan ilmu.  Ia hidup dalam perlawanan terhadap penindasan.  Ia hidup dalam suara seorang ulama yang mengubah jalannya sejarah.  Imam Khomeini. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR2

AL GHADIR BELUM BERAKHIR2 Amanah untuk menjaga risalah.  Amanah untuk menjaga manusia.  Amanah untuk menjaga masa depan.  Dan amanah itu tidak berhenti pada Imam Ali. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR

AL GHADIR BELUM BERAKHIR Tinggi hingga terlihat oleh lautan manusia yang hadir.  Lalu beliau mengucapkan kalimat yang terus bergema melampaui abad demi abad:  Man kuntu maulahu fa hadza Aliyyun maulahu.  Barang siapa menjadikan aku sebagai maulanya, maka Ali adalah maulanya.  Kalimat itu singkat. 

Baca Yang lain

Arafah dan Ghadir

Arafah dan Ghadir Di Arafah, Rasulullah berbicara tentang kemanusiaan.  Tentang kehormatan darah dan harta.  Tentang hak-hak perempuan.  Tentang persaudaraan.  Tentang amanah.  Tentang keadilan.  Tentang nilai-nilai yang harus menjadi fondasi sebuah peradaban.   

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 1

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 1 Semoga kita bukan hanya menjadi pecinta Ali.  Tetapi juga menjadi penjaga amanah yang diwariskan Ali.  Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Baca Yang lain

Seorang Wanita Perawi yang Berilmu

Seorang Wanita Perawi yang Berilmu Walau tak semasa dengan neneknya, Fatimah Zahra, atau dengan kakeknya, Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib, keberadaan putri Imam Husein ini di dalam rumah ayahnya, menjadikan ia mengetahui apa-apa yang terjadi sepeninggal Rasulullah saw. Di antara yang dapat ia sampaikan ialah tentang bagaimana Fatimah Zahra yang di masa beliau mengalami sakit keras pasca wafat Rasulullah saw.  

Baca Yang lain

Apa yang Menarik Hidayah Allah

Apa yang Menarik Hidayah Allah Fatimah, putri yang sangat beruntung memiliki seorang ayah seperti Imam Husein, seorang seperti Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib yang menjadi kakeknya dan seorang seperti Fatimah Zahra yang menjadi neneknya, serta menjadi darah daging Rasulullah saw.  

Baca Yang lain