Imam Jawad as
Muhammad al-Jawād: bukan pengecualian, melainkan contoh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Muhammad al-Jawād, dalam bingkai analisis ini, tidak berdiri sebagai pengecualian eksotis, apalagi sebagai simbol konflik mazhab atau klaim teologis eksklusif.
Keilmuan Imam Jawad as, Prinsip yang sama: kapasitas, bukan usia
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Dalam kedua kasus ini—dan dalam kasus-kasus serupa lainnya yang lebih jarang—usia tidak pernah dijadikan variabel epistemik. Yang diuji hanyalah koherensi argumen, kesahihan metode, tanggung jawab ilmiah, dan kontribusi terhadap pengetahuan.
Contoh Ahli ilmu saat Belia Selain Imam Jawad as, Kim Ung-Yong: doktor teknik pada usia 15 tahun
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Lebih dari satu abad kemudian, Kim Ung-Yong, seorang prodigy asal Korea Selatan, meraih gelar doktor dalam bidang teknik dari Colorado State University pada tahun 1978, ketika ia berusia lima belas tahun.
Contoh Ahli ilmu saat Belia Selain Imam Jawad as, Karl Witte: doktor hukum pada usia 13 tahun
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Struktur logika yang sama—yaitu pemisahan antara usia kronologis dan kapasitas intelektual—tampak dengan jelas dalam sejarah akademik modern, di mana beberapa individu meraih gelar doktor pada usia yang sangat muda melalui jalur formal dan diakui oleh komunitas ilmiah internasional.
Pola konsisten imam Jawad as: kualitas, bukan kalender
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Pola yang muncul dari keseluruhan kesaksian tersebut bersifat konsisten dan signifikan secara epistemik: usia biologis yang muda tidak menghalangi pengakuan terhadap otoritas keilmuan dan moral. Yang dinilai oleh para sejarawan dan kritikus hadis Sunni klasik adalah kualitas substansial—kapasitas intelektual, integritas pribadi, reputasi publik—bukan durasi hidup atau kalender biologis.
Al-Suyuthi: kontinuitas keutamaan imam Jawad as dalam keturunan Nabi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Ibn Hajar al-Haitami: dimensi etis dan reputasi publik Imam Jawad as
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Ibn Hajar al-Haitami (909-974 H/1504-1567 M), seorang ulama Syafi’i terkemuka, dalam Al-Sawā’iq al-Muhriqah, menambahkan dimensi etis dengan menekankan kemurahan hati (al-jawād—yang juga menjadi julukannya), keilmuan, dan keluhuran budi Muhammad al-Jawād.
Al-Ya’qubi: kesaksian sejarawan awal bagi Imam Jawad as
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Ahmad bin Abi Ya’qub al-Ya’qubi (wafat sekitar 292 H/905 M), salah satu sejarawan Muslim paling awal yang karyanya sampai kepada kita, mencatat keluasan ilmu Muhammad al-Jawād dan perannya sebagai rujukan keagamaan (marji’) meskipun wafat pada usia yang sangat muda—dua puluh lima tahun.
Muhammad al-Jawād: otoritas yang diakui lintas batas mazhab melampaui persepsi sektarian
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Muhammad bin ’Ali al-Jawād (195-220 H/811-835 M) kerap dipersepsikan secara sempit sebagai figur internal tradisi Syiah Imamiyah. Dalam narasi populer, ia dikenal sebagai Imam Kesembilan dalam silsilah Dua Belas Imam, yang memikul kepemimpinan spiritual pada usia tujuh atau delapan tahun setelah wafatnya ayahnya, Ali al-Ridā.
Ibn Katsir: pengakuan kedudukan sosial dan intelektual Imam Jawad
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Ibn Katsir (700-774 H/1301-1373 M), dalam karya sejarahnya yang komprehensif Al-Bidāyah wa al-Nihāyah, menyebutkan Muhammad al-Jawād sebagai “salah satu tokoh terkemuka Bani Hasyim” (min a’yān banī Hāshim).
Al-Dzahabi: pengakuan dari kritikus yang ketat dari Imam Jawad
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Syams al-Dīn al-Dzahabi (673-748 H/1274-1348 M), seorang sejarawan dan kritikus hadis yang dikenal sangat ketat, selektif, dan tidak mudah terkesan, menempatkan Muhammad al-Jawād dalam karya monumentalnya Siyar A’lām al-Nubalā’—sebuah ensiklopedia biografi tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah Islam.
Kritik atas asumsi usia imam Jawad sebagai prasyarat otoritas
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Muhsin Labib
Muhammad al-Jawād mengingatkan kita—baik sebagai Muslim maupun sebagai manusia rasional—bahwa legitimasi tidak menunggu usia, tetapi mengikuti kapasitas. Dan kapasitas, ketika benar-benar hadir, menuntut pengakuan—bukan karena ia meminta, tetapi karena ia membuktikan.
Cahaya Ilmu dan Akhlak Imam al-Jawad di Tengah Tekanan
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- info ahlul bait
Pada tahun 215 H (830 M), di kota Baghdad yang ramai, Imam Muhammad al-Jawad, seorang pemuda berusia 20 tahun, menghadapi tantangan besar. Beliau dipaksa tinggal di ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah oleh Khalifah Ma’mun, yang ingin mengawasi setiap langkahnya. Sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, Imam al-Jawad memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam, terutama karena keilmuannya yang luar biasa.
14 Mutiara Hadis Imam Muhammad Taqi al-Jawad a.s. (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Imam Muhammad Taqi Al-Jawad a.s., yang dikenal dengan kebijaksanaan dan ketakwaannya, memberikan petunjuk yang berharga kepada umat manusia. Berikut adalah 14 hadis dari beliau yang penuh hikmah:
14 Mutiara Hadis Imam Muhammad Taqi al-Jawad a.s. (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinah online
Imam Muhammad Taqi Al-Jawad a.s., yang dikenal dengan kebijaksanaan dan ketakwaannya, memberikan petunjuk yang berharga kepada umat manusia. Berikut adalah 14 hadis dari beliau yang penuh hikmah:
Imam Jawad a.s, Pejuang Kebenaran dan Ikon Perlawanan (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Kehidupan Imam Jawad adalah sumber inspirasi yang tak ternilai bagi umat Islam. Perjuangannya melawan kemunafikan dan tirani mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam kebenaran, bahkan ketika menghadapi tantangan terbesar. Pelajaran dari beliau menjadi panduan bagi setiap generasi untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, baik yang terlihat jelas maupun yang tersembunyi.
Imam Jawad a.s, Pejuang Kebenaran dan Ikon Perlawanan (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Kehidupan Imam Jawad adalah sumber inspirasi yang tak ternilai bagi umat Islam. Perjuangannya melawan kemunafikan dan tirani mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam kebenaran, bahkan ketika menghadapi tantangan terbesar. Pelajaran dari beliau menjadi panduan bagi setiap generasi untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, baik yang terlihat jelas maupun yang tersembunyi.
Imam Muhammad Jawad Syahid Diracun
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- IRIB Indonesia
Selama menetap di Baghdad, Imam Muhammad Jawad as benci dengan perilaku Makmun. Akhirnya beliau meminta izin kepada Makmun guna menunaikan ibadah haji. Dari sana beliau pergi ke Madinah dan berhenti di sana hingga Makmun meninggal dunia.
Syahadah Imam Muhammad Jawad
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ayatullah sayyid ali khamanei
Imam Muhammad Jawad as adalah teladan perjuangan. Sosok agung yang semasa hidup singkatnya yang hanya berusia 25 tahun saat gugur syahid, beliau lalui dengan melawan kekuasaan munafik dan sombong, Makmun Abbasi, penguasa Bani Abbasiyah. Beliau tidak pernah mundur sedikit pun. Semua kondisi sulit beliau lalui dengan tegar dan sabar.
Rahbar Seputar Figur Imam Muhammad Jawad
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Parstoday
Terkait keagungan figur Imam Muhammad Jawad as, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Imam Ali Khamenei, mengatakan, “Imam Jawad as sama seperti imam-imam lainnya, menjadi teladan bagi kita. Kehidupan singkat beliau dihabiskan untuk melawan kezaliman. Di masa muda, beliau memikul tanggung jawab kepemimpinan umat Islam (imamah).”
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- Selanjutnya
- Selesai
- »

